Journal

-- the pilgrim journey --

Home / notes / Perempuan dan Pelecehan
Oct 3 2008

Perempuan dan Pelecehan

Pernahkah anda merasa dilecehkan? Mungkin dalam kehidupan setiap perempuan ada saat dimana dia merasa tak dihargai dan dilecehkan. Hari ini saya bertemu beberapa orang saat sedang mencari angkot. Disuitin? Ah itu mah biasa kali kalau anda hidup d Indonesia ini. Yang terjadi pria-pria itu malah menggoda dan mengeluarkan kata-kata yang sangat tidak pantas. Kesal? Jelas iya.

Walau demikian yang terpikir malah, apa mereka ga pernah melihat perempuan? Tiba-tiba saya teringat.. apakah karena pakaian? (indonesia gitu loh… kan katanya pakaian cewe bisa membuat para pria negeri ini ga bisa mengendalikan diri). Nggak tuh. Nah loh?

Kok yah kalau saya jalan-jalan di luar negeri, walaupun sekeliling banyak cewe make baju yang “mini”, tapi kok nggak ada tuh yang disuitin di jalan atau digoda dengan kata-kata yang gak pantes.

Bicara agama, di luar negeri lebih banyak yang ga beragama. Disini kan katanya negara beragama. Malah kejadian tadi sehari setelah idul fitri dan baru melewati puasa yang katanya menahan diri. Ternyata abis puasa.. semua yang ditahan dimuntahkan kembali toh?

Atau saat saya masih SMA di ambon, disuit-suitin adalah makanan sehari-hari tiap siswi yang melewati sekelompok siswa atau pria dewasa…. dan orang-orang itu setiap minggu “rajin” beribadah.

Salahnya dimana? Kok di negara yang katanya tidak beragama bisa menghargai orang lain? Sementara di negara yang katanya beragama kelakuannya lebih mirip preman jalanan?

Malah pemerintah si negara beragama ini mau melindungi perempuan dengan RUU Pornografi, yang isinya justru mendiskreditkan perempuan. Kok bisa? Kalau cowonya bernafsu.. yang salah jelas cewe. Loh..loh kok bisa? Kan si cewe bajunya mengundang nafsu, kan mukanya si cewe muka mesum (ada yah????????), dan masih banyak lagi dalih lain yang akan memberatkan perempuan. Apakah itu sebuah perlindungan? Yang ada hanyalah pencegahan sementara bukan penyelesaian masalah utama.

Masyarakat bukannya diajar mengendalikan diri dan menghargai individu lain, tapi sebaliknya diajar untuk hanya menuding orang lain sebagai penyebab dari perbuatan mereka. Nah balik lagi.. apa masalahnya? kenapa di negara beragama yang katanya pada percaya Tuhan ini malah tidak bisa menghargai individu lainnya dalam hal ini perempuan. Dan tidak bisa mengendalikan diri sendiri?

Mengapa perbedaan itu sangat besar? Masalahnya bukan di agama. Mengapa moralitas begitu buruk? Salah agamakah? salah pemimpin agama? Agama hanya mengajarkan.. tapi si manusialah yang memilih.

Yang terjadi adalah kita terlalu bangga mengembel-embeli diri kita dengan label beragama. Kita bangga hanya dengan melakukan ritual.. menghindari hal-hal yang terlihat kasat mata. Yang kita lupa adalah, belajar untuk membuat hidup kita berbuah. Untuk berbuah kita sendiri harus belajar untuk memiliki buah itu di dalam diri kita, dan tentunya semua bisa dimiliki dengan melatih diri. Sama seperti orang yang berpuasa, ia melatih diri menahan hawa nafsu. Namun yang satu ini tidak hanya dilakukan selama sebulan namun seumur hidup.

Tapi itu juga bukan problematika terbesar dan mendasar. Masih ada toh?

Yang menjadikan perbedaan demikian besar terjadi adalah tingkat pendidikan. Pendidikan di negara ini masih sangat minim dan bermasalah. Siswa tidak dididik untuk memiliki mental dan pekerti yang baik. Yang terjadi, siswa hanya diajar untuk lulus dengan memenuhi standar nilai tertentu. Bahkan untuk bisa lulus pun, berbagai cara dan metode cepat bisa diterapkan. Yang dihasilkan hanyalah generasi instan. Kita tidak dididik dan diajar untuk memahami dasar-dasar permasalahan, melainkan hanya diajar untuk memberi solusi cepat dan praktis yang bahkan tidak menyentuh dasar permasalahan itu sendiri. Kita juga tidak dididik untuk menerima kesalahan sebagai sesuatu yang harus dipertanggung jawabkan secara pribadi, melainkan hanya diajar bahwa ada kesalahan ada hukuman. Jadi jangan lakukan ini itu yang salah karena semua itu ada hukumannya.

Pada akhirnya kita lebih menyukai menuding orang lain sebagai penyebab. Kita tidak dididik untuk menghargai orang lain, dengan memahami mengapa harus menghargai. Kita hanya diperintah untuk menghargai orang lain. Kita selalu didoktrin dengan hukuman yang membuat takut tapi tidak diajarkan untuk memahami mengapa sesuatu itu salah atau mengapa sesuatu bisa begini dan begitu. Yang diajarkan bukanlah untuk membangun kesadaran melainkan untuk takut pada hukuman.

Akibatnya.. perintah itu dilanggar.

Sama halnya dengan urusan pernafsuan (istilah baru hahaha), yang dilakukan hanyalah menuding orang lain sebagai penyebab. Bukan mendidik masyarakat supaya belajar mengendalikan diri dan melihat perempuan sebagai manusia yang harus dihargai dan dilindungi. Ketika masyarakat tidak dididik untuk menempatkan perempuan sebagai manusia yang layak dihargai melainkan hanya sebagai objek seks, maka yang terjadi adalah pelecehan. Sebagaimanapun kita berdalih dan sebagaimanapun perempuan ditutupi, ia akan tetap dianggap sebagai penyebab terjadinya kejahatan seksual.

Selama pendidikan negara ini tidak dibenahi, selama masyarakat tidak mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan maka sampai kapanpun kasus-kasus seperti ini akan terus ada.

Satu hal yang selalu saya ingat adalah perkataan Yesus dalam khotbah di bukit;

Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. (Matius 5:27-29)

Share this entry
1 Comments
  1. Good article…. 😀

    Reply

Leave a Reply

Cast all your anxiety on him because he cares for you.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: