Matahari mempunyai diameter sekitar 400 kali lebih besar dari diameter Bulan, sedang jarak Bumi – Matahari 400 kali lebih jauh dari Bumi – Bulan, menyebabkan penampakan Bulan dan Matahari di langit seolah hampir sama besar, yaitu sekitar setengah derajat. Posisi itu juga menyebabkan gerhana Bulan Total (Bulan berada di kawasan umbra Bumi) bisa berlangsung selama 1 jam 47 menit sedang gerhana Matahari Total (bundaran Matahari di langit di blok Bulan bila dilihat oleh pengamat di Bumi yang berada di jalur yang disapu umbra Bulan paling lama hanya sekitar 7 menit.

Kedudukan bidang orbit Bulan mengelilingi Bumi yang membentuk sudut sekitar 5 derajat terhadap bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari menjadi penyebab tidak terjadi gerhana Bulan maupun gerhana Matahari setiap bulan. Namun setiap tahun terjadi gerhana Bulan maupun gerhana Matahari. Jumlah dan jenis fenomena gerhana bervariasi. Jumlah maksimum gerhana Bulan dan gerhana Matahari dalam setahun ada 7 gerhana yaitu 3 gerhana Bulan dan 4 gerhana Matahari atau 2 gerhana Bulan dan 5 gerhana Matahari.

Tidak semua fenomena gerhana dalam setahun bisa diamati dari salah satu titik atau tempat di permukaan Bumi. Pada tahun 2007 terjadi 4 gerhana dengan 2 kali gerhana bulan total dan 2 kali gerhana matahari sebagian. Dua gerhana bulan total dapat disaksikan dari wilayah Indonesia dan dua gerhana Matahari sebagian tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia. Bagi kita yang berdiam di Indonesia akan mendapatkan kesempatan istimewa yaitu berkesempatan mengamati dua gerhana Bulan Total pada tahun 2007 ini.

Musim gerhana pertama tahun 2007 akan berlangsung Gerhana Bulan Total 4 Maret 2007 (GBT – 4 Maret 2007) dan Gerhana Matahari Sebagian 19 Maret 2007 (GMS – 19 Maret 2007). Musim gerhana kedua tahun 2007 akan berlangsung Gerhana Bulan Total 28 Agustus 2007 (GBT – 28 Agustus 2007 dan Gerhana Matahari Sebagian 11 September 2007 (GMS – 11 September 2007).

GBT  4 Maret 2007
GBT pertama tahun 2007 akan berlangsung pada pertengahan bulan Safar 1428 H (3-4 Maret 2007). GBT 3-4 Maret 2007 (di Indonesia GBT – 4 Maret 2007) merupakan Gerhana Bulan seri Saros 123 dan merupakan Gerhana Bulan ke 52 dari 73 GB seri Saros 123. Pada waktu gerhana Bulan berlangsung, kedudukan Bulan di arah rasi Leo dan Matahari di arah rasi Aquarius. GBT – 4 Maret 2007 ini dapat disaksikan bagi pengamat yang berada di wilayah Indonesia. Pada saat Bulan terbenam, Bulan dalam keadaan gerhana.

GBT 3 Maret. Sumber NASA

Jadual gerhana GBT – 4 Maret 2007 adalah sebagai berikut :

  1. Bulan memasuki Penumbra pada hari Ahad tanggal 4 Maret 2007 dinihari jam 03:16 wib. Sekitar 1 jam 14 menit kemudian yaitu pada tanggal 4 Maret 2007 jam 04:30 wib.
  2. Bulan memasuki Umbra Bumi, momen tersebut pertanda dimulainya gerhana Bulan Sebagian.
  3. Sekitar 1 jam 14 menit kemudian yaitu pada tanggal 4 Maret 2007 jam 05:44 wib seluruh Bulan memasuki Umbra Bumi pertanda dimulainya gerhana Bulan Total.
  4. GBT akan berlangsung selama 1 jam 14 menit atau GBT berakhir pada tanggal 4 Maret 2007 jam 06:58 wib.
  5. Seluruh Bulan meninggalkan umbra pada tanggal 4 Maret 2007 jam 08:12 wib dan seluruh Bulan meninggalkan penumbra pada tanggal 4 Maret 2007 jam 09:25 wib.

Lama GBT 1 jam 14 menit, bukan tergolong yang paling lama. GBT yang pernah berlangsung pada 16 Juli 2000 dengan lama GBT 1 jam 47 menit tergolong GBT yang terlama dalam selang selama 2 abad antara tahun 1900 hingga tahun 2100.

wilayah yang mengalami GBT. sumber : NASA

GBT 3-4 Maret 2007, awal gerhana dapat disaksikan di Afrika, Eropa, beberapa kawasan Asia, Indonesia, barat Australia, Queen Maud Land di Antarctica, sebagian timur amerika Selatan, Greenland, lautan India, Selatan lautan Atlantik, dan timur Utara Lautan Atlantik.

Akhir gerhana Bulan Total dapat disaksikan di Afrika, Europa, barat Asia, Queen Maud Land di Antarctica and Semenanjung Antarctic , Selatan Amerika, bagian timur Amerika Utara, Greenland, lautan Atlantic, barat lautan India, dan timur lautan Pasifik Selatan.

Mudah – mudahan bagi kita di Indonesia ada kesempatan melihat wajah Bulan Purnama yang sedang gerhana di sela-sela awan tebal di musim hujan di Indonesia. Gerhana Bulan tidak berbahaya untuk dilihat secara langsung dan relatif mudah untuk diabadikan dengan teleskop kecil yang dilengkapi dengan kamera yang sederhana. Cari lokasi di barat kira – kira 15 derajat di utara titik lokasi Matahari terbenam (kalau kita menghadap ke barat arah tangan kanan adalah arah Utara) harus cukup lapang tidak ada halangan bangunan atau pohon agar bisa menyaksikan gerhana Bulan sampai bulan terbenam.

GMS – 19 Maret 2007
GMS – 19 Maret 2007 merupakan gerhana Matahari seri Saros 149 dan merupakan Gerhana Matahari ke 20 dari 71 GM seri Saros 149. Pada waktu gerhana Matahari berlangsung kedudukan Bulan dan Matahari berada di arah rasi Pisces (dekat perbatasan Aquarius). GMS – 19 Maret 2007 dapat disaksikan di kawasan Cina, Asia Tengah, Jepang, India. GMS – 19 Maret 2007 tidak dapat disaksikan bagi pengamat yang berada di wilayah Indonesia.

Bandung, 27 Februari 2007
Dr. Moedji Raharto
Kelompok Keahlian Astronomi FMIPA ITB