Taat

“Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa. Seorang pun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

Saat membaca janji itu, yang terpikir adalah… ah indah bener ikut Tuhan…. bayangkan saja setiap tempat yang diinjak akan menjadi milik kita… siapa sih yang akan menolak? Kupikir hanya orang bodoh yang akan menolak tawaran tersebut. Lantas bagaimana mendapatkan janji itu ?

Kata Tuhan, “Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.” (Yosua 1: 7-8)

Nah ini dia masalahnya…. jangan menyimpang ke kanan dan kekiri. Dulu kupikir semuanya mudah untuk dijalani, tinggal lakukan aja kehendak Tuhan tentu beres… tapi ternyata untuk berjalan dan melakukan kehendak-Nya tidak semudah yang ada dalam pikiranku. Di dalam perjalanan itu ada pilihan-pilihan sulit yang harus diambil, ada masa-masa kering yang harus dilalui juga masa dimana kita jatuh bangun dan kelelahan. Masa dimana karakter diri kita dibentuk untuk semakin dewasa dan sempurna.

Tapi apa sih yang dibutuhkan untuk membentuk karakter? Hanya ada satu.. ketaatan. Taat untuk memilih berjalan dalam kehendak Tuhan, taat untuk menundukkan kehendak dan ego kita dibawah kehendak Allah. Karena sesungguhnya dihadapan kita ada dua pilihan yang harus kita pilih. Dua pilihan yang akan membawa kita pada akhir yang berbeda. Kata orang ada banyak jalan ke Roma tapi jalan menuju pangkuan Bapa hanya ada satu..

Dalam ulangan 11 : 26-28, Tuhan memperhadapkan kita dengan 2 pilihan, yakni berkat dan kutuk. Berkat akan kita terima jika kita melakukan kehendakNya, dan kutuk bila kita menyimpang dari jalan-jalanNya. Nah di titik ini apa pilihan kita? Tentu yang kita pilih adalah berkat… dan untuk itu ada harga ketaatan yang harus kita jalani.

Jika kita diperhadapkan pada pilihan kita dan harus memilih.. apakah setelah memilih, kita mampu menundukkan ego kita? Jauh lebih mudah mengatakan jadilah kehendakMu tapi amat sulit untuk tetap taat mengikuti kehendak Allah. Disinilah sebenarnya Yesus ingin kita berjalan senantiasa berserah dan bersandar padaNya. Mengapa? karena memang kita yang membuat pilihan untuk ikut Tuhan dan taat. Tapi setelah memilih, perjalanan kita untuk taat mengikuti jalanNya tidak akan pernah berhasil jika itu kita lakukan dengan kemampuan kita. Hanya dengan berserah pada Yesus kita dimampukan untuk taat. Inilah yang Yesus lakukan di taman Getsemani… ketika Ia mengatakan jadilah kehendakMu, maka saat itu Ia bukan hanya memilih taat, tapi juga memilih untuk bergantung sepenuhnya kepada Bapa. Disaat Ia mengalami penyesahan, Ia memberi diriNya taat dan menerima kehendak Bapa. Saat Ia harus menghadapi kegelapan di kayu salib Ia tetap bergantung pada Bapa dan taat. Sudahkah kita hidup bergantung sepenuhnya pada Allah?

Tuhan mengatakan ;
“Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk. berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.”

Karena jika kita memilih jalan Tuhan maka inilah penggenapan janjiNya :
“Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang akan memilikinya…” “Tidak ada yang akan dapat bertahan menghadapi kamu: TUHAN, Allahmu, akan membuat seluruh negeri yang kauinjak itu menjadi gemetar dan takut kepadamu, seperti yang dijanjikan TUHAN kepadamu.” (Ulangan 11:25) Â

live by grace and mercy of the Lord. a pilgrimage in this world. astronomy communicator. food lovers. mac mania. gamers. chatters. wine and hang out lovers.

Leave a Reply

%d bloggers like this: