Journal

-- the pilgrim journey --

Home / astro / Teori Pembentukan Tata Surya Awal Abad ke-20
Oct 28 2006

Teori Pembentukan Tata Surya Awal Abad ke-20

Perkembangan teori pementukan Tata Surya pada dekade terakhir abad ke-19 dan dekade pertama abad ke-20, didominasi oleh 2 orang Amerika yakni Thomas Chamberlin (1843-1928) dan Forest Moulton (1872-1952). Dalam membangun teorinya, mereka melakukan komunikasi secara konstan, bertukar pemikiran dan menguji ide-ide yang muncul, namun publikasi atas karya besar mereka dilakukan secara terpisah.

Pada tahun 1890-an, Chamberlin menawarkan solusi untuk teori nebula Laplace. Ia menawarkan adanya satu akumulasi yang membentuk planet atau inti planet (objek kecil terkondensasi diluar materi nebula) yang kemudian dikenal sebagai planetesimal. Menurut Chamberlin, planetesimal akan bergabung membentuk proto planet. Namun karena adanya perbedaan kecepatan partikel dalam dan partikel luar, dimana partikel dalam bergerak lebih cepat dari partikel luar, maka objek yang terbentuk akan memiliki spin retrograde.

Walaupun ide planetesimal ini cukup baik, sejak tahun 1900 Chamberlin dan Moulton mengembangkan teori alternatif untuk pembentukan planet. Keduanya mengembangkan teori tentang materi yang terlontar dari bintang membentuk nebula spiral. Nebula spiral ini tidak diketahui asalnya dan berhasil dipotret oleh para pengamat. Menurut mereka, materi yang terlontar ini bisa membentuk planet yang akan mengitari bintang induknya. Tapi ide ini kemudian mereka tolak karena orbit yang mereka dapatkan terlalu eksentrik/lonjong.

Chamberlin kemudian membangun teori baru yang melibatkan erupsi matahari. Ia memberikan kemungkinan bahwa spiral nebula merupakan hasil interaksi pemisahan dari bintang yang berada dalam proses erupsi dengan bintang lainnya. Teori ini membutuhkan matahari yang aktif dengan prominensa yang masif. Namun sayangnya gaya pasang surut bintang yang berinteraksi dengan matahari hanya mampu menahan materi prominensa di luar matahari tapi tidak mampu memindahkan materi dari matahari. Untuk itu dibutuhkan jarak matahari-bintang lebih besar dari limit Roche untuk matahari dan massa masif yang lebih besar dari massa matahari untuk bintang lainnya.

Teori Pasang Surut Jeans
Astronomi Inggris, James Jeans (1877-1946) mengemukakan Tata Surya merupakan hasil interaksi antara bintang lain dan matahari. Perbedaan ide yang ia munculkan dengan ide Chamberlin – Moulton terletak pada absennya prominensa. Menurut Jeans dalam interaksi antara matahari dengan bintang lain yang melewatinya, pasang surut yang ditimbulkan pada matahari sangat besar sehingga ada materi yang terlepas dalam bentuk filamen. Filamen ini tidak stabil dan pecah menjadi gumpalan-gimpalan yang kemudian membentuk proto planet. Akibat pengaruh gravitasi dari bintang proto planet memiliki momentum sudut yang cukup untuk masuk kedalam orbit disekitar matahari. Pada akhirnya efek pasang surut matahari pada proto planet saat pertama kali melewati perihelion memberikan kemungkinan bagi proses pembentukan planet untuk membentuk satelit.

Pada model ini tampaknya spin matahari yang lambat dikesampingkan karena dianggap matahari telah terlebih dahulu terbentuk sebelum proses pembentukan planet. Selain itu tanpa adanya prominensa maka kemiringan axis solar spin dan bidang orbit matahari-bintang tidak akan bisa dijelaskan.

Tahun 1919, Jeans memperbaharui teorinya. Ia menyatakan bahwa saat pertemuan kedua bintang terjadi, radius matahari sama dengan orbit Neptunus. Pengubahan ini memperlihatkan kemudahan untuk melontarkan materi pada jarak yang dikehendaki. Materinya juga cukup dingin, dengan temperatur 20 K dan massa sekitar ½ massa jupiter. Harold Jeffreys (1891-1989) yang sebelumnya mengkritik teori Chamberlin-Moulton juga memberikan beberapa keberatan atas teori Jeans. Keberatan pertamanya mengenai keberadaan bintang masif yang jarang sehingga kemungkinan adanya bintang yang berpapasan dengan matahari pada jarak yang diharapkan sangatlah kecil.

