peta langit

Para peneliti dari NASA telah berhasil membuat sensus lengkap pertama dari galaksi-galaksi yang memiliki pusat lubang hitam menggunakan satelit Swift. Sebuah proyek pengamatan langit sebanyak beberapa kali dalam periode 9 bulan.Â

Survei keseluruhan mencakup terdiri dari lebih dari 200 lubang hitam super massif (supermassive black hole) yang dikenal dengan nama Active Galactic Nuclei (AGN), serta menjadi sensus aktivitas lubang hitam dalam alam semesta lokal. Tim ini juga menemukan lubang hitam baru yang sebelumnya luput diamati dan berbagai kejutan baru lainnya. Lubang hitam supermasif yang disurvei berada dalam lingkup jangkauan 400 tahun cahaya dari Bumi.

Massa AGN berkisar antara jutaan sampai dengan milyaran massa matahari. Indikasi aktif disini mengacu pada proses menarik gas dan seluruh bintang serta dalam prosesnya menghasilkan energi berlimpah dari pusat galaksi yang kecil.

Hampir semua galaksi massif memiliki lubang hitam supermasif, namun hanya beberapa persen yang tampak aktif. Lubang hitam di pusat Galaksi Bimasakti sendiri berada dalam kondisi tidur. Lubang hitam seperti ini tidak termasuk dalam sensus yang dilakukan Swift. Semua lubang hitam tampaknya pernah aktif sekali, namun mengapa sebagian masih tetap aktif dan yang lainnya dalam keadaan tidur masih merupakan sebuah misteri.