Journal

-- the pilgrim journey --

Home / traveling / Menelusuri Kota Paris
Aug 21 2008

Menelusuri Kota Paris

Seperti mimpi tahun ini saya berkesempatan berkunjung ke Eropa dan menyempatkan diri berlibur di Paris selama 3 hari. Berkat Tuhan yang luar biasa. Setelah tiba di Paris tanggal 24 July malam, dan berhasil bertemu Cherrie, kami pun menuju hostel Le Regent Montmartre untuk beristirahat. Namanya juga hostel, anda tidak akan menemukan kenyamanan seperti di hotel berbintang. Suara kesibukan di sekitar hostel terdengar nyaring, namun justru membuat kita merasa berada dalam siklus kehidupan kota Paris yang dinamis. Well satu hal yang menarik, kamar hostelnya sih kecil ( seperti kamar kost kata Cherrie) tapi kamar mandinya bo…. luas banget..(terbalik kali yah?).

Paginya, kami pun memutuskan untuk berkunjung ke Musée de Cluny. Dalam perjalanan kami menyempatkan diri untuk berkunjung sejenak ke Notre Dame de Paris dan menikmati sibuknya kota Paris di pagi hari.

Musée de Cluny atau Musée National du Moyen Âge merupakan museum yang menyimpan artefak dan permadani penghias dinding yang berasal dari abad pertengahan. Musée de Cluny sendiri pada awalnya merupakan hotel yang dibangun oleh Abbot de Cluny.  Di museum ini banyak sekali artefak dan patung-patung orang kudus yang menandakan kehidupan masyarakat abad pertengahan banyak dipengaruhi oleh kehadiran gereja. Menarik untuk memahami bagaimana kepercayaan mempengaruhi kehidupan manusia dalam hal ini terkait seni. Memang selama berabad-abad, kepercayaan manusia sangat berpengaruh dalam membentuk budaya dan memberi inspirasi pada karya banyak orang. Namun apakah sampai hari ini karya dalam hidup manusia masih dipengaruhi oleh kepercayaan? Mungkin jawabannya ya dan tidak. Sebagian besar karya manusia saat ini sepertinya justru memperlihatkan kehebatan manusia itu sendiri.

Salah satu karya menarik dalam museum ini adalah permadani seri The Lady and The Unicorn (La Dame à la licorne). Seri tersebut terdiri 6 permadani, dimana 5 permadani pertama menggambarkan 5 panca indra manusia (perasa, pendengar, penglihatan, penciuman, dan sentuhan). Permadani ke-6 menggambarkan kasih dan pengertian. Masing-masing permadani menampilkan seorang wanita dan unicorn, singa dan kadang ada seekor monyet. Selain the Lady and the unicorn, masih banyakpermadani lainnya yang juga menggambarkan kehidupan bangsawan dan kalangan kerjaan di abad pertengahan.

Setelah menikmati karya abad pertengahan, kami pun menelusuri jalan-jalan di kota Paris (tapi untuk perjalanan yang lumayan jauh tetap menggunakan metro kok..) dan menyambangi toko-toko yang ada dan berbelanja… hehehe…

Malamnya. saya diajak untuk mengunjungi Menara Eiffel, namun sebelumnya kami singgah sejenak di Sacré-Cœur Basilica atau “Basilica of the Sacred Heart”, untuk memotret.Gereja ini dibuat untuk Sacred Heart, namun saat ini gereja tersebut didedikasikan untuk menghormati 5800 orang yang gugur dalam perang.

Setelah makan malam di sebuah restaurant Perancis, dan menikmati hidangan steak ala Perancis, kami pun menuju Menara Eiffel sambil melewati Moulin Rouge. Di Moulin Rouge kami hanya singgah sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan metro.

Tiba di Menara Eiffel waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, dan seperti halnya bangunan-bangunan bersejarah, maupun bangunan yang menjadi ikon di Eropa, Eiffel pun sudah menyalakan lampunya yang berwarna biru. Menara Eiffel di malam hari masih dipenuhi pengunjung, baik yang sekedar mengambil foto menara tersebut di malam hari, maupun mereka yang memang ingin mengunjungi Eiffel dan mengekplorasi menara tersebut.

Di sepanjang di area menara Eiffel, tampak banyak sekali pasangan baik tua maupun muda yang tengah memadu kasih bermandikan cahaya kota yang memberi kesan romantis. Entah kenapa saya sendiri tidak begitu paham namun tampaknya Paris diindetikan dengan romansa.  Malam itu banyak pasangan maupun keluarga yang tengah menantikan waktu berganti menjadi jam 12 malam agar melihat kedap kedip lampu Menara Eiffel.  Menarik memang melihat tingkah polah manusia dalam menginterpretasikan sesuatu ataupun dalam mengungkapkan perasaannya.

Tepat pukul 12 malam, saat lampu di menara Eiffel berkedap kedip terdengar tepukan tangan dari para pengunjung dan sebagia diantaranya mengekspresikan perasaan mereka dengan berpelukan dan berciuman. Menaik buatku.. karena tampaknya sebuah menara bisa memberi arti riomansa yang dalam untuk pasangan yang ada disana. Mungkin ada legenda atau apapun dibaliknya? Saya tidak tahu.. namun malam itu saya justru menikmati tingkah polah manusia yang ada di Menara Eiffel yang ada di samping Sungai Seine ketimbang menikmati kehebatan bangunan menara itu sendiri.

Kredit foto : dokumentasi pribadi

Share this entry
15 Comments
  1. daniel

    hai…?
    wow?!!! keren…
    mas mau tanya donk? gimana caranya ke paris.. kq bisa sampai sana mas? tolong ceritain donk?
    GBU

    Reply
  2. corry weliza weny

    kerend banget…

    jadi iri deh..

    keajaiban, kenikmatanmu sengguh mengagumkan..
    tunggu aku ya paris… (amin)!

    Reply
  3. jeje

    I like it

    Reply
  4. berapa biaya untuk ke paris??

    Reply
    • berapa ya? itu sih tergantung kamu make penerbangannya gmn. dan perjalanannya backpack atau mau yg turis alias nyaman. 🙂

      Reply
      • Khairunnisa Permatasari

        Kalau ala bacpacking berapa kira2?

        Reply
        • backpacking.. hmm ini udah lama. tp anggaplah perjalanan itu sendiri kisaran 900 usd.

          penginapan semalam untuk backpackers bisa di kisaran 30 euro semalam udah bagus banget. tp ada juga yg lbh murah setahuku.

          makan .. sekali makan mungkin di 5-6 euro.

          Reply
  5. mendingan uang dedekahkan sama saudara yang belom brntung

    Reply
  6. mendingan uangnya di buat yang lebih bermanpaat.

    Reply
  7. Khairunnisa Permatasari

    Tunggu aku Paris!

    Reply
  8. tohir

    Iya, tungguin aku juga paris!

    Reply
  9. Ika FY

    Parisssssssssssssssssss ,, J’adore <3

    Reply

Leave a Reply

May the God who gives endurance and encouragement give you the same attitude of mind toward each other that Christ Jesus had.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: