merctrans500a.gif

Awal November 2006 atau tepatnya tanggal 8 November, planet Merkurius akan melintasi piringan Matahari. Fenomena yang dikenal sebagai transit Merkurius ini, sebenarnya mirip dengan gerhana matahari, tapi kali ini yang berada diantara Matahari dan Bumi bukanlah Bulan melainkan Merkurius. Ukuran Merkurius yang kecil bila dilihat dari bumi, membuat kita hanya dapat melihat Merkurius sebagai noktah hitam yang bergerak melintasi matahari. Transit Merkurius akan dimulai pukul 19.00 UT (8 November ) atau jam  02.00 wib (9 November) dan transit akan berlangsung selama hampir 5 jam.

Transit Merkurius akan bisa dilihat dari Amerika, Lautan Pasifik, Asia Timur dan Australia. Pengamat di sebagian Amerika akan melihat awal transit, namun Matahari sudah terbenam sebelum transit berakhir. Mirip dengan Amerika, Asia dan sebagian Australia hanya bisa melihat bagian akhir transit ketika Matahari terbit. Daerah dimana seluruh transit bisa terlihat mencakup Amerika Utara, Pasifik Timur, Selandia Baru, Australia bagian tenggara dan Antartika. Transit Merkurius tidak akan terlihat dari eropa, Afrika dan Asia Barat. Di Indonesia, transit Merkurius bisa disaksikan tanggal 9 November pada saat Matahari terbenam sampai akhir proses transit.

Selama terjadinya transit, piringan Merkurius yang kecil, hitam dan bundar akan meluncur perlahan melintasi wajah Matahari. Permukaan yang tertutupi hanya berupa bintik, jadi Matahari tetap saja berbahaya untuk dilihat secara langsung. Nah, untuk melihatnya diperlukan filter dan transit Merkurius akan bisa menjadi pengalaman yang mendebarkan untuk dilihat. Lantas bagaimana mengamati transit tersebut?

Ada banyak cara aman utnuk mengamati Matahari, contohnya dengan menggunakan kacamata gerhana atau dengan menggunakan pinhole projector. Pengamatan menggunakan teleskop bisa dilakukan dengan memakai filter H-alpha.

Sekilas Tentang Merkurius
Merkurius merupakan planet terrestrial terdekat dengan Matahari, planet misterius dimana lebih dari setengah planet tidak kita ketahui. Saat Mariner 10 terbang lintas di Merkurius pertengahan tahun 70-an, ia berhasil memotret hanya 45% permukaan Merkurius yang penuh kawah. Tapi apa yang ada di sisi lain Merkurius? Lebih banyak kawah ? ataukah sesuatu yang sama sekali tidak diharapkan akan muncul? Setiap ornag bebas berspekulasi, namun yang pasti saat ini misi ke Merkurius telah dilaksanakan, dimana pesawat MESSENGER milik NASA akan memasuki orbitnya pada tahun 2011. Â

Dalam mitologi Roma, Merkurius adalah dewa perdagangan, perjalanan dan pencurian (god of commerce, travel, and thievery), dewa yang memiliki fungsi yang sama dengan dewa Hermes, pembawa pesan para dewa dalam mitologi Yunani. Merkurius mendapatkan nama ini karena pergerakannya yang cepat melintasi angkasa dan telah dikenal semenjak milenium ke-3 sebelum masehi. Saat itu, ia diberi dua nama oleh orang Yunani, yakni Appolo untuk kemunculannya sebagai bintang fajar dan Hermes sebagai bintang senja. Pada saat itu astronom Yunani menyadari kedua nama tersebut mengacu pada objek yang sama. Bahkan Heraclitus sendiri mempercayai kalau Merkurius dan Venus bergerak mengorbit Matahari dan bukan Bumi. Â

Karena jaraknya yang sangat dekat dengan Matahari, kecerlangan piringan Merkurius tampak bervariasi jika dilihat dengan teleskop dari perspektif pengamat di Bumi. Teleskop Galileo terllau kecil untuk bisa melihat fasa Merkurius, namun ia berhasil melihat seluruh fase Venus yang menjadi bukti paham Heliosentris. Orbit Merkurius sangat lonjong (0.2), dimana saat perihelion ia hanya berjarak 46 juta km dari Matahari dan pada saat aphelion jaraknya 70 juta km.

Sepanjang era tahun 1880-an, Giovanni Schiaparelli menentukan kalau Merkurius terikat oleh pasang surut Matahari, seperti halnya Bulan yang terikat pada gaya pasang surut Bumi. Tahun 1962, hasil emisi radio dari Merkurius menunjukkan kalau Merkurius tidak terikat oleh gaya pasang surut dengan Matahari. Tahun 1965, Pattengil dan Dyce menentukan periode rotasi Merkurius beradasarkan observasi radar yakni 59 ± 5 hari, dan tahun 1971 Goldstein merevisinya menjadi 58.65 ± 0.25 hari. Pengamatan yang lebih dekat oleh Mariner 10 menunjukkan periode Merkurius 58.646 ± 0.005 hari. Merkurius berotasi 1.5 kali setiap kali mengorbit, dan satu hari di Merkurius panjangnya 176 hari Bumi.

Adakah Air di Merkurius?
Kondisi Merkurius tidak memungkinkan untuk kehadiran air dalam bentuk apapun. Merkurius hanya memiliki sedikit atmosfer dan temperaturnya sangat panas di siang hari. Namun salah satu rahasia terbesar Merkurius adalah materi misterius yang terdapat di kutubnya. Radar dari Bumi berhasil menangkap gema yang kuat dari kawah di kutubnya. Dan penjelasan paling favorit untuk hal tersebut adalah keberadaan es. Temperatur permukaan Merkurius di siang hari bisa mencapai 400o C, sementara temperatur di dalam kawah yang ada di kutub bisa mencapai -200o C. Jika ada komet es yang mendarat di salah satu kawah tersebut atau bahkan yang menyebabkan kawah itu terjadi, es dari komet tersebut akan menguap akibat tabrakan, mengalami pembekuan ulang dan terikat disekitar tempat itu. Tapi bagaimanapun itu hanya teori. Kebenarannya akan menjadi salah satu tugas MESSENGER untuk melakukan pengecekan.

Teka teki lainnya adalah kerutan di planet Merkurius. Para ahli geologi menyebutnya “lobate scarps”. Seperti kerutan pada kismis, lereng ini diperkirakan sebagai tanda-tanda pengurangan, dimana Merkurius mungkin sedang mengalami keruntuhan akibat kontraksi inti besi. Untuk mengecek ide ini, MESSENGER akan melakukan pemetaan bidang magnetik di Merkurius, yang berasal dari inti. Jika inti mengalami keruntuhan, keruntuhan tersebut akan meninggalkan tanda-tanda yang bisa mengungkap rahasia magnetis di planet tersebut. MESSENGER juga akan melihat apakah “lobate scraps” tersebut juga terdapat di sisi lain Merkurius untuk mengetahui apakah ini merupakan fenomena global atau bukan.

Jawaban misteri di Merkurius masih beberapa tahun lagi, namun saat ini kita bisa menikmati kehadiran Merkurius di saat transit.

sumber : Science@NASA , Fred Espenak NASA Eclipse Homepage