Journal

-- the pilgrim journey --

Home / kontemplasi / What Shall I do?
Jan 13 2008

What Shall I do?

Apa artinya tahun baru buatmu? Kegembiraan karena satu tahun telah terlewati? ataukah keriangan diantara hiruk pikuk pesta pergantian tahun? Atau mungkin kepedihan diantara problema yang menghimpit dan akan terus berlanjut?

Pergantian tahun bagi setiap orang punya makna berbeda dan resolusi yang berbeda pula. Impian dan harapan yang terajut kembali dibangun menyongsong tahun yang baru. Namun ada juga yang buru-buru mematikan impian itu karena tak ingin kecewa melanda. Apapun itu tahun yang baru selalu punya makna. Namun dimana kita memulainya itu juga penting. Apakah kita memulai tahun yang baru itu di dalam ruang pesta ataukah di jalanan? Atau mungkin berdiam terpekur dalam sebuah refleksi tentang hidup?  Ataukah kita memulainya dalam doa dan ibadah?

Tahun 2008 sudah dimulai beberapa hari, namun dimanakah anda ketika awal tahun dimulai? Dimanakah kita berbagi keceriaan itu? Dimana kita saat memulai tahun yang baru atau bahkan memulai hari baru akan memberi sebuah landasan utnuk menjalani hari-hari didepan. Memberi fondasi dan kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan dalam meraih mimpi.

Satu pertanyaan menarik yang muncul di saat memulai tahun 2008 adalah, “what shall I do Lord?.” Apa yang harus saya lakukan di tahun ini. Apa yang menjadi rencana Allah dan yang dikehendaki oleh Tuhan untuk saya lakukan? Itulah pertanyaan yang menjadi titik awal perjalanan tahun ini untuk saya.

Mengapa harus sebuah pertanyaan? bukankah lebih mudah membuat beberapa resolusi untuk diselesaikan? Memang benar… akan sangat mudah membuat beberapa impian dan keinginan menjadi resolusi di tahun ini. Namun apakah itu adalah kehendak Tuhan atau hanya keinginan pribadi? Itulah yang harus selalu kita ingat.

What shall I do? kalimat ini muncul di Kisah Para Rasul 22 : 10, saat Saulus yang sedang menuju Damsyik tiba-tiba melihat cahaya yang sangat menyilaukan dan membutakan dirinya. Dalam kejadian itu Saulus yang hendak menganiaya orang-orang percaya mengalami pertemuan dengan Yesus yang kemudian mengubah dirinya. Dalam percakapannya dengan Yesus, Saulus kemudian bertanya, “Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?.” Inilah pertanyaan yang mengawali sebuah tindakan untuk percaya kepada Tuhan. Percaya bahwa Ia memiliki rencana atas hidup Saulus. Jawaban atas pertanyaan itu membawa Saulus menemui Ananias yang kemudian menyembuhkan kebutaannya, dan membawa Saulus dalam kehidupan baru bersama Kristus. Saulus yang kemudian kita kenal dengan nama Paulus.

Nah, bagaimana dengan kita? Pertanyaan yang sama justru membawa kita pada tindakan untuk percaya bahwa Allah punya rencana pada kita. Percaya bahwa rancanganNya baik adanya. Tidak hanya itu. Pertanyaan ini juga memberi pengertian kalau kita melibatkan Allah dalam menyusun rencana di sepanjang tahun ini. Pertanyaan yang sama juga berarti kita tidak sedang berjalan sendiri dan tidak memaksakan rencana kita, keinginan kita untuk jadi keinginan dan rencana Tuhan.

Inti dari pertanyaan ini adalah kita melibatkan Allah dalam merencanakan setiap tujuan dan pekerjaan serta mimpi yang ingin kita raih. Dan di dalam pernyataan ini juga kita belajar untuk taat pada rencana yang Ia buat untuk kita, yakin bahwa Allah itu baik, belajar untuk berpegang pada kesetiaan Allah, belajar untuk mengabdi kepada Tuhan dan menyerahkan diri secara total dalam rancangan dan rencanaNya.

Dari sebuah pertanyaan inilah.. dasar kehidupan untuk melangkah diletakkan. Tapi kepada siapa pertanyaan itu diajukan .. itu juga penting.. kepada diri sendiri untuk memenuhi ego dan keinginan pribadi ataukah kepada Allah supaya Ia menggenapkan setiap rencanaNya atas kita.

 

Share this entry

Leave a Reply

The father of a righteous child has great joy; a man who fathers a wise son rejoices in him.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: