Once Xena and Gabrielle, Now Eris and Dysnomia

Artist's concept of Eris and Dysnomia. The sun and other planets appear in the distance. Credit: R. Hurt, IPACTahun 2003, sebuah objek yang lebih besar dari Pluto dan diperkirakan sebagai planet ke-10 ditemukan dan diumumkan bulan Juli 2005. Objek yang saat itu menyandang nama sementara 2003 UB313 ditemukan oleh Mike Brown dari Caltech, Chad Trujillo dari Gemini Observatory di Mauna kea, Hawaii dan David Rabimowotz dari Yale University, New Haven, Connecticut. 2003 UB313 yang kemudian lebih dikenal dnegan nama Xena, dipotret pertama kalinya mengunakan Teleskop Samuel Oschin 48-inci di Observatorium Palomar tanggal 31 Oktober 2003. Xena yang ditemukan Mike Brown dkk, memiliki satelit bernama Gabrielle.

Agustus 2006 lalu IAU mengeluarkan resolusi mengenai definisi planet, yang menyebabkan Pluto dan Xena dikeluarkan dari jajaran planet dan “kandidat planet”. Keduanya pada akhirnya dikategorikan sebagai dwarf planet (planet katai) bersama dengan objek-ojek lainnya yang ditemukan di daerah sabuk kuiper. Dan tanggal 13 September 2006 setelah dua tahun memakai nama Xena dan Gabrielle, IAU memutuskan nama resmi untuk keduanya yakni 136199 Eris dan Dysnomia. Dalam jajaran planet katai, Eris merupakan objek terbesar.

Filosofi Nama Eris
Saat sebuah objek ditemukan, International Astronomical Union (IAU), memberi nama sementara berdasarkan waktu pertama kali objek tersebut terlihat. Karena itu 2003 UB313 menunjukkan kalau planet ini ditemukan pada pertengahan oktober 2003. Selanjutnya, para penemu objek tersebut akan mengajukan nama permanen untuk digunakan.

Salah satu nama yang disiapkan untuk planet baru ini adalah Persephone. Dalam mitologi Yunani, Persephone merupakan istri Hades (Roman Pluto) yang menghabiskan waktu 6 bulan setiap tahunnya dekat dengan Hades. Nama itu cukup sesuai, karena planet baru ini bisa digambarkan juga seperti itu. Ia akan menghabiskan setengah dari masa orbitnya dekat dengan Pluto dan setengahnya lagi berada jauh dari Pluto. Sayangnya nama ini telah digunakan pada tahun 1895 sebagai nama asteroid ke-399. Nama lain yang dianggap cocok dengan versi Roma adalah Proserpina. Sayangnya lagi nama ini sudah digunakan untuk nama asteroid ke-26. Ada sih nama lain yang bisa digunakan yakni nama dewa api Roma Vulcan (Greek Haphaestus), tapi nama ini tentu saja tak bisa menggambarkan planet dingin seperti 2003 UB313.

Nama Xena dan Gabrielle (dua tokoh sahabat) sempat digunakan sebagai nama 2003 UB313 dan satelitnya, namun pada akhirnya IAU memutuskan menggunakan nama Eris dan Dysnomia untuk keduanya.

Dalam mitologi Yunani, Eris adalah seorang pejuang dan dewi perang. Eris membangkitkan kecemburuan dan iri hati sehingga menimbulkan peprangan diantara manusia. Di pernikahan Peleus dan Thetis, orang tua pahlawan Yunani, Achilles, semua dewa kecuali eris diundang. Hal ini menimbulkan kemarahan Eris, sehingga ia kemudian menyebabkan terjadinya pertengkaran diantara dewi-dewi sehingga terjadilah perang Trojan. Dalam dunia astronomi, Eris membangkitkan masalah besar diantara komunitas astronomi internasional untuk memberinya tempat yang tepat di dalam Tata Surya, – sebagai planet ataukah objek sabuk Kuiper – , yang kemudian diakhiri dengan pertemuan IAU di Praha. Di akhir konferensi tersebut, anggota IAU memilih untuk menurunkan Pluto dan Eris ke status planet katai.

