Journal

-- the pilgrim journey --

Home / astronomy / Teori Pembentukan Tata Surya Sesudah Newton
Oct 11 2006

Teori Pembentukan Tata Surya Sesudah Newton

Kemunculan Newton dengan teori gravitasinya menjadi dasar yang kuat dalam menciptakan teori ilmiah pembentukan Tata Surya. Dalam artikel ini akan dibahas teori pembentukan Tata Surya yang lahir sesudah era Newton sampai akhir abad ke-19. Perkembangan teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 terbagi dalam dua kelompok pemikiran yakni teori monistik yang menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Dan yang kedua teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda.

Teori Komet Buffon
Tahun 1745, George comte de Buffon (1701-1788) dari Perancis mempostulatkan teori dualistik dan katastrofi yang menyatakan bahwa tabrakan komet dengan permukaan matahari menyebabkan materi matahari terlontar dan membentuk planet pada jarak yang berbeda. Kelemahannya Buffon tidak bisa menjelaskan asal komet. Ia hanya mengasumsikan bahwa komet jauh lebih masif dari kenyataannya.

Teori Nebula Laplace
Ada beberapa teori yang menginspirasi terbentuknya teori Laplace, dimulai dari filsuf Perancis, Renè Descartes (1596-1650) yang percaya bahwa angkasa terisi oleh “fluida alam semesta” dan planet terbentuk dalam pusaran air. Sayangnya teori ini tidak didukung dasar ilmiah.

Seratus tahun kemudian Immanuel Kant (1724-1804) menunjukkan adanya awan gas yang berkontraksi dibawah pengaruh gravitasi sehingga awan tersebut menjadi pipih. Ide ini didasarkan dari teori pusaran Descartes tapi fluidanya berubah menjadi gas. Setelah adanya teleskop, William Herschel (1738-1822) mengamati adanya nebula yang ia asumsikan sebagai kumpulan bintang yang gagal. Tahun 1791, ia melihat bintang tunggal yang dikelilingi halo yang terang. Hal inilah yang memberinya kesimpulan bahwa bintang terbentuk dari nebula dan halo merupakan sisa nebula.

Dari teori-teori ini Pierre Laplace (1749-1827) menyatakan adanya awan gas dan debu yang berputar pelan dan mengalami keruntuhan akibat gravitasi. Pada saat keruntuhan, momentum sudut dipertahankan melalui putaran yang dipercepat sehingga terjadi pemipihan. Selama kontraksi ada materi yang tertinggal kedalam bentuk piringan sementara pusat massa terus berkontraksi. Materi yang terlepas kedalam piringan akan membentuk sejumlah cincin dan materi di dalam cincin akan mengelompok akibat adanya gravitasi. Kondensasi juga terjadi di setiap cincin yang menyebabkan terbentuknya sistem planet. Materi di dalam awan yang runtuh dan memiliki massa dominan akan membentuk matahari.

Namun menurut Clerk Maxwell (1831-1879) letak permasalahan teori ini cincin hanya bisa stabil jika terdiri dari partikel-partikel padat bukannya gas. Menurut Maxwell cincin tidak bisa berkondensasi menjadi planet karena gaya inersianya akan memisahkan bagian dalam dan luar cincin. Seandainya proses pemisahan bisa terlewati, massa cincin masih jauh lebih masif dibanding massa planet yang terbentuk.

Permasalahan lain muncul dari distribusi momentum sudut dimana tidak ada mekanisme tertentu yang bisa menjelaskan bahwa keberadaan materi dalam jumlah kecil, yang membentuk planet, bisa memiliki semua momentum sudutnya. Seharusnya sebagian besar momentum sudut berada di pusat objek. Jika momentum sudut intrinsik dari materi luar bisa membentuk planet, maka kondensasi pusat tidak mungkin runtuh untuk membentuk bintang,

Penyempurnaan Teori Laplace
Tahun 1854, Edouard Roche (1820-1883) mengatakan bahwa awan yang diajukan Laplace dalam teorinya bisa memiliki kondensasi pusat yang tinggi sehingga sebagian besar massa berada dekat spin axis dan memiliki kaitan yang kecil dengan momentum angular. Tahun 1873, Roche menyempurnakan teori Laplace dengan analisis “Matahari ditambah atmosfer, yang memiliki kondensasi pusat yang tinggi. Model ini berada diluar rentang planet dan mengalami keruntuhan saat mendingin. Dalam model ini atmosfer berkorotasi terhadap matahari. Saat sistem mengalami keruntuhan kecepatan sudut bertambah untuk mempertahankan momentum sudut sementara jarak mengecil. Jika jarak mengecil lebih cepat dari radius efektif atmosfer, maka semua atmosfer diluar jarak akan membentuk cincin.

Keberatan dari James Jeans (1877-1946). Ia menunjukkan dengan distribusi nebula yang diberikan oleh Roche, materi luar akan menjadi renggang sehingga tidak dapat melawan gaya pasang surut terhadap pusat massanya dan kondensasi tidak akan terjadi. Jeans juga mennunjukkan bahwa untuk materi di dalam cincin yang mengalir dari nebula yang runtuh menuju kondensasi membutuhkan kerapatan yang lebih besar dari kerapatan sistem. Hal ini akan menghasilkan massa atmosfer dengan magnitudo mendekati magnitudo di pusat massa, sehingga bisa menyelesaikan permasalahan momentum sudut.

sumber : The Origin and Evolution of the Solar System (M. M. Woolfson)

artikel terkait :
Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya
Teori Pembentukan Tata Surya Awal Abad ke-20

Share this entry
36 Comments
  1. hi…bagsu banget!!

    Reply
  2. Jihan

    argghhhhhhhh kurang buanyak tuh!!!!!!!!!!!!

    Reply
  3. hmm sebenernya tulisan ini dibuat berseri tp ga dicantumin serinya. bisa dilihat disini juga :
    http://simplyvie.wordpress.com/2006/10/05/sejarah-awal-teori-pembentukan-tata-surya/
    http://simplyvie.wordpress.com/2006/10/28/teori-pembentukan-tata-surya-awal-abad-ke-20/

    lanjutannya belon bisa kubuat karena masih mengerjakan beberapa hal.

    Reply
  4. jd inget waktu jaman perjuangan dulu (sma)

    Reply
  5. koko

    wew bagus abnget sampe pusing liatnya

    Reply
  6. bagus mbak..teruskan perjuangannya..salam kenal

    Reply
  7. mana niey gambarnya….kan yg dibutuhin gmbrnya….adain gmbr ny yuph……

    Reply
  8. sHeLLy nEv 17

    gokIeeLLL…………baguZzzZZzz bgd ney artikel

    sumpaH kReNz abieZzzz….!!!!!!

    Reply
  9. thata izecson

    huh…akhirnya ktemu jaga. bagus ada kamu jdinya tugas geografiku lancar. mohon diperbanyak ya!!!!!

    Reply
  10. Lia_Totti

    Cooolll berat nih artikel!!!!

    Tapi gw mo cari gambar2nya jg, tapi gak ada disini….

    Ntar ditambahin yaaa…

    Puuuppppyyyaaaaeeee…..

    Reply
  11. fina

    thanks banget ya ,,,,dah ada tentang teori ini cos saya jadi bisa ngerjain Fisika dengan Mudah….o ya tambahin juga dong gambar gambar tata suryanya seperti planet,trus kasi juga gambar teori-teorinya ya

    Reply
  12. aku ingin tau “aapa yang mendasari newton menciptakan teori gravitasi

    Reply
  13. fina!!!!!!!!!!! kakak aku suka bgt ma kmu lohhhhhhhhhhh

    Reply
  14. klo slah maapin aku

    Reply
  15. ririn

    ADUh EduN bAngEt But GAMBAR NYA DUNK KOK KAgak Ade GAMBAR….. PIcture….GambaR…GAMBAR……………………………………………………………………………………………….

    Reply
  16. ga lengkapppppppppppppppp

    Reply
  17. weeeeeeeeewww~
    teori ne xgdd mmbntu tugaz gw!
    -^^-
    bgz deh artikeL nah~
    heheheh
    ^^v

    Reply
  18. kiki

    nambah informasi BANGET
    tapi…..
    sedikit bikin gw makin mabok dengan tugas geologi gw yang ga nyambung sama sekali dengan tata surya……..
    jadi makin pusing!!!!

    Reply
  19. Zahra

    Assalamualaikum????????
    mnurut saya…..ngapaen susuah-susah mikir ttg pendapat para ilmuan????mending nyari fakta2 nya di Al_Qur’an aj??? kan udah jelas,lenkap, aktual, and akurat tajam terpercaya….
    so, ga ush mikir susah laa….heheheheh(^_^)

    klo byak mikir ntar bs sreZZZZZZZZZzzzzzzz……
    but,ttg pnjlsan km itu kyknya mesti ditambah lg dgn gambar and materi yg laenya kan banyak tuhhh…buku2 skrg yang…so, km bs bandingin pendapat2 ilmuan2 yg dlo and skrg?????
    ya…kale aja km jd ilmuan thn”07

    wheeeeeeeeee

    wassalam???????

    Reply
  20. Zahra

    oche deh……………….????

    Reply
  21. mas or mbak zahra yg dipaparkan dalam tulisan2 di blog ini hanya melihat pada sisi sejarahnya dan apa yang tertulis juga direview dr buku-buku terbaru dan paper terbaru. kalau anda ingin lebih dalam lagi, saya sarankan anda coba download sendiri n baca sendiri paper2nya.

    saya tidak mebahas lebih dalam karena memang saat ini saya hanya membahas sejarah perkembangan teori2 tersebut.

    kalau menurut anda ga usah susah2 mikir n terima apa yg dikatakan alquran.. well please do it as you wish. anda tidak bisa menerapkan hal yg sama pada org lain, karena manusia itu punya nature untuk mencari tau dan menggali lebih dalam. dan jika kita menggali kita akan menemukan banyak keajaiban dan kebesaran Tuhan disana.. membuat kita makin menyadari betapa kecilnya kita.

    Reply
  22. ujang

    eh .. rese dari tadi gg ketemu2 yg dicari !!!
    tapi keren kok !!!!
    sambil nemenin rhorho yg gi ke sem2 ma prince late nya !!!

    Reply
  23. Pingback:Teori Nebula Matahari « Ufonesia’s Weblog

  24. Keren blog nya nih :)
    Salam Kenal

    salam Ufonesia

    http://ufonesia.wordpress.com/
    pengamat ufo amatir

    Reply
  25. VHierA

    w’Duh…..

    yG Q mnTa kHn gmBrx….

    bKhn tEorI pEmbEntUkhNx……

    g’K jLs bnGtsZ…. sIey…

    Reply
  26. sisi

    yah cari aja gbrnya sendiri. banyak tuh di internet.

    mangnya kalo ndak ada tulisan ini lo bisa bikin sendiri tulisannya?

    Reply
  27. bagus bengd

    Reply
  28. rere

    i love you full

    Reply
  29. afit voldemort

    kenapa manusia itu sempat tau jarak matahari sama bumi itu ….anaeh….canggih juga manusia

    Reply
  30. marwah

    wow,,,,thanks yach bwt artiklx…pngthuanQ tntng tata surya nambaH lg decH!!!!!!

    Reply
  31. Pingback:blog Koran Anak Indonesia memang tidak tahu etika « things left unsaid

  32. Pingback:ilmu kealaman dasar « archaver19

  33. Pingback:dey1991

  34. Pingback:plagiat atau mencuri! sebuah budaya bangsa? | simplyvie

Leave a Reply

Verse of the Day

For I consider that the sufferings of this present time are not worth comparing with the glory that is to be revealed to us. (Romans 8:18, ESV)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Coretan Yang disukai
Coretan lama