Journal

-- the pilgrim journey --

Home / astro / iTunes, YouTube, We Take a Step Forward or a Step Back?
Apr 5 2008

iTunes, YouTube, We Take a Step Forward or a Step Back?

Akhir-akhir ini YouTube jadi topik yang hangat. Well pagi ini saya tidak bisa masuk youtube. Waktu cari info ke isp katanya.. di blokir ma yg diatas. sempet kesal karena saya adalah pengguna youtube untuk mengupload video kegiatan Universe Awareness sekaligus pengunduh sejati film-film astronomi. Banyak materi menarik disana yang saya gunakan dalam edukasi astronomi ke masyarakat.

Well… aneh juga kalau hanya karena sebuah film lantas dilakukan pembredelan.. udah kayak jaman dulu aja pake bredel-bredel segala. Hanya berganti jubah …

Yang sempat terpikir apa pemerintah memang benar-benar menganggap masyarakat sebagai orang-orang yang tidak mampu berpikir sendiri dan memilah sendiri mana yg baik dan mana yang tidak? Ataukah memang masyarakat Indonesia adalah tipikal masyarakat yang kalau pemerintah tidak turun tangan .. masalah tidak selesai.. hmm kalau begini… ini sih artinya masyarakat kita memang dianggap anak TK yang harus dituntun terus. Mau sampai kapan? Entahlah…..I don’t have the answer….

Lantas… apa sih youtube itu? Apakah sekedar tempat buat nonton berbagai film dan nyari klip musik? well bagaimana kalau kita sedikit melakukan overview tentang youtube dan web sejenis yang menjadi pilihan astronomy komunikator dalam mengkomunikasikan astronomi bagi pemirsa yang lebih muda.

YouTube didirikan tahun 2005 dan sejak saat itu berkembang sangat pesat sebagai salah satu web entertainment. Di dalamnya terdapat berbagai macam video online dan menjadi lebih terkenal dibanding Yahoo dan Google. Selain YouTube ada juga iTunes yang dibuat oleh Apple pada tahun 2001. Disini kita bisa mengunduh dan mendengarkan berbagai jenis musik.

Tak pelak keduanya menjadi situs favorit bagi para pengguna internet tua maupun muda. Dan tak bisa dipungkiri kalau keduanya juga merepresentasikan jalur komunikasi penting di dunia yang sudah dipengaruhi oleh media online, khususnya bagi para remaja dan pemuda. Nah sebagai sains komunikator, kedua media ini bisa digunakan sebagai jalur komunikasi dengan generasi yang lebih muda. Bagaimanapun YouTube dan iTunes merupakan alat yang sangat baik dalam mengajar sekaligus menginspirasi publik secara umum untuk mengenal astronomi.

YouTube
Dalam YouTube, ada 3 tipikal video astronomi yang bisa ditemukan, yakni : klip pendek yang kebanyakan direkam oleh para astronom amatir dan kemudian disebar secara luas, klip yang lebih panjang yang diproduksi secara profesional oleh perusahaan maupun organisasi besar, dan yang terakhir adalah video yang diupload di web (biasanya tanpa ijin) dari pihak pemroduksi sebelumnya.

Jenis video yang pertama memang berbudget rendah dan bisa sama menariknya dengan video yang diporduksi lebih panjang dan penuh special effect. Pada kategori ini video “how to” merupakan yang paling menarik. Isinya seringkali merupakan video amatir yang memberikan berbagai informasi dan pengetahuan serta informasi kepada para pemirsa. Topiknya seringkali tentang kerja teleskop, bagaimana menggunakan sistem teleskop GOTO ataupun tutorial astrnomi secara umum. Dengan demikian keberadaan YouTube menjadi cukup esensial sebagai alat untuk mengenal astronomi khususnya bagi astronom pemula.

Salah satu video bagi astronom pemula yang cukup digemari adalah webcam mod for Telescope. Topik ini cukup popule, karena mengajarkan pemirsanya untuk mengadaptasi webcam dan membuatnya bisa bekerja sebagai kamera astronomi yang dipasangkan ke teleskop. Webcam mod for telescope ini sudah dilihat lebih dari 40ribu kali. Bisa kita lihat betapa populernya video tutorial untuk dasar-dasar astronomi.

Video-video lainnya yang juga bisa digunakan untuk menginspirasi dan mengedukasi para pemirsa yang mungkin sebelmnya tidak begitu tertarik dengan astronomi. Video-video itu antara lain adalah bagaimana mengamati Matahari, gerhana, dan komet. Film singkat tanpa narasi pun bisa jadi sangat menarik jika dikemas dengan visual yang tepat. Salah satunya adalah klip aurora australis dan langit di atas antartika. Tanpa kata, kedua video ini tetap bisa menginspirasi publik.

Video lainnya seperti animasi 3D, yakni Orion Nebula 3D juga menjadi materi menarik yang menginspirasi pengguna. Selama kualitas si video terjaga, pengguna akan dapat menyerap berbagai informasi yang terandung di dalamnya. Apalagi jika video itu disertai narasi.

Saat ini, bahkan space agencies dan public outreach office yang besar memilih menggunakan YouTube untuk menjangkau pemirsa yang lebih luas lagi. Contohnya adalah Black holes: Tall, Grande, Venti dari NASA. Yang menarik, uang bukanlah masalah utama dalam berbagi informasi via youtube. Dengan biaya rendah sebuah video edukasi tetap bisa dihasilkan dengan kualitas yang tentunya baik.

iTunes
iTunes merupakan aplikasi untuk mendengar dan mendownload musik. Nah, di kalangan astronom iTunes banyak digunakan untuk menyebarkan astronomy podcast. Ini juga merupakan salah satu jalur komunikasi penting bagi sains komunikator dalam mengkomunikasikan sains dalam hal ini astronomi kepada publik.

Media online memang seperti pisau di tangan manusia. Penggunaannya bisa diarahkan untuk hal yang baik maupun yang buruk. Demikian juga kedua media tersebut. Saat ini internet video dan media online menjadi pilihan banyak orang dalam mencari informasi. Melalui media seperti youtube yang tidak hanya berkata-kata lewat tulisan tapi lewat visualisasi gambar, orang akan lebih mudah memahami suatu topik. Dengan demikian persepsi yang salah tentang sains maupun miskonsepsi bisa semakin dikurangi.

Inilah yang menjadi tanggung jawab kita selaku astronomi komunikator dalam menyediakan konten yang berguna bagi para pemirsa muda yang menjadi penikmat media seperti youtube maupun itunes ini.

So bagaimana dengan pemerintah Indonesia? Akankah kebebasan informasi itu dipasung? Ataukah lebih baik mendidik masyarakatnya lewat berbagai media supaya bisa dewasa dalam bersikap? Pertanyaannya apakah pemerintah ingin masyarakat semakin maju atau justru mengalami kemunduran?

Sumber : Materi tentang YouTube dan iTunes disarikan dari CAP Journal ed. 1 hal 30-31. I Tune, You Tub, We Rule. Ditulis oleh Raquel Yumi Shida (IAU, ESA/Hubble) & Will Gater (ESA/Hubble)

Share this entry
3 Comments
  1. Vanda

    yup, setuju. mendidik rakyat biar bisa dewasa dalam bersikap. tapi sebelum itu pemerintah harus lebih memperhatikan bidang pendidikan. itu yg harusnya jadi prioritas pemerintah skr. buktinya masih ribuan gedung sekolah rusak berat, dan ga layak pakai. itu baru gedungnya, belum kurikulum, guru, buku dan sarana lain

    Reply
  2. Pingback:Disable Access to Youtube, MySpace, Multiply, Rapidshare | SimplyVie

  3. Terimakasih mas infonya…….webnya menarik ijin salam kenal ya kalau butuh alat drumband bisa hubungi saya…

    Reply

Leave a Reply

Rejoice always, pray continually, give thanks in all circumstances; for this is God’s will for you in Christ Jesus.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: