Journal

-- the pilgrim journey --

Home / traveling / Trip to Athens : CAP Meeting
Nov 5 2007

Trip to Athens : CAP Meeting

hotel2 Hmm.. rada basi deh kayaknya tulisan saya ini. Cuma baru moodnya sekarang sih.. so mau lanjutin dulu kisah perjalanan di athena selama libur lebaran tahun ini. Setelah istirahat semalam di hotel, paginya saya bangun dalam kondisi yang segar.. apalagi ditambah udara kota Athena yang menyegarkan. Jam 7 pagi saya turun ke restoran untuk sarapan, dan memilih sebuah meja di sudut ruangan. Asik juga bisa makan sambil memperhatikan seisi ruangan dan kesibukan masing-masing orang. Tak lama, saya pun mendapat teman semeja yang ternyata dari Tazmania dan Afrika Selatan. Sedangkan 2 pria yang di meja seberang saya pun mulai memperkenalkan diri berasal dari China, dan Hong Kong. Ga nyangka sarapan pagi itu yang awalnya saya pikir akan saya lewati dalam kesendirian justru mendapat beberapa kenalan baru.

zeus Setelah sarapan, jam 8 pagi bus yang akan menjemput menuju lokasi konferensi sudah tiba dan kami pun berangkat. Dalam perjalanan, saya benar-benar bisa menikmati suasana kota Athena yang walaupun ramai dan padat sepeeti Jakarta, khas ibukota, namun penuh suasana magis tempo dulu. Bangunan yang berpilar, situs arkeologi yang dilewati memberi nilai tersendiri akan keindahan Athena. Temple of Olympian Zeus lah yang paling menarik perhatian saya sepanjang perjalanan pagi itu.

Tiba di lokasi, kami pun harus melakukan daftar ulang dan mulailah acara perkenalan antar peserta. Setelah daftar ulang, saya langsung memasang poster milik Pak Taufiq di ruang poster dan setelah itu bergegas masuk aula utama karena acara pagi itu akan dimulai.

registrationposter

Acara hari pertama dimulai dengan pembukaan dan diisi oleh laporan dan kemajuan rencana International Year of Astronomy 2009 (IYA2009). Lebih tepatnya hari pertama merupakan acara sosialisasi IYA2009 pada seluruh peserta. Melalui IYA, diharapkan astronomi dapat lebih humanis, dan alam semesta bukan lagi sesuatu yang asing dan mengawang-awang tapi dapat disosialisasikan dengan lebih baik di bumi ini. Yang paling menarik buat saya saat didemo jaringan penyajian atlas alam semesta 3D dari beberapa negara. Terpikir, duh ini barang -barang mahal kapan yah bisa kita beli di indonesia? Mimpi kali ye. Hal menarik lainnya adalah presentasi Noreen mengenai penyajian gambar bagi mereka yang mengalami kebutaan. Gambar-gambar yang akan membuat mereka dapat merasakan dan menikmati keindahan gambar-gambar astronomi yang tak akan bisa mereka lihat dengan mata mereka. Pekerjaan Noreen bisa dilihat di www.youcandoastronomy.com

Acara hari pertama diakhiri dengan light dinner yang disponsori oleh Sky-skan dan pemutaran beberapa planetarium show. Malamnya di hotel, walau lelah tapi rasanya benar-benar puas. Banyak sekali pengalaman yang kudapat hari itu.

galileoscope Keesokan harinya, konferensi hari kedua dimulai dengan cerita mengenai rencana IYA di berbagai negara. Kesulitan yang dialami setiap negara maupun ide-ide gila dan menarik dipaparkan untuk pelaksanaan IYA di berbagai negara. Bahkan ada astro terapi dan pembacaan puisi astronomi yang akan dilangsungkan di Serbia. Di Jepang… seperti yang sudah saya duga mereka tak jauh dari komik dan pemodelan teleskop mini. Selain itu acara hari itu diisi juga dengan materi pengaruh sosial astronomi di masyarakat dan bagaimana membangun ketertarikan dan kesadaran akan astronomi pada anak-anak yang dilakukan oleh UNAWE.

acropolis1Tepat jam 5.30 sore… acara berakhir dan seluruh peserta pun berangkat menuju Acropolis of Athens. Acara yang ditunggu sepanjang hari ini. Sayangnya…. nyampe di Acropolis rombongan kami gak bisa masuk karena ada masalah keamanan di dalam. Akhirnya kami pun hanya bisa kecewa dan memotret dari luar. Nyebelin banget rasanya. tapi mau gimana lagi. Ini foto-foto rombongan yang gagal masuk Acropolis dan akhirnya malah milih naik ke bukit didekatnya untuk mengisi waktu sekedar bercerita dan berfoto.

acropolis2 acropolis3

Yang menyenangkan saat tiba di Acropolis saya sempat menyapa Sarah Levin dari UNAWE dan bisa bercerita dan berbagi pengalaman mengenai kegiatan langitselatan berama anak-anak di Indonesia. Dia antusias banget mendengarnya, bahkan menjanjikan untuk mempertemukan saya dengan Carolina. Tapi yang paling asik saat kami saling berdiskusi dan bertukar ide tentang bagaimana membawa astronomi pada anak-anak dan membiarkan daya kreativitas mereka berkembang dan tidak mematikan daya imajinasi mereka. Panggung boneka dan budaya menjadi salah satu bahasan kami sore itu.

