Tahun 1969, Stephen Dole membuat model sederhana untuk membangun sistem Tata Surya berdasarkan teori akresi. Hipotesa awal yang digunakan adalah bintang dan planet terbentuk dari dark globul dingin. Dark globul terbentuk dari gas dan debu yang butiran-butirannya berakresi serta dari tabrakan inelastik partikel-partikel.
Dole membangun model Tata Surya dengan membuat hipotesa bahwa seluruh komponen Tata Surya terbentuk dari nebula gelap dingin yang terdiri dari debu dan gas atau dikenal sebagai small globul. Nah, di awal bintang terbentuk di pusat dikelilingi awan gas dan debu berbentuk bola dan semakin jauh dari pusat, kerapatan awan akan semakin berkurang.
Dalam simulasi yang dibangun Stephen Dole, inti planet diinjeksikan secara acak pada satu saat ke dalam awan debu dan gas, dan kemudian bertumbuh dengan menyapu partikel-partikel yang ada di awan. Setelah satu planet selesai tebentuk, inti berikutnya akan diinjeksikan untuk membentuk planet kedua dst. Jika dalam pergerakannya planet yang baru bertumbuh bergerak cukup dekat dengan planet yang sudah ada (dalam jarak batas tertentu), atau orbit kedua planet ini saling memotong, maka kedua planet ini akan mengalami coalesce. Setelah itu pertumbuhan masih bisa berlangsung sampai debu dan gas disekelilingnya tidak ada lagi.
Pada awalnya planet yang sedang bertumbuh akan menyapu debu saja, namun jika planet tersebut menjadi cukup masif, ia akan menyapu juga gas. Dari sinilah kemudian muncul planet-planet gas seperti Jupiter.
Inti planet akan terus dinjeksikan ke awan sampai semua debu tersapu. Pada saat tidak ada lagi debu, eksperimen akan berakhir dan sistem planet dianggap telah selesai terbentuk. Perlu diingat inti planet yang diinjeksikan ada yang gagal menjadi planet.



Trackbacks & Pingbacks