Satelit Eris, mendapatkan nama resmi Dysnomia, yang didalam mitologi Yunani merupakan putri Eris dan roh kekacauan. Untuk singkatnya Dysnomia, disebut juga Dy.

Sekilas tentang Eris
Eris merupakan objek terbesar yang ditemukan mengorbit Matahari semenjak penemuan Neptunus dan Triton tahun 1846. Rentang yang sangat jauh juga khan? Eris memiliki ukuran yang lebih besar dari Pluto. Dan sama seperti Pluto, Eris juga merupakan anggota Sabuk Kuipert, kumpulan objek es yang mengorbit Matahari dan berada diluar daerah Neptunus. Sebelum Eris ditemukan, Pluto merupakan objek terbesar yang ada di Sabuk Kuipert dan juga digolongkan sebagai planet. Tapi sekarang, Pluto hanyalah objek terbesar kedua di Sabuk Kuipert dan merupakan planet katai pertama dalam jajaran planet katai. Sedangkan Eris merupakan planet katai terbesar di Tata Surya. Ukuran Eris diperkirakan sekitar 2400 ? 100 km.

Dimanakah Ia?
Selain ukurannya, ada hal lain yang menarik. Eris merupakan objek terjauh yang pernah terlihat mengitari Matahari. Bahkan ia lebih jauh dari Sedna, planetoid yang ditemukan 2 tahun lalu. Jaraknya sekitar 10 miliar mil dari Matahari dan lebih dari 3 kali jarak dari Pluto. Eris membutuhkan lebih dari 2 kali waktu yang dibutuhkan Pluto untuk mengorbit Matahari.

Lantas dimanakah kita bisa melihat Eris? Eris yang terang tapi redup ini bisa terlihat pada pagi hari beberapa jam sebelum Matahari terbit di konstelasi Cetus. Magnitudo visual planet ini 19 dan bergerak lambat terhadap bintang-bintang latar belakang.

Eris memiliki orbit yang jauh lebih lonjong dari Pluto. Pluto bergerak sekitar 30-50 kali jarak Matahari-Bumi selama 250 tahun masa orbitnya, sedang Eris hanya bergerak 38-97 kali jarak Matahari-Bumi selama 560 tahun masa orbitnya. Dengan kata lain jarak terdekat Eris dari Matahari 38AU dan jarak terjauh yang bisa ia capai adalah 97 AU sementara jarak Pluto sendiri 40 AU dari Matahari.

Komposisi Pembentuk Eris
Komposisi objek bisa diketahui dari cahaya Matahari yang dipantulkan oleh objek tersebut. Contohnya, cahaya Matahari yang dipantulkan permukaan Bumi menunjukkan adanya tanda-tanda keberadaan oksigen di atmosfer Bumi, fotosintesi tumbuhan dan adanya kelimpahan air diantara unsure lainnya. Dari pengamatan menggunakan Observatorium Gemini di Mauna Kea, Hawaii, cahaya yang dipantulkan Eris tampak sangat mirip dengan Pluto.

Hasil pengamatan menunjukkan permukaan planet ini diselubungi metana padat yang membeku. Pada temperatur rendah metana di Pluto dan Eris berada dalam bentuk bekuan padat, sementara di Bumi, metana pada temperatur yang sama berada dalam bentuk gas. Bagian dalam Eris sama dengan Pluto terdiri dari campuran batuan dan es. Permukaan Eris berwarna hampir putih dengan permukaan tampak seragam dan memantulkan 86% cahaya yang mengenainya. Dari pantulan cahayanya, Eris memantulkan cahaya lebih besar dari permukaannya dibanding objek-objek lainnya di Tata Surya dengan pengecualian Enceladus, satelit Saturnus yang memiliki geyser aktif yang senantiasa menutupi permukaannya dengan salju baru.