obs museum

Walau gagal mengunjungi Acropolis, sore itu kami dibawa ke Observatorium tua dan museumnya tak jauh dari Acropolis. Disana….saya bisa menikmati acropolis di waktu malam.. bener-bener suasana yang romantis. andaiiiiiiiiiiiiii…..hahaha…. nah karena ingin mengabadikan acropolis di malam hari, saya pun naik ke balkon paling atas.. eh bukan balkon tapi sisian di atap museum (nekat!). Tapi karena rada grogi akhirnya foto yang dihasilkan ancur semua. Sampai kemudian ada yg nyapa katanya, “you better use tripod or something steady for your camera”. Hmm rasanya sih bukan karena tripod tapi mang gue juga grogi.. sial lagi bagus-bagusnya malah takut ketinggian. Akhirnya saya meminta Carter dari American Museum untuk mengabadikan Acropolis untuk saya.

acropolisatnight

Setelah itu kami terlibat obrolan seru mengenai Atlas 3D yang dia presentasikan sehari sebelumnya, tentang Indonesia dan asia tenggara. Bahasannya memang tak jauh dari astronomi, budaya dan sejarah. Harusnya gue belajar sejarah kuno lebih banyak.. malu2in .. org lain lebih tau sejarah Indonesia dari gue!.

dinner Karena keasikan ngobrol kami baru sadar kalau rupanya rombongan di atap inilah yang tersisa dan kami sedang ditunggu karena seluruh rombongan akan berangkat untuk conference dinner di hotel. Jam 8 malam conference dinner dimulai di roof garden salah satu hotel (lupa itu hotel acropolis apa bukan). Makan malam ditemani oleh musik yang lembut dan pemandangan acropolis di malam hari. So sweet. Acara berakhir tepat pukul 12 malam. Nyampe hotel saya langsung terkapar lelap… sampai pagi.

batik Hari ketiga dan keempat konferensi lebih banyak diisi dengan materi penyampaian astronomi pada masyarakat melalui visualisasi gambar, games, budaya, kerajinan tangan, pemberian penghargaan astronomi sebagai sarana populerisasi di masyarakat dan melalui media film dan blog. Youtube, itunes menjadi sorotan sebagai media yang efektif dalam memperkenalkan astronomi di masyarakat. Selain itu, media batik astronomi di Malaysia juga menjadi daya tarik bagi para peserta konferensi. Sempat terpikir kenapa kita di indonesia ga pernah terpikir media seperti itu?

Nah di hari keempat saya harus mempresentasikan materi saya. Walau sudah latihan selama seminggu tapi tetap saja final touch alias materi final yang bener-bener hasil rombakan disana sini baru selesai semalam sebelum presentasi. what a habit. Dan saya masih kesulitan memenuhi waktu 12 menit. Pasti kelebihan…

mytalk Walau grogi bukan main di depan, namun presentasi akhirnya berlangsung baik walau sempat terbata-bata karena saya sempat amnesia mendadak tentang struktur kepulauan dan geografi Indonesia. Dudul bangetlah… tapi akhirnya slide selanjutnya yang berisi blog sebagai media populerisasi dan edukasi astronomi bisa saya paparkan dengan baik.

Satu hal yang saya selalu doakan, materi yang saya bawakan bukanlah materi yang hebat namun saya percaya saya tidak datang untuk hal yang sia-sia dan kalau Tuhan ijinin saya presentasi tentu Dia ingin supaya semua orang tau mengenai kondisi yang kami hadapi di Indonesia. Dan sepertinya materi dan fakta yang dihadapi oleh langitselatan cukup membuat kaget para pendengar bahkan mereka sempat mengangkat topik tersebut dalam diskusi khusus jelang akhir konferensi. Fakta apa? rekan-rekan dari berbagai negara cukup kaget saat tau bahwa Heliosentris vs Geosentris masih menjadi perdebatan di Indonesia dan masuk dalam hot topic di blog langitselatan.

tent2thetent

Selain hot topik di langitselatan, penggunaan tenda dome anak-anak sebagai pengganti inflatable dome untuk mobile planetarium juga menjadi daya tarik tersendiri. Teman-teman dari berbagai negara menganggapnya sebagai ide kreatif. hehehe memang kita harus kreatif sih kalau ga punya dana buat beli dome benerannya. Yang tidak saya sangka, setelah presentasi, ada rekan yang menghampiri dan mengajak kerjasama dalam bidang edukasi.. wuahh…. asli terkaget-kaget.

groupphoto_small

Akhirnya CAP conference pun berakhir dan menyisakan kenangan serta ide-ide baru yang dibawa pulang masing-masing peserta untuk diaplikasikan di negara masing-masing.

and for me…. konferensi memang berakhir tapi masih ada 5 hari lagi untuk bertualang sebelum kembali ke Indonesia.

 

Laporan perjalanan CAP 2007 bisa juga dibaca di sini n sini juga
Kredit foto : batik Malaysia (Lau Chen Chen ppt),
foto grup CAP (cap doc)

Share this entry
8 Comments
  1. wah, setelah athens apa lagi nih?
    kayaknya asik banget yah ke luar negeri…

    Reply
  2. setelah athens? hmm apa yah.. ga tau.

    Reply
  3. wow… that’s quite an experience. btw, sama ikut CIBFest ya.. =)

    Reply
  4. andi kuswendi armawinata djatisunda

    LANJUTKAN…..!!!!!!!

    Reply
  5. Pingback:Just Believe | SimplyVie

  6. Kopral Jono

    Bersukurlah say … ternyata Geosentris VS Heliosentris ada hikmahnya juga bagi peserta IYA ? … soalnya aku nih pro Geosentis lhoo ..?? …hehehehehe …..

    Reply
  7. Pingback:Oral vs Poster | avivah.co

Leave a Reply

For to us a child is born, to us a son is given, and the government will be on his shoulders. And he will be called Wonderful Counselor, Mighty God, Everlasting Father, Prince of Peace.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: