Journal

-- the pilgrim journey --

Home / traveling / Travel to Paris
Aug 14 2008

Travel to Paris

Pulang dari Lisbon, sebelum bertolak ke Indonesia, saya menyempatkan diri bermain-main di Paris ditemani Cherrie (AS’96). Siang itu dari Lisbon saya menuju Paris menggunakan pesawat easyJet. Nyampe bandara sih belum terlambat. Satu hal yang kurang enak di Portugal adalah masalah bahasa. Masih banyak yang tak bisa berbahasa Inggris, karena memang bukan bahasa ibu bagi mereka. Namun yang menarik walau mereka tak memahami bahasa Inggris mereka akan berusaha mencari jalan untuk memahami maksut si penanya. Akhirnya walau terbata-bata seorang petugas membantu saya untuk menemukan jalan menuju gate… (hehehe dasar sableng.. saya juga salah liat petunjuk.. jadinya salah arah).

Setelah check in, waktu menunjukan pukul 13.00 dan saya pun kelaparan.. akhirnya di dalam bandara saya membeli hamburger untuk makan siang. yummy… setelah itu saya menanti keberangkatan. Jam 13.30.. pengumuman.. keberangkatan delay 1 jam. So kita pun berangkat jam 14.40 tadinya sih harunya 13.40. Tau-tau tepat jam 14.40 dikabarkan gatenya dipindah hahaha.. nasib deh pake pesawat murah ala air asia ini. Akhirnya sampai jam 15.00 kita baru boarding. Sekitar jam 15.30 kita pun take off.. nah ini yang menarik, setelah take off pramugarinya memberi pengumuman kalau pesawat delay karena ada kerusakan mesin jadi mereka masih memperbaikinya untuk keselamatan penumpang. hahaha.. banyak yang shock.. masih memperbaiki? Kita dah terbang tapi masih diperbaiki.. hahaha…. bisa nyampe Charles de Gaulle gak yah? Mana waktu itu ada ibu hamil disampingku yang kayanya sedikit shock. Well pendapat saya sih mungkin karena kendala bahasa jadinya.. yang ingin disampaikan jadi salah dan justru bikin penumpang panik.

Nyampe Paris jam 19.30 malem. Untunglah lagi musim panas jadi masih daylight. So.. dari Charles de Gaulle saya pun bertolak menuju Gare du Nord menggunakan RER B (kereta). Nyampe di Gare du Nord sudah sekitar jam 8 malam. Dari platform 41 saya naik ke atas dan mencari Cherrie. Almost lost in Gare du Nord karena kami berselisih jalan. Setelah kehabisan pulsa untuk kontak-kontakan dan setelah bertanya sana sini ke petugas di stasiun yang bahasa inggrisnya minim plus hampir diajak ke informasi untuk mengumumkan nama Cherrie oleh 3 orang tentara yang berutgas malam itu, akhirnya saya pun bertemu Cherrie. Setelah bertemu kami memutuskan untuk makan malam di area sekitar situ sebelum kemudian menggunakan metro menuju Hotel. Yang menarik.. sebenernya saya cuma bertanya ke tentara itu mana pintu barat, timur , utara, selatan  sebagai petunjuk arah kalau ditelpon Cherrie.. malah dianterin ke informasi.. hehehehe…

Tapi setidaknya walau ada kendala bahasa, perlakuan yang saya terima dari petugas keamanan dan orang-orang yang saya tanyai itu cukup ramah dan menyenangkan. Berbeda sekali dengan pengalaman saya di Cina.

Share this entry

Leave a Reply

Seek good, not evil, that you may live. Then the Lord God Almighty will be with you, just as you say he is.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: