Journal

-- the pilgrim journey --

Home / astro / Teori Nebula Matahari
Dec 3 2007

Teori Nebula Matahari

Telah menjadi bukti di tahun 1960-an kalau banyak tanda di meteorit sedah dapat dipahami sebagai akibat dari kondensasi uap air panas. Sejumlah studi teoretik dilakukan terkait dengan tahapan kondensasi dari materi yang membentuk Tata Surya. Hasilnya pendinginan terjadi pada temperatur dan tekanan yang beragam. Hal ini semakin memperkuat ide materi di awal terbentuknya Tata Surya berada dalam bentuk gas panas. Tahun 1972, Safronov mempublikasikan teorinya tentang pembentukan planet dari materi-materi hamburan. Nah, meskipun hasil dari Safronov ini mengindikasikan jangka waktu yang sangat panjang dalam pembentukan planet-planet, namun model yang ia berikan menjadi sebuah struktur yang baik dalam memecahkan permasalahan skala waktu pembentukan.

Dengan latar belakang model dari Safronov, terjadi kebankitan kembali teori dualistik Laplace, yang menyebutkan pembentukan Matahari dan planet-planet terjadi secara spontan dari bola gas dan debu yang berputar lambat. Perbedaan teori ini dengan teori sebelumnya adalah, teori baru ini bisa mengatasi masalah yang ada dalam teori sebelumnya. Semenjak itu berbagai studi dilakukan untuk menelaah Teori Nebula Matahari. Teori ini juga menjadi paradigma paling dominan dalam cosmogony sepanjang dekade terakhir abad 20. Mdel ini masih dalam pengembangan dan belum benar-benar mencapai tahap kesepakatan terhadap peristiwa yang membentuk Tata Surya sampai keadaan sekarang. Namun ada beberapa ide besar yang dominan digambarkan dalam teori nebula matahari ini.

Ide awal muncul dari Cameron yang pada tahun 1978 menyatakan salah satu kesimpulan awal bahwa Disuatu tempat di nebula matahari, dimanapun keluar dari orbit Merkurius, temperatur dalam nebula matahari yang tidak diganggu cukup tinggi untuk dapat melelehkan materi padat dalam butiran antar bintang.

Problem terbesar dari teori Laplace adalah distribusi momentum sudut. Pada saat nebula terbentuk, momentum sudut akan ditransfer dari bagian dalam materi yang terkondensasi ke bagian piringan yang terbentuk di bidang ekuatorial. Sejumlah kemungkinan mekanisme juga diberikan untuk memecahkan bagaimana transfer momentum sudut itu terjadi :

  1. Turbulensi (perputaran) viskositas didalam piringan
  2. Efek gravitasional yang mengacu pada pembentukan lengan spiral di piringan
  3. Interaksi antara materi terionisasi yang meninggalkan area pusat dan bidang magnetik yang terbentuk didalamnya.
  4. Transport momentum sudut oleh gelombang yang terjadi di dalam piringan.

Dalam teori Nebula Matahari, titik awal pembentukan planet terjadi saat sebagian besar piringan terdiri dari komposisi gas dengan 1 – 2% materi padat dan temperatur yang semakin dingin dengan pertambahan jarak.

Pada beberapa versi awal teori ini, piringannya cukup masif sekitar 1 massa Matahari dengan kerapatan dan temperatur didalamnya seperti yang ada di daerah Jupiter dan memenuhi kriteria Jeans. Piringannya sendiri tidak stabil secara gravitasi sehingga planet gas raksasa akan terbentuk secara spontan. Masalahnya planet yang akan dibentuk sangat banyak, sehingga para peneliti meninggalkan teori ini. Pemecahan yang diberikan kemudian adalah massa piringan hanya berkisar antara 0.01 – 0.1 massa Matahari. Kondisi ini konsisten dengan hasil pengamatan dan planet yang terbentuk juga harus melalui proses akresi.

Akresi planet terrestrial (kebumian) dan inti padat plant gas raksasa diasumsikan terjadi dalam 2 tahap. Tahap pertama melibatkan pembentukan planetesimal. Planetesimal (ukuran ratusan meter sampai puluhan kilo meter) merupakan kumpulan debu yang membentuk lapisan tipis di bidang piringan. Pada kondisi ini keadaan sangat tidak stabil dan kondensasi materi padat di dalamnya akan membentuk planetesimal. Pada setiap area cincin nebula, akan ada satu objek yang dominan dan kemudian menangkap dan mengakresi planetesimal disekelilingnya membentuk sbeuah objek baru. Jika inti planet gas sudah terbentuk, ia akan mulai menarik gas di nebula untuk membentuk planet gas. Proses ini terjadi dalam waktu yang cukup singkat sekitar 105 tahun.

Untuk pembentukan satelit, tidak ada teori yang spesifik selain satelit merupakan objek yang terbentuk dengan mekanisme sama dalam skala ukuran yang lebih kecil. Karena itu, keruntuhan proto-planet harusnya membentuk piringan pada bidang ekuatorial dan kondensasi proto-satelit akan juga terbentuk didalamnya.

Hal-hal penting dan permasalahan yang dihadapi Teori Nebula Matahari, antara lain :

  1. Teori ini merupakan teori monistik yang secara simultan berurusan dengan pembagian massa dan momentum sudut.
  2. Beberapa mekanisme atau kombinasi mekanisme harus ditunjukkan untuk dapat mentransfer momentum sudut yang cukup dari Matahari yang berkondensasi ke piringan.
  3. Harus juga ditunjukkan kalau planet akan terbentuk pada skala waktu yang sesuai dengan masa hidup piringan yang sudah diamati ( < 107 tahun)
  4. Kelebihan materi piringan yang tersisa setelah pembentukan planet harus dibuang.
  5. Model ini hanya memprediksikan sistem planar, maka kemiringan sumbu putaran Tata Surya harus dapat dijelaskan.

sumber : The Origin and Evolution of the Solar System (M. M. Woolfson)

Share this entry
19 Comments
  1. apa yang di maksud teori nebula?

    Reply
    • DENTA

      APKAH YANG DIMAKSUD TEORI NEBULA?

      Reply
      • DENTA

        APA ADA TEORI YANG LEBIH CANGGIH DARI PADA TEORI NEBULA?

        Reply
    • lillis kusdiantiningsih

      nebula adalah kabut terang diatas sana yang nampak seperti bintang

      Reply
      • lillis kusdiantiningsih

        adakah teori tata surya yang tidak melibatkan nebula didalamnya

        Reply
      • apakah itu benar apa yg dimaksud dengan teori nabula adalah sejumlah kabut yg menyerupai bintang….?

        Reply
  2. teori nebula itu teori tentang pembentukan tata surya. Teori ini menyebutkan Bintang dalam hal ini matahari dan planet-planet terbentuk secara spontan dalam awan gas

    Reply
  3. batara

    mbak ivie,,, aku pusing nih…. tlong donk urutkan teori2 pembentukan alam semsta dgn lengkap dan dgn rinci….please….help

    trimakasih

    Reply
    • silahkan diurutkan sendiri kan sudah ada timelinenya di dalam setiap tulisan. Atau kalau mau lebih lngkap silahkan baca buku referensinya.

      Reply
      • Danieldavid

        Mbak, aku ada tugas tentang realitas teori kabut’planetesimal,pasang surut,awan debu bisa dijelaskan jawabannya.thanks

        Reply
  4. batara

    oy mbak klo bsa jwabannya kirimkan ke e-mail aq aja ya….
    thanks.!!!

    Reply
  5. kopikopi kusuka

    heey mbak ;p aku lagy ada disuruh tugas nih ttang teori nebula .
    maksudnyaa apa yaa mbak . truus mengenai apa ? apa yg menyebabkan teori nebula itu terjadi ? tolooong yaaa ..

    Reply
  6. titian

    mbak, kalo menurutku..
    artikel ini memang bagus..
    tapi msh terlalu kpd view di sejarah “mix” dgn nebular theory, sbnarnya lbh mudh dipahami apabila dibuat step by step ke theory..
    di point no.4 ditulis “Kelebihan materi piringan yang tersisa setelah pembentukan planet harus dibuang.”
    mnrut buku yg sy baca “cosmic Perspective”
    krn pd saat “protosun” tdpt solar wind yg m’hempas keluar debu, maupun material keluar area “terrestrial planet” piringan dpt tbntuk pd planet Jovian itu disebabkan krn adanya satelit dan planet yg tjd gaya tarik menarik (gravitational forces)debu tsb& debu piringan akan trus diganti (replenished),

    Reply
    • karena memang tulisan ini membicarakan ttg sejarah dan isi teorinya. ini resume dr pekerjaan di kuliah kok. saya tidak akan membahas secara astronomis disini. karena smeua tulisan yg mengkaji lebih dalam saya fokuskan di langitselatan.com

      Tulisan2 di blog ini lebih banyak dari kumpulan materi tugas dan pekerjaan selama kuliah yg saya resume ulang. Dan seluruh materi teori tata surya memang lebih berbicara ttg sejarah perkembangan teori pembentukan tata surya sampai dgn thn 60an. selain teori nebula matahari.. dalam perkembangannya ada juga teori nebula matahari yg sudah direvisi. so… teori yg disampaikan ini adalah perjalanan setiap teori.. dan perspektif kekuatan dan kelemahan masng2 teori serta kritik2 yg kemudian timbul.

      Reply
  7. angger

    web situs ini sudah cukup lengkap sehingga saya sangat terbantu dalam hal tugas geografi!!

    Reply
  8. denza amanda

    makasii yya :D
    sangat membantu !

    Reply
  9. nebula ada awan raksasa yg tersusun dari gas helium dan gas ???? yg hancur dan membentuk bintang (matahari ) dan planet2 di tata surya … ini betull soalnya saya sedang mempelajarinya di kelsa..

    Reply
  10. Danieldavid

    Mbak, aku mau nanya realitas darí teori nebulas, planetesimal, awan debu, pasang surut.

    Reply
  11. Danieldavid

    Klo teori planetesimal apa realitasnya

    Reply

Leave a Reply

Verse of the Day

Jesus said to her, "Everyone who drinks of this water will be thirsty again, but whoever drinks of the water that I will give him will never be thirsty again. The water that I will give him will become in him a spring of water welling up to eternal life." (John 4:13-14, ESV)

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Coretan lama