Hidup Adalah Hadiah Sang Pencipta

Hidup adalah anugerah dan hadiah. pernahkah kita merasakan itu?? pencapaian dalam hidup ini bukan karena kehebatan dan kemampuan kita tapi merupakan anugrah yg diberikan oleh Allah.

Mengapa anugerah?? coba kita renungkan seluruh perjalanan hidup kita. maka yg kita lihat adalah anugerah yg tanpa batas. Nafas kehidupan yg kita miliki di pagi hari bukanlah hasil usaha kita.. bukan pekerjaan kita tapi pemberian Dia yg memberi hidup. Seluruh proses yg terjadi dalam hidup kita tidak tejadi karena suatu kebetulan, melainkan mengalir dalam harmonisasi yang membentuk kita menjadi satu pribadi yang utuh, matang dan dewasa dalam menjalani hidup ini. apakah semuanya terjadi seperti yg kita rencanakan?? rasanya tidak. kadang apa yg kita rencanakan justru tidak tercapai dan justru perjalanan hidup kita mengarah ke arah yg berbeda yg mungkin tidak kita sukai. namun pada akhirnya seringkali kita menemukan segalanya begitu indah. itulah sebagian kecil anugrah dalam hidup kita.

Apakah hanya sampai disitu hidup kita? akan kemanakah kita melangkah? dunia yang sedang kita tapaki ini fana kawan. apakah yang kita cari dalam kefanaan kita sebagai manusia. sebuah pencapaian kesuksesan atau apa??

Kesuksesan bisa dicapai dgn mudah. Tapi dimana titik akhir perjalanan kita? beristirahat di tanah pekuburan yg luas dgn bangunan kubur yg megah bak raja2?? Kehidupan bukan sekedar perjalanan menggapai kesuksesan atau kemakmuran. Kehidupan adalah sebuah proses perjalanan melintasi belantara dunia. Kadang harus menyebrangi sungai ataupun lautan, kadang melintasi padang gurun atau melintasi gunung dan lembah. Dan di dalam perjalanan seringkali ada badai, kekecewaan, kepahitan, kegembiraan, kemenangan, kejatuhan yang datang silih berganti namun semua itu mengarah pada satu tujuan. sebuah pembentukan untuk menjadi satu pribadi yg utuh yg mempermuliakan Dia yang menciptakan kita.

Karena itu, kehidupan bukanlah sebuah perjalanan yang sekedar diakhiri dengan kematian bagi tubuh dan jiwa. Pemilik dunia ini menghendaki setiap ciptaanNya berada bersama-sama dengan Dia di dalam rumahNya. Kematian hanya akhir cerita bagi tubuh. Tapi tidak bagi roh . Di manakah dalam kekekalan kita menempatkan roh kita? Ini pilihan dan keputusan kita. Dan inilah anugrah terbesar dalam hidup yang Ia berikan bagi kita. Kehidupan yang kekal didalam Rumah Tuhan.

Kekudusan rumahNya, menolak kita untuk masuk dengan segala kekotoran dunia ini. Namun kasihNya menginginkan kita berada disana. Itulah mengapa AnakNya mengambil kesalahan kita dan mengenakan pada diri kita kebenaranNya. Tanpa semua itu, kita akan berada di alam maut bersama penguasa dunia ini.

Hadiah bagi kita yang menerima, namun bagi yang memberikan ini merupakan pengorbanan yang harus dibayar mahal dengan darahNya. Keselamatan dari alam maut didalam Kristus.

Share:

live by grace and mercy of the Lord. a pilgrimage in this world. astronomy communicator. food lovers. mac mania. gamers. chatters. wine and hang out lovers.

2 Comments

  • God really is love.

  • bagus sekali post-nya. sangat mengena dengan yang aku alami sekarang.. aku menyadari apapun boleh terjadi dalam hidupku namun satu hal yang aku minta kepada Tuhan, jangan sekali-kali Tuhan meninggalkanku. entah hal buruk atau hal baik. silakan datang dan pergi, tapi aku minta Tuhan jangan tinggalkan aku. Tuhanpun menjawab, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibr 13:5b ). Seperti Raja Daud aku pun bisa berharap, “ekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku” (maz 23:4).

    Akhirnya inilah permintaanku yang terakhir kepada Tuhan dikala aku berjalan melintasi perjiarahan hidup, “lepaskan aku dari kebodohan, kebodohanku sendiri dan kebodohan dunia”. Sampai saat ini, pada kenyataannya, itulah yang Tuhan kerjakan pada hidupku. Mengajarkan aku jalan Kasih dan Anugerahnya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: