DIXI : Misi Lanjutan Deep Impact

Posted by : ivie   31 Oct, 2006

Artist illustration of Deep Impact. Image credit: NASA/JPL/UMNASA hari ini mengumumkan telah menerima proposal dari Universitas Maryland untuk mengirimkan Deep Impact untuk melakukan misi selanjutnya yakni pematan dari dekat terhadap Komet Boethin.

Team dari Universitas Maryland yang memimpin misi Deep Impact yang menabrakan impactor-nya ke komet Tempel 1, Juli 2005 lalu berharap, terkumpulnya informasi baru dari Komet Boethin akan dapat menggabungkan seluruh informasi baru tentang komet menjadi sebuah ide yang kokoh mengenai asal mula komet, pembentukkan dan evolusinya, serta apakah komet memegang peranan penting dalam hal kemunculan kehidupan di Bumi.

Menurut pemimpin misi Deep Impact, Michael ä Hearn, disaat para peneliti menginterpretasikan hasil dari Deep Impact, mereka menyadari betapa pentingnya perbedaan antara komet yang satu dan lainnya.

Pesawat fly-by Deep Impact dan alat-alat yang dibawanya masih dalam keadaan sehat, untuk itu diajukanlah rencana terbang lintas secara langsung ke komet Boethin pada bulan Desember 2007. Tujuan terbang lintas ini untuk menyelidiki apakah hasil yang ditemukan di Komet Tempel 1 merupakan hasil yang unik ataukah hasil yang sama akan ditemukan di komet lainnya. Misi ini merupakan cara efewktif untuk mendapatkan informasi baru yang bisa secara langsung dibandingkan dengan hasil dari Deep Impact dari misi sebelumnya, hasil dari Deep Space 1, Stardust dan hasil dari beberapa misi terdahulu ke komet Halley.

MISI DIXI
Misi baru yang diajukan akan dinamakan DIXI Deep Impact eXtended Investigation. DIXI akan menggunakan pesawat ruang angkasa Deep Impact yang selamat dan tiga instrumen yang masih berfungsi (2 buah kamera warna dan spektometer inframerah).

Komet Boethin saat ini sedang menuju Matahari dari titik terjauhnya yang hampir berada diluar orbit Saturnus. Pada saat pertemuan dengan DIXI, Boethin akan berada di luar orbit Bumi, lebih dekat dengan Matahari dibanding Tempel 1 (berada di orbit Mars) namun pada kisaran jarak yang sama dari Bumi. Misi ini akan melibatkan kerja sama Universitas Maryland, NASA JPL, dan Ball Aerospace & Technologies Corporation.

Salah satu kejutan terbesar dari eksplorasi Komet adalah perbedaan yang besar pada citra permukaan komet. Citra komet Tempel 1 yang diambil tahun lalu memberikan kejutan dalam variabilitas pemrukaannya. Tipe permukaan komet yang berbeda akan membawa kita pada sejarah yang berbeda. Data yang akan didapat DIXI diharapkan bisa membantu para ilmuwan untuk menentukan komposisi dan karakter struktur komet mula-mula. Karena karakter dan komposisi awal ini akan menunjukkan kondisi dan proses yang terjadi 4.5 milyar tahun lalu saat Tata Surya terbentuk. Selain itu juga untuk menentukan karakter dan komposisi mana yang merupakan hasil jejak evolusi (pemanasa, pendinginan, tabrakan dll) yang terjadi pada komet sejak itu.

€œData dari komet akan memberi informasi mengenai asal mula Tata Surya, juga apa yang berperan jika ada. Komet mungkin saja memainkan peran yang penting dalam kaitan munculnya kehidupan di Bumi€, kata Jessica Sunshine, anggota team peneliti Deep Impact, yang akan menjadi kepala investigasi DIXI. Namun yang pertama harus diketahui adalah karakteristik komet yang mana yang merupakan hasil evolusi dan yang mana yang mula-mula.

Kejutan Deep Impact
Deep Impact merupakan percobaan skala besar pertama yang dilakukan pada Komet. Pesawat flyby Deep Impact telah memberikan penemuan yang mengejutkan saat mendekati Komet Tempel 1. Kejutan ini termasuk komposisi ringan yang mengisolir sebagian besar bagian interior komet dari panas yang dialami dipemrukaan, natural outburst yang berkala, perbedaan besar dalam distribusi karbon dioksida dan air, kawah serta kondisi geologi yang mengejutkan, percobaan yang menunjukkan es dibawa permukaan pasti mengalami penguapan (sublimasi) menjadi uap air, dan penemuan awal es (dalam jumlah kecil) di inti komet.

Setengah penemuan di tempel 1 dihasilkan oleh data terbang lintas sebelum tubrukan. Karena itu DIXI akan dapat membawa membawa setengah hasil tersebut dengan kurang lebih 10% biaya Deep Impact.

 

sumber : Press Release Maryland University



astronomy

No comments yet.

Leave a comment

(required)

(required)