Journal

-- the pilgrim journey --

Home / notes / Komunikasi Lewat Poster Paper
Oct 28 2008

Komunikasi Lewat Poster Paper

Tahun 2005 untuk pertama kalinya saya menampilkan poster paper di dalam konferensi. Saat itu saya dan beberapa rekan membuat poster paper tentang majalah Centaurus yang sedang kami rencanakan saat itu. Walau hanya 2 hari menampilkan poster tersebut di APRIM 2005, saya cukup terkesan dengan desain yang dibuat Agung. Menarik dan terstruktur.

Tahun 2006 saat mengikuti ICMNS,untuk pertama kalinya saya harus membuat sendiri desain poster saya. Yang terpikir tentu harus menarik. Nyari di internet yang didapat hanya template standar yang kaku dan memang sangat ilmiah untuk sebuah ajang ilmiah yang diperuntukan untuk dibuat di Microsoft power point. Menarik memang, namun entah kenapa saya tidak nyaman melihat bentuk yang lebih mirip paper yang diperbesar dalam ukuran A0 itu.

Akhirnya saya putuskan untuk bereksperimen sendiri untuk membuat poster tersebut.  Dengan mempertimbangkan kualitas cetak dan layar yang berbeda maka saya memutuskan menggunakan corel. Hasilnya memang masih banyak kekurangan namun saya menikmati saat membuat poster tersebut.Sejak itu poster paper yang saya kerjakan sepertinya keluar dari pakemnya yang terkesan serius dan sangat ilmiah. Apakah saya jadi tidak ilmiah? Entahlah saya juga tak bisa menjawabnya.

Bagi saya poster paper yang saya tampilkan harus saya nikmati dulu ketika saya buat dan baca. Kalau dari awal diset kaku, saya juga jadi malas membacanya. Selain itu poster paper merupakan salah satu cara untuk mengkomunikasikan riset dan pekerjaan kita yang dituang dalam tulisan dan gambar yang diharapkan dapat bercerita kepada pembaca.

Nah, tahun ini saya juga ambil bagian dalam ICMNS 2008 yang diselenggarakan oleh FMIPA ITB. Karena kealpaan saya baru sadar tanggal acara udah semakin dekat sementara paper belum siap karena program belum saya jalankan untuk mendapatkan sistem yang saya butuhkan untuk dianalisis. Alhasil sejak sabtu (25 Okt) saya memaksa PC saya bekerja non stop untuk menghasilkan sistem yang saya butuhkan untuk melengkapi sistem yang sudah saya dapatkan sebelumnya. Akibatnya lagi saya tidak bisa memaksa PC saya untuk membuat desain poster maka saya putuskan untuk membuat poster dengan menggunakan Pages’08 dari iwork‘08 pada macbook.

Awalnya sempat bingung juga bagaimana membuat poster ukuran A0 untuk diprint dengan iwork. Ini disebabkan saya harus mencetak poster tersebut pada “digital printing”. Sampai saat ini saya belum menemukan digital printing yang melayani pencetakan dengan mac. Solusinya tentu dengan mengexport file yang dibuat ke pdf. Namun masalahnya, beberapa kali saya pernah menyimpan file kerja di Pages sebagai pdf dan harus kehilangan foto yang sudah diberi efek. Ternyata kekawatiran saya tidak terjadi. Hasil convert dari Pages’08 ketika di cetak tetap sama seperti saat saya buat dan saya lihat di layar.

Pages’08 berubah menjadi kanvas uji coba saya dalam membuat poster kali ini dan pada akhirnya saya puas dengan hasil dan kualitas cetak yang diberikan. Pages bisa dikatakan seperti mini potoshop yang punya berbagai fitur menarik untuk digunakan dalam pembuatan poster. Memang ia tidak menyediakan segudang keperluan desain seperti pada corel dan adobe namun fitur yang ada sudah lebih dari cukup untuk membuat poster paper yang eye catching dengan desain yang tidak kaku..

Berbagai eksperimen bisa dilakukan untuk medapatkan hasil yang kita inginkan. Kendalanya adalah tidak ada equation editor yang menjadi kebutuhan dalam kajian ilmiah. Masalah yang satu ini bisa diselesaikan dengan menggunakan TeX namun tetap saja agak merepotkan.

Masalah lain adalah grafik. Numbers’08 dari iwork juga menyediakan tampilan 3D yang menarik untuk tampilan grafik. Sayangnya Numbers’08 tidak mendukung kemampuan ekstrapolasi data.  Fitur trendlines atau fitur yang biasa digunakan untuk membuat garis regresi tidak ada pada Numbers. Padahal sebagai seorang saintis yang bekerja dengan data kemampuan ekstrapolasi data sangat dibutuhkan apalagi saat ini saya bekerja untuk menganalisis data statistik dari hasil simulasi. Well yang pasti untuk poster saya masih bisa mentolerir masalah ini tapi untuk membuat hasil akhir di paper sepertinya saya masih harus berkutat dengan Microsoft Excel.

Yang membuat saya kaget justru jadwal poster dari panitia yang hanya ditampilkan selama 1 hari karena harus digilir ruangannya untuk poster dari bidang ilmu lainnya dalam konferensi ini.

Share this entry
1 Comments