Tahun 1939, keberatan lain datang dari Lyman Spitzer (1914-1997). Menurutnya jika matahari sudah berada dalam kondisi sekarang saat materinya membentuk Jupiter maka diperlukan materi pembentuk yang berasal dari kedalaman dimana kerapatannya sama dengan kerapatan rata-rata matahari dan temperatur sekitar 106 K. Tapi jika harga temperatur ini dipakai dalam persamaan untuk massa kritis jeans, maka massa minimum Jupiter menjadi 100 kali massa Jupiter saat ini.

sumber : The Origin and Evolution of the Solar System (M. M. Woolfson)

artikel terkait :
Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya
Teori Pembentukan Tata Surya Sesudah Newton

Share this entry
33 Comments
  1. Pingback:Teori Pembentukan Tata Surya s.d 1960 « [ simply vie ]

  2. sHeLLy nEv 17

    hmmm ckp bantu juga ney arTikeL

    sELebiHna…NO comMenT dza lah^.^

    Reply
  3. bagussssssssssss

    Reply
  4. deva avrilianie

    pokoknya bagus,berguna bngt pas aku dpat tugas soal tata surya.

    Reply
  5. oom zoel

    Untung ada situs ini…kalo gak pusing juga cari bahan untuk materi pelajaran anak gue….tx

    Reply
  6. Vanessa

    kaci lebih rinci donk

    Reply
  7. vanessa

    alo
    tq ya inform nya

    Reply
  8. glad to know this blog can give u information.

    Reply
  9. Krisna

    Klu bisa kc gmbr proses trjd n penemunya.
    But thanx y….

    Reply
  10. thierra

    cool b9tE!!!!!!!!!!!!!!
    kereNhh!!!!!!!!!!!!

    Reply
  11. Pingback:Teori Capture « [ simply vie ]

  12. githa_sweety

    sngt bgs. dngn pngetahuan tntg tata surya?
    ya wlpun dkt che! tp lmyn kan buat pngetahuan qt. untk slnjt’n tntg ips… dlm tata surya.
    ya kan qta bza knl planet” yg sngt bnyk tuc n bntng” yg indh d’ats cna.

    Reply
  13. ichi

    this program is very bad

    Reply
  14. daniE_ela

    That’s right!!!
    but,,,,
    kLo bisa + rinciannya downk!!
    paya qT lbih n lbih ngerti ttg tata surya…..
    ocK,,enaught!!!

    Reply
  15. tong.................

    wuiiii……………….gile bener

    sayang e gada penjelasan mengenai energi…………..

    tp emang ga nyambung si……..

    hdup GOLKAR

    Reply
  16. Joshenza

    artikelnya keren2 buat nambah pengetahuan…
    thanx bgt ya… :)

    Reply
  17. i_mamz

    baguuuuuuuuuuus

    Reply
  18. Andika

    Yah… lumayan buat menambah ilmu pengtahuan..

    Bikin Otak Encerrrr

    Reply
  19. upik

    kapan bumi ini akan hancur

    Reply
    • tegar

      yang thu hanya than sja kta hnya dpt menunggu sja n menikmati hidup di dunia tp jng lpa kewajiban sbg mnsia

      Reply
  20. tegar

    kbrny thn 2012 akan da meteor jtuh ke bumi n besarnya hampir sma dng bumi pa bnar berita tu?

    Reply
  21. bagus banget tuh opininya

    Reply
  22. Pingback:blog Koran Anak Indonesia memang tidak tahu etika « things left unsaid

  23. thanks bgt am nih artikel. Akhrny klmp0k kami bsa presentasikn tentang teori tata surya.

    Reply
  24. bagus . pas kali buat pr geografi aku . biar puas bu’ epi mukak taik itu . arrrgghh . haha :p

    Reply
  25. mevie

    Trim bgTz Kak..,akHirX q bSa xeLesai’in TugaZ IPA q,,hE,,hehe

    Reply
  26. hmmmmmm lo bza x lbih lengkap yaaaaaaaaaaaaccccccccchhhhhhhhh

    Reply
  27. Pingback:ilmu kealaman dasar « archaver19

  28. lalu bagaimana perbandingan dengan teori adanya planet semesta yang dijelaskan dalam kitab diantaranya al qur’an? apakah ada relevansinya dengan teori yang dikemukakan ilmuwan?

    Reply
  29. bolang

    kece bgt.. sangat membantu tugas gw
    tengkyuuuuuu

    Reply
  30. Pingback:Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya | simplyvie

Leave a Reply

Verse of the Day

The LORD is my shepherd; I shall not want. (Psalm 23:1, ESV)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Coretan lama