DIXI : Misi Lanjutan Deep Impact
NASA hari ini mengumumkan telah menerima proposal dari Universitas Maryland untuk mengirimkan Deep Impact untuk melakukan misi selanjutnya yakni pematan dari dekat terhadap Komet Boethin. Team dari Universitas Maryland yang memimpin misi Deep Impact yang menabrakan impactor-nya ke komet Tempel 1, Juli 2005 lalu berharap, terkumpulnya informasi baru dari Komet Boethin akan dapat menggabungkan...
Read MoreKilas Balik Perjalanan Deep Impact
Tahun 1999, NASA Discovery Mission memulai misi Deep Impact dengan tujuan mempelajari komet dengan cara menabrak inti komet sehingga misteri di balik permukaannya bisa terungkap. Misi yang diterbangkan bulan Januari 2005 ini menempuh 6 bulan perjalanan sebelum akhirnya bertemu dengan sang target, komet Tempel 1. Dalam perjalanan menuju Tempel 1, wahana Deep Impact membawa dua pesawat ruang...
Read MoreTransit Merkurius 2006
Awal November 2006 atau tepatnya tanggal 8 November, planet Merkurius akan melintasi piringan Matahari. Fenomena yang dikenal sebagai transit Merkurius ini, sebenarnya mirip dengan gerhana matahari, tapi kali ini yang berada diantara Matahari dan Bumi bukanlah Bulan melainkan Merkurius. Ukuran Merkurius yang kecil bila dilihat dari bumi, membuat kita hanya dapat melihat Merkurius sebagai noktah...
Read MoreHappy Halloween, Ada Ular di Bidang Galaksi
Pagi ini gue nerima email dari NASA, karena emang gue ikut ngedaftar di newsletter-nya. Yang menarik email itu bukan sekedar berita tapi berisi e-card bergambar seperti ular. Upss baru ingat, it’s a halloween card. Kalau valentine tahun lalu dikirimin ring and a flower, maka Halloween tahun ini NASA JPL mengirimkan kartu bergambar ular pada semua yang mendaftar di newsletter-nya sebagaiÂ...
Read MoreEO-1, Satelit Cerdas di Atas Bumi
Bulan April 2005, gunung Talang di Sumatera yang telah tidur selama berabad-abad tiba-tiba menampakkan geliat kehidupannya kembali. Gumpalan asap mengangkasa pada ketinggian 1000 meter dan perkampungan disekitarnya diselubungi asap. Khawatir akan ledakan yang lebih besar, pemerintah lokal kemudian mengevakuasi 40000 penduduk. Sementara itu, petugas PBB melancarkan permintaan bantuan agar para...
Read MoreTeori Pembentukan Tata Surya Awal Abad ke-20
Perkembangan teori pementukan Tata Surya pada dekade terakhir abad ke-19 dan dekade pertama abad ke-20, didominasi oleh 2 orang Amerika yakni Thomas Chamberlin (1843-1928) dan Forest Moulton (1872-1952). Dalam membangun teorinya, mereka melakukan komunikasi secara konstan, bertukar pemikiran dan menguji ide-ide yang muncul, namun publikasi atas karya besar mereka dilakukan secara terpisah. Pada...
Read More