Belum diketahui sumber panas apakah yang memunculkan geyser serupa. Namun diperkirakan, kecerlangan permukaan dan warna putih yang seragam di Eris berasal dari penyebab yang sama. Saat ini Eris berada pada posisi terjauhnya dari Matahari, dan pada kondisi ini ia akan berada pada temperaturnya yang paling rendah. Pada jarak sejauh ini, bahkan atmosfer planet pun akan menjadi padatan es. (jika Bumi dibawa sangat jauh dari Matahari pun atmosfernya akan menjadi padatan es). Dalam 280 tahun kedepan, saat Eris berada pada titik terdekatnya dengan Matahari, temperatur di Eris akan meningkat sekitar 1,6 kali. Dengan temperatur saat ini 405 derajat dibawah nol, peningkatannya memang tidak drastis, namun perbedaan yang dihasilkan khususnya pada methana dan nitrogen adalah antara padatan es dan penguapan menjadi atmosfer.

Dengan hipotesis tersebut, Eris tampak terang dan seragam karena atmosfer yang pernah dimilikinya (280 tahun yang lalu) sekarang membeku ke tanah, sehingga memberikan cahaya terang yang menyelimuti seluruh permukaan yang tidak rata yang pernah ada disana. Keseluruhan proses ini akan terus berulang mengikuti 560 tahun periode orbit sang dewi perang.

Proses Penemuan Eris
Survei daerah luar Tata Surya telah dilakukan semenjak tahun 2001, dengan menggunakan Palomar QUEST camera and the Samuel Oschin Telescope di Palomar Observatory, California Selatan. Survei yang dilakukan oleh Mike Brown dari Caltech, Chad Trujillo dari Gemini Observatory di Mauna kea, Hawaii dan David Rabimowotz dari Yale University, New Haven, Connecticut sampai saat ini telah menemukan sekitar 80 objek terang di Sabuk Kuipert.

Untuk menemukan objek yang dicari, para pengamat memotret satu daerah kecil pada langit malam selama 3 jam dan mencari sesuatu yang bergerak. Bintang dan Galaksi yang ada di langit akan tampat diam sementara satelit, planet, asteroid, dan komet akan tampak bergerak.

Letaknya yang jauh, menyebabkan Eris tampak bergerak sangat lambat dibanding kebanyakan objek yang telah ditemukan tim ini sebelumnya. Karena pergerakannya yang lambat itu, pada awalnya keberadaan planet ini tidak disadari saat pertama kali mengambil data. Saat analsis ulang dilakukan 1,5 tahun dari pengambilan data barulah disadari adanya planet katai baru ini.

Dysnomia, Bulannya Eris
The discovery of Dysnomia, the moon of Eris,  from the W.M. Keck Observatory. Eris appears in the center,Setelah mempelajari detail gambar Eris yang diambil dari Keck Observatory, Mauna Kea dan Hubble Telescope, diketahui kalau Eris memiliki bulan yang mengorbit dirinya. Bulan ini kemudian diberi nama resmi Dysmonia oleh IAU. Dari informasi yang terbatas, diperkirakan Dy memiliki kemiripan dengan Rudolph satelit 2003 EL61 (code name: Santa) yakni berupa bola yang tersusun oleh air es murni. Dari cahaya yang dipantulkannya, Dy 60 kali lebih lemah dari Eris, sehingga diperkirakan ukurannya 8 kali lebih kecil dari ibunya dan terpisah sekitar 10 kali lebih kecil jarak Bumi – Bulan.

 

sumber : http://www.gps.caltech.edu/~mbrown/planetlila/index.html#planet

 

live by grace and mercy of the Lord. a pilgrimage in this world. astronomy communicator. food lovers. mac mania. gamers. chatters. wine and hang out lovers.

3 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: