The Chronicles of Narnia: Prince Caspian

Posted by : ivie   24 May, 2008

Film ini mungkin jadi salah satu yang ingin saya tonton. Semalam akhirnya saya pun punya waktu untuk menikmati film kolosal ini. Film yang sangat bagus, megah… dan benar-benar memukau. Kisah lanjutan yang dikemas dengan apik. Film ini menyuguhkan begitu banyak pemandangan indah. Peninsula tempat Cair Paravel berada… wow.. I love the scenery.

Namun sepanjang film, saya justru kecewa. Hampir seluruh cerita film berbeda dengan buku yang kubaca. Sebagai standing alone movie.. Prince Caspian adalah karya yang spektakuler. Tapi sebagai adaptasi dari buku? I am dissapointed. Apalagi seluruh penggambaran karaker tiap tokoh yang benar-benar membuat kecewa.

Dibuka dengan perkelahian di stasiun kereta api antara Peter dan teman-temannya, sesuatu yang agak janggal karena anak-anak Pevensie sepanjang 7 seri bukunya bukanlah orang-orang yang cepat emosi.. well kecuali Edmund mungkin dan Eustace sepupu mereka yang sangat menyebalkan itu.

Namun sepanjang film kita akan melihat betapa Peter adalah seorang anak dan mantan Raja Agung yang menuruti emosi, memiliki “kecemburuan”, merasa tersaingi dan juga kemarahan. Semua terlihat natural memang. Tapi sayangnya karakter ini justru tidak menunjukan betapa pandai, agung dan bijaknya Peter. Buat yang baca buku… pasti deh kecewa. Peter di dalam buku tidak saja seorang bijak, namun ia mampu mengendalikan keadaan. Penggambaran Susan, Lucy dan Edmund tidak terlalu nyeleneh tapi tetap saja berbeda. Apalagi Caspian, yang sepertinya bloon di awal dan kemudian tumbuh mature.. well both Peter dan Caspian tampak seperti 2 raja bloon. Peter yang merasa jadi raja Agung mungkin merasa tersaingi oleh Caspian. Sedangkan Caspian juga sepertinya mengalami hal sebaliknya.

Dalam film, Caspian memang Pangeran yang tampan, yang melarikan diri dari Miraz pamannya dan kemudian masuk hutan bertemu dengan penduduk Narnia dan seperti baru menyadari kehadiran hewan yang bisa berbicara. Di buku, Caspian sejak kecil sudah sering diceritakan mengenai kehadiran para Narnia dan hewan yang bisa berbicara. Dan pelariannya memang bertujuan untuk bertemu mereka. Katanya, ”Aku sudah mencari makhluk-mahluk seperti kalian seumur hidupku.” Dan dari awal buku Caspian sudah meyakini tentang kekuatan Aslan dan narnia lama.

Pertemuan antara Caspian dan Peter pun sangat berbeda. Di film digabarkan ke-4 saudara Pevensie bertemu Caspian di hutan dan ada pertarungan antara ke-2 Raja, Peter dan Caspian. Di Buku, Caspian sengaja memanggil dan mengharapkan kedatangan para penolong dari Narnia Lama. Peter dan Caspian tak pernah saling iri. Peter bahkan mengatakan, ”Aku tidak datang untuk mengambil alih tempatmu, tapi justru menempatkanmu disana”. Agung khan? Peter di film kok jadi seperti raja tolol yang merasa disaingi oleh Caspian. Caspian sendiri menyambut Peter dan Edmund dengan sangat terhormat. ”Yang mulia disambut dengan tangan terbuka”. Tak ada keraguan, tak ada kekhawatiran, tak ada iri, dan merasa tersaingi.

Susan, tak banyak yang berubah. Susan tetap seseorang yang logis dan sarkas. Tapi disini Susan digambarkan begitu berani. Padahal di buku ada moment dimana Susan mengakui ketakutannya di hadapan Aslan. Sementara Lucy, well.. agak overated nih film ma tokoh Lucy. Sepertinya dia jadi central smeuanya. Bahkan terlihat dia paling pinter. Waktu di awal kedatangan mereka kembali di Narnia Lucy lah yang menyadari kalau mereka sdang berada di reruntuhan Cair Paravel. Padahal di buku, Peter lah yang menyadari dimana mereka berada. Namun lucy di film digambarkan sebagai gadis yang takut untuk mengikuti Aslan. Padahal ada adegan paling penting yg jadi sentral cerita ini yang dihilangkan. Di film Lucy bermimpi bertemu Aslan namun tak ada kelanjutan. Di buku, Lucy memang bertemu Aslan di hutan malam itu, dan ia membangunkan semuanya. Edmundlah yang mula-mula percaya dan meminta mereka mengikuti Lucy untuk berjalan mengikuti pimpinan Aslan. Dalam perjalanan itu, satu per satu mereka mulai melihat kehadiran Aslan. Setelah semua bisa melihat Aslan, mereka pun berpencar. Lucy dan Susan mengikuti Aslan, Peter dan Edmund menemui Caspian.

Yang menyebalkan dari film ini adalah ketika Peter melakukan kesalahan dengan menyerang Miraz sesuatu yang ga pernah ada di buku. Peperangan itu ada sebelum duel Peter dan Miraz namun dipimpin oleh Caspian. Duel itu pun bukan ide Caspian.. man ini film memuja Caspian banget. Duel itu justru diusulkan Peter sebagai Raja Agung yang ingin menghindari pertempuran. Kok yah di filmnya, si Peter kayak orang bloon yang ga pernah jadi Raja dan ga pernah bertempur. Kekecewaan lain, saat Edmund membawa undangan dan mengkoreksi pernyataan pangeran jadi Raja, again film ini menunjukan mereka hanya anak-anak yang sedang bermain-main jadi Raja.

Di buku, kedatangan Edmund sudah disegani karena dia memancarkan wibawa seorang Raja, dan berbicara layaknya Raja. Satu-satunya yang kusuka dari film ini saat Edmund memusnahkan si penyihir putih….. Edmund yang memiliki keteguhan hati.. jadi inget di salah satu buku, Edmund pernah menyebut.. aku tau rasanya jadi seorang penghianat. Pengalaman yang membuat dia berubah jadi dewasa dan bijak.

Yang sangat mengecewakan justru romansa antara Susan dan Caspian. Penambahan yang benar-benar merusak karakter agung dari Caspian. Manusiawi tapi orang akan terus ingat kalau cinta pertama Caspian adalah Susan dan mereka tak bersatu karena Susan tidak akan kembali ke Narnia. Sangat mengganggu karena cinta Caspian itu akan ditemukan di Voyage of the Dawn Trader saat ia menemukan calon istrinya dalam perjalanan menuju ujung dunia.

Pesan film ini tentang percaya pada apa yang tak terlihat memang sampai ke penontonnya sayangnya adegan utama saat Lucy melihat Aslan dan kemudian mengikutinya dan berturut-turut, yang lain bisa melihat Aslan seiring tumbuhnya keyakinan mereka akan pimpinannya, malah dihilangkan. Kisah indah saat Caspian sejak awal memang percaya pada Narnia dan Aslan ternyata nggak ada juga.

Tapi apakah kisah ini mirip kita? Sering kita seperti itu khan? Lebih percaya apa yang kita lihat dan bisa kita pegang dibanding sesuatu yang tak terlihat.

Tak semua bisa masuk dalam sebuah film 2 jam memang tapi perubahan tajam seperti itu tentunya sangat mengganggu. Satu-satunya yang menghibur adalah karakter Edmund dan Lucy. Well overall sih filmnya sangat bagus tapi kalau anda penggemar buku Narnia, filmnya jadi mengecewakan.



Film

Comments

wah………koq gitu?

i mean adegan fave gue di buku Prince Caspian ialah ketika Lucy percaya telah melihat Aslan, sedang yang lainnya tidak percaya.

wah kenapa justru bagian yang itu yang dihilangkan?

sedih deh.

Posted by Jed May 25, 2008

Icha lom baca bukunya dan lom nonton filmnya, jadi udah siap2 untuk kecewa kalo nti baca and nonton. Nih baru mo mulai baca narnia seriesnya.

Posted by Icha May 25, 2008

bagus kok bukunya

Posted by ivie June 7, 2008

Hai, aku suka Narnia, tapi gak begitu suka baca buku, hehe. Untung ada filmnya. Duh banyak yang diubah ya?
http://www.kacamata3d.blogspot.com

Posted by FeryGFRESH! June 9, 2008

kl aq si lbh sng wktu adgn roman antara caspian&susan…bgs bgt(wlpn sad ending).lgian gak mslh kn kl org2 menganggap cinta pertama caspian adlh Susan.Toh, mrka akhirx ga bersatu:(mnrtQ wlo ga sesuai dng novelx tp kslruhan bgs bgt felmx aplg aktornya + ckp2, ya ga?
tentux sang sutradara mikirkan pertimbangan lain knp harus diadakan adgn2 yg ga ada di novelx..semata2 untuk membwt penontonx terhibur…

Posted by triana July 26, 2008

Q sech suka bgt novelX,tapi menurutQ filmX itu menghianati CS.LEWIS dech…….!!!beda bgt ama novelX!!!ada adeganX ciuman antara susan n caspian,pdhal di novelX khan g ada!!

Posted by cah medioen September 2, 2008

waks tenang2 cah madioen gue juga sebel ma movienya yg udah bikin cerita sendiri kayak gitu.

Posted by ivie September 2, 2008
Leave a comment

(required)

(required)