Journal

-- the pilgrim journey --

Home / astro / Langitselatan, Membangun Kesadaran Astronomi di Indonesia
Jul 13 2007

Langitselatan, Membangun Kesadaran Astronomi di Indonesia

Kuliah di astronomi? wah bisa ngeramal nasib dong!

Itulah reaksi yang umum ditemui ketika berbicara tentang astronomi. Saat mendengar kata astronomi, orang akan langsung mengasosiasikannya dengan astrologi, karena astronomi masih kurang dikenal dan dipahami masyarakat. Bagi masyarakat, astronomi itu ilmu yang mengawang-awang. Padahal tanpa disadari perjalanan kehidupan manusia tak pernah lepas dari ilmu klasik yang satu ini.

Kalender, penentuan hari keagamaan dengan melihat bulan baru (hilal), penentuan tahun baru berdasarkan Matahari dan Bulan, perubahan iklim, merupakan sebagian kecil dari pemanfaatan astronomi dalam kehidupan. Tidak hanya itu, astronomi dalam berabad–abad perkembangannya juga mempengaruhi peradaban bangsa-bangsa. Di Mesir, konon penempatan piramid disusun mengikuti pola rasi bintang Orion. Sementara bagi bangsa afro-amerika, rasi Ursa Mayor atau Biduk Besar memberi jasa yang tidak sedikit dengan menjadi petunjuk arah utara saat mereka melarikan diri dari perbudakan di daerah selatan sebelum pecah perang saudara.

Dalam pelayaran dan pertanian, rasi bintang memegang peranan penting untuk menjadi petunjuk arah dan penanda waktu bercocok tanam. Bagi pelaut, bintang Polaris dan rasi bintang crux merupakan petunjuk navigasi arah utara dan selatan. Sementara bagi petani di Sukabumi, rasi Orion (waluku) dan bintang tujuh (Pleiades) digunakan sebagai penanda waktu bercocok tanam. Di Indonesia, keingintahuan akan fenomena astronomi terbilang cukup tinggi terlihat saat peristiwa konjungsi terdekat planet Mars, Planetarium Jakarta dan Observatorium Bosscha diserbu ribuan pengunjung yang ingin menyaksikan peristiwa langka itu. Keingintahuan juga muncul terkait topik, apakah Bumi mengelilingi Matahari, mengapa Pluto bukan lagi planet, atau apa itu planet layak huni? Benarkah planet layak huni artinya kita bisa hidup disana, dan masih banyak lagi.

Menyadari kebutuhan informasi astronomi bagi masyarakat, tahun 2004 kami membangun portal centaurusonline dan mencetak satu edisi majalah Centaurus pada tahun 2005. Setelah centaurusonline dihentikan, kami beralih ke format blog pada medio Maret 2007. Langitselatan merupakan media informasi dan edukasi astronomi secara populer. Nama langitselatan dipilih karena kita berada di bawah naungan langit Selatan yang uniknya tidak banyak dikenal orang dibandingkan langit Utara yang astronominya sudah berkembang pesat. Tidak dipungkiri negara seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa sudah mampu membangun eksplorasi ruang angkasa. Bagaimana dengan Asia, Asia Tenggara, dan lebih spesifik lagi dengan Indonesia?

Observatorium Bosscha dan Astronomi ITB yang dikenal sebagai pilar astronomi di Asia Tenggara, sudah tidak sendiri. Geliat astronomi terlihat dengan dibangunnya observatorium di Malaysia dan Thailand. Pengiriman dua astronot Malaysia ke ISS juga menjadi langkah awal pembangungan space sciences di Malaysia. Tahun 2008 rencananya akan diresmikan jejaring kerjasama astronomi di Asia Tenggara. Di tahun yang sama, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah IOAA (International Olympiad in Astronomy and Astrophysics) yang kedua. Ironinya, Observatorium Bosscha saat ini masih terus menggalakkan program “saving Bosscha” dari pembangunan kawasan pembangunan Bandung Utara.

Bagaimana dengan sosialisasi astronomi di masyarakat dan dalam pendidikan? Astronomi sudah menjadi bagian dari kurikulum pendidikan untuk jenjang SD sampai dengan SMU. Namun sayangnya kemampuan pendidik untuk mentransfer ilmu astronomi kepada siswa masih minim. Nah, untuk menjembatani penyampaian informasi yang benar secara populer, langitselatan yang dimotori anak-anak muda berlatar belakang pendidikan astronomi hadir memperkenalkan konsep fun astronomy pada masyarakat.

Sejak medio maret 2007, langitselatan tidak hanya berkembang sebagai media online tapi juga pembentukan komunitas, melalui forum langitselatan dan kegiatan public outreach seperti Star Party. Untuk periode mendatang, langitselatan juga akan membangun komunitas astronomi untuk anak-anak. Diharapkan dengan memperkenalkan astronomi sejak dini, akan terbangun awareness terhadap astronomi.

tulisan ini telah dimuat dalam rubrik Tentang, Media Indonesia, Rabu 11 Juli 2007

Share this entry
5 Comments
  1. Kopral Jono

    Untuk membangun kesadaran astronomi di indonesia , salah satu langkah strategis sepertinya dengan membangun Pro Kontra Kajian hal Geosentris dan Heliosentris oleh masyarakat dan untuk masyarakat .

    Reply
    • sayang sekali kalau anda beranggapan Pro Kontra Geo-Helio itu dibangun untuk membangun kesadaran astronomi. Karena pada kenyataannya pro-kontra itu masih ada dan merepresentasikan kurangnya pemahaman fisika dasar.

      dan pro – kontra geo – helio justru muncul di Indonesia pd thn 2006 saat sebuah buku ttg pembuktian geosentris diterbitkan oleh seorg ulama, yg memicu terjadinya perdebatan dimana2. dan kami sebagai astronom justru ingin memberi informasi yg benar.

      Reply
  2. Kopral Jono

    Setuju mbak ivie , yah itu kenyataan umum masyarakat ,masa kini ilmu kedokteran sangat modern , tetapi pengobatan paranormal jalan terusss, dan jika dokter mendatangi paranormal untuk berobat sakit itu sudah umum , tetapi itu kenyataan sekarang ya mba ivie .., tetapi tidak bisa di cap cermin rendahnya pengetahuan pengobatan di masyarakat khan ? .. begitu juga astronom yang benar dan yang salah … hehehehehe ….

    Reply
    • kesimpulan rendahnya pengetahuan fisika dasar bukan sekedar cap yg diberikan tp dari hasil diskusi panjang yg sudah dilakukan.

      bicara tentang pengobatan jelas itu ada banyak hal yg menyebabkan masyarakat untuk tidak datang pada kedokteran modern. ada kultur sosial dll. dan itu tugas dokter dan para petugas medik untuk bisa menyadarkan masyarakat mengenai hal itu. saya belum pernah punya diskusi mengapa org memilih pengobatan alternatif jd saya tidak akan memberi jawaban apapun. tp saya tau ada org yg memang demikian karena dokter tidak bisa memberi jawaban akan dunia “roh” yg dia yakini. sampai sini I will say.. no comment for that.

      tapi mengenai astronomi.. masyarakat memang punya pendapat dan keyakinan sendiri untuk disampaikan dan didiskusikan. karena astronomi bukan seseuatu yg supra natural atau suatu keyakinan yg ga bisa dibuktikan. dan pada kenyataannya ada hasil pengamatan yg tidak bisa dibantah. dan setelah didiskusikan, ternyata pro-kontra yg umumnya terjadi di indonesia memang punya masalah mendasar yg bukan sekedar apa yg dipercaya. tapi karena memang ada ketidakpahaman mengenai mengapa “heliosentris” itu yg terjadi dan bukan geosentris. dan semua ini kembali pada pemahaman dasar2 fisika.

      Reply
  3. Kopral Jono

    Ok. saya sependapat , hanya masyarakat umumnya jika berobat ke alternatif paranormal juga suka diramal/konsultasi obat & astrologi.
    Fisika itu ada sebelum manusia ada , dan adanya kepastian diawali dengan ramalan , contohnya jika anda ditanya ; “Berapa jaraknya bumi dan langit??” , saat anda menjawab sekian ribu tahun cahaya misalnya , pasti jawaban anda itu adalah ramalan bahkan mungkin khayalan , sebab tidak ada alat canggih yang dapat mengukurnya , sesuatu yang sulit dipikirkan maka solusinya dikembalikan ke hati yaitu keyakinan dan hal itu manusiawi , sebab alam semesta dikaji manusia dengan Otak (fisika) dan dengan Hati/keyakinan (metafisika) , tetapi pendapat anda benar dan anda layak dapat bintang , …. hehehehehe ….

    Reply

Leave a Reply

For the Lord gives wisdom; from his mouth come knowledge and understanding.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: