Journal

-- the pilgrim journey --

Home / notes / Menulis tulisan ilmiah populer
May 11 2007

Menulis tulisan ilmiah populer

Hari ini ada lokakarya menulis bersama pak Ninok Leksono (redaktur senior kompas)… hmm kesempatan nih buat ngerti gimana menulis tulisan ilmiah populer dengan baik. Walaupun udah bukan mahasiswa lagi tapi saya masih diperbolehkan ikut bahkan boleh ikutan makan gratis hehehe.. ah lumayan…

Jam 1 siang acara dimulai dan pak Ninok mulai bercerita tentang perjalanan beliau sebagai alumni as-75 sampai akhirnya mengakar di kompas. Yang menarik, sempat disebutkan.. jangan mengejar kesempurnaan tapi kejarlah kemajuan. Iya kemajuan, karena ternyata menulis ilmiah populer itu punya tantangan yang cukup berat. a little bit tricky.

Kita tidak boleh menganggap remeh pembaca dalam artian jangan karena menganggap tulisan itu populer lantas bisa dibikin yang sederhana tapi tidak dalam dan tidak dikaji dengan baik. Dan kita juga tidak bisa menganggap pembaca memiliki tingkat pemahaman yang setaraf dengan kita.. so bagaimana memadukan keduanya untuk menjadi sebuah tulisan yang menarik? hmm… saya juga masih dalam tahap belajar….

Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah bahasa. kalau di koran ada standar yang harus dipenuhi, maka pergeseran atau perkembangan media penulisan yang merambah dunia blog memberi nuansa baru dalam penulisan. Bahasa yang digunakan jadi lebih fleksibel dan mudah dicerna bahkan terkesan tidak memenuhi kaidah bahasa indonesia. Nah sekarang bagaimana menuliskan bahasa ilmiah secara populer kepada masyarakat? Ini menjadi tantangan tersendiri, apalagi banyak sekali istilah asing yang masih sangat sulit ditemukan padanannya dalam bahasa indonesia. Salah memberi padanan kata tidak hanya memberi kerancuan arti dari tulisan tapi bisa jadi menimbulkan salah kaprah terhadap masalah tersebut.

well itu sih tentang penulisan itu sendiri.. tapi apakah setiap orang bisa menulis? ada yang berbakat menulis namun ada juga yang dilatih untuk bisa menulis. Dunia sains yang saya geluti menuntut kita untuk bisa menulis paper ilmiah, dan hal ini ternyata tidak mudah karena seringkali saya mengalami kesulitan dalam pemaparan data dan penyampaian analisis yang bisa dipahami oleh pembaca. Bahkan kadang walaupun hasil penelitian sudah ada, analisis yang ingin dibuat juga terbayang…..tapi mood buat nulis itu malah nggak ada. Rasanya semua yang ingin disampaikan tidak bisa dirangkai dalam sebuah susunan kalimat yang bisa dipahami. Hal yang sama juga dialami ketika mencoba menulis tulisan yang populer….nah bagaimana mengatasinya?

Yang perlu dilakukan adalah tuliskan saja apa yang ada didalam pikiran dan keep on writing walaupun rasanya sangat berat. Dengan demikian akan melatih kita berdisiplin juga dalam menulis. Dengan terus menerus menulis kita akan terus belajar untuk lebih baik dan lebih baik lagi. Menulis juga merupakan ajang untuk belajar ketika kita melakukan riset singkat mengenai topik yang akan dituliskan.

Hal lain yang ditekankan juga dalam materi lokakarya tersebut adalah, ketika menulis berikanlah yang terbaik. Yang terbaik bukan berarti sempurna karena kadang ada tenggat waktu yang harus dipenuhi. Kalau menunggu sempurna bisa-bisa beritanya sudah basi. Yang pasti.. untuk mendapatkan hasil terbaik memang harus selalu melakukan cek dan ricek.

Sebenarnya masih banyak yang disampaikan dalam lokakarya tersebut, namun karena saya sendiri dengernya sambil mencoba memecahkan masalah luminositas di Stargen yang nyeleneh.. maka cuma ini impresi yang bisa saya paparkan mengenai acara tersebut. Acara diakhiri dengan menulis singkat mengenai dua topik yang sedang hangat yakni super Bumi aka Gliese 581 c dan Supernova (SN 2006 gy).

so keep on writing………..

Share this entry
1 Comments
  1. Wah, ditulis di blog! Gue yah saking pengen nulis ini itu tapi kepikiran tesis mulu jadi ga nulis2 buat blog. Penting gitu yee. Hehee. Penting buat menyalurkan seliweran ungkapan2 di kepala *halah*

    Pas workshop, saking niatnya, gue nggak kelar dlm waktu setengah jam. Baru mpe pendahuluan hahaha. Payah gua :p

    Stuj banget! Keep on writing 😉 Sudah luntur euy kebiasaan nulis apa aja (termasuk diary hihihi).

    Reply

Leave a Reply

Charm is deceptive, and beauty is fleeting; but a woman who fears the Lord is to be praised.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: