Journal

-- the pilgrim journey --

Home / film / You Just Need to Believe

You Just Need to Believe

You just need to believe (master oogway, kung fu panda)

Inilah yang jadi kunci film animasi komedi Kung Fu Panda. Film yang sangat menarik. Lucu, menggemaskan dan membuat kita melihat dan belajar dari setiap karakter. Po si panda gendut yang buat berdiri saja susah, sejak lama memiliki obsesi untuk menjadi seorang jagoan kung fu seperti Furious Five yang sangat terkenal. Padahal dia harus mewarisi resep rahasia dan kedai mie dari keluarganya secara turun temurun. Ayahnya Mr. Ping sangat mengharapkan dia untuk menjadi tukang mie yang terkenal.

Pada suatu hari Master Oogway meramalkan kembalinya si jahat Tai Lung yang juga mantan murid dari Shifu. Maka dimulailah pencarian pendekar Naga yang akan mewarisi gulungan rahasia. Dalam suatu kejadian tak terduga Po tiba-tiba muncul di tengah arena pertarungan dan master oogway pun menunjuknya sebagai calon pendekar naga yang tanpa tanding, Po kaget.. bingung… menyangkal…..

Po kemudian dibimbing oleh Shifu yang juga tak percaya kalau panda gendut seperti Po bisa jadi seorang pendekar tangguh. Sampai suatu malam saat master oogway akan pergi untuk selamanya, dia menatakan pada shifu… “yang kamu butuhkan hanyalah percaya”……….. percaya? segampang itukah? Ternyata tidak.. untuk bisa mempercayai sesuatu yang kita tidak bisa lihat di hadapan kita tentu tak mudah. Gimana coba percaya panda bulet, ga bisa kung fu, bisanya makan, merusak barang, bercanda adalah seorang pendekar yang akan mengalahkan Tai Lung.

Kalimat itu jugalah yang menyentakku di tengah film itu. Yang kamu butuhkan hanyalah percaya. Berbulan-bulan saya jatuh bangun dengan masalah ini. Bagaimana supaya kekuatiran yang kadang jadi paranoia itu hilang dan percaya kalau Allahku ada untukku? Percaya kalau Ia yang memegang masa lalu, masa sekarang dan masa depanku. Bahkan meskipun ada banyak hal yang sudah kualami, tetap saja kecemasan itu masih terus melanda dan mencekam hari-hariku, dan seringkali saya gagal untuk percaya.

Film ini mengajar saya untuk melihat hal yang tak terlihat, mengingatkan saya kalau Allah punya cara yang berbeda dalam membentuk setiap anak-anakNya. Simple memang berkata percaya saja… tapi ketika kita diperhadapkan dengan masalah dan kelemahan kita dan ketika kita tak sanggup melihat ada jalan keluar.. percaya adalah hal paling sulit untuk dilakukan. Percaya bahwa di ujung jalan sana ada jalan keluar. It isn’t easy….

Percaya artinya meyakini sesuatu, dan bukti dari percaya adalah taat…. dan total berserah. Bisakah? Kadang saya masih berada di antara persimpangan yang membuat saya bingung untuk memilih. Dan ada akhirnya walau terseok-seok dan harus babak belur dahulu saya belajar untuk memilih percaya pada Dia.

Balik lagi ke film Kung fu Panda, Shifu yang akhirnya percaya harus berhadapan dengan Po yang jadi tak yakin pada diri sendiri. Akhirnya sebagai guru yang percaya muridnya pasti bisa, ia pun mencari metode yang tepat untuk mengajar Po. Freeze….. ini kedua kalinya dalam film ini ditengah derai tawa melihat tingkah polah Po, saya kembali ditegur.

Tuhan punya cara untuk membentuk kita masing-masing, karena setiap kita ini unik dan berbeda. Saya tak bisa menuntut agar saya diperlakukan sama dengan teman-teman lainnya. Ia tau bagaimana membentuk kita jadi sesuatu. Berapa kali saya hampir menyerah dengan seluruh perjalanan ini, namun pada akhirnya saya memang terus melihat betapa Allah dengan caraNya membentuk diriku dan membawaku pada jalan yang harus kutempuh. Jalan itu tidak mudah, tapi sekali lagi hanya dengan percaya saya bisa melewati setapak demi setapak.

Pada akhirnya di layar tampak Po menerima gulungan rahasia.. dan duer…. tak ada isinya. Hanya cerminan wajahnya sendiri. Apa gulungan itu palsu atau salah? Shifu memerintahkan Po pergi dan Furious Five diminta mengungsikan warga kampung. Po pun bertemu ayahnya dan sang ayah mengatakan ia ingin menurunkan resep rahasia keluarga buat Po. Rahasianya adalah…. tidak ada rahasia. Heh kok bisa? Apa tidak salah?

Memang tidak ada rahasia. Rahasianya buat supaya orang percaya kalau ada resep khusus yang membuatnya special. Padahal tidak ada resep itu. Yang ada adalah kemampuan si pembuat itu sendiri untuk membuatnya special. Si pembuatlah resep rahasia itu. Dia harus percaya kalau dirinya spesial.

Lagi-lagi kita harus percaya. Percaya bahwa diri kita ini spesial. Tidak mudah untuk bisa melakukan itu. Ada banyak hal yang mencegah seseorang untuk meyakini bahwa dirinya itu istimewa. Dosa, kekurangan, kelemahan tubuh, kebodohan dll. Dunia membuat kita melihat seornag jagoan atau yang sukses adalah orang yang pandai, bertubuh bak pangeran dan putri. Itu membuat kita ingin jadi orang lain, kita jadi tidak yakin kalau diri kita sendiri itu spesial.

Inilah yang jadi pesan dari film komedi yang satu ini. Gak rugi deh nontonnya. And as for me… film ini bukan hanya membuatku tertawa melihat Po namun menamparku dan membuatku tertawa melihat kenyataan ada bagian dari hidupku yang sama seperti itu. Kehilangan keyakinan untuk percaya saat berada di persimpangan jalan. Dan sering kali pula ayat inilah yang mengingatkanku untuk tetap percaya dan berpegang pada Allah.

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. (Yoh 14 : 1)

Share this entry

Leave a Reply

The Lord is not slow in keeping his promise, as some understand slowness. Instead he is patient with you, not wanting anyone to perish, but everyone to come to repentance.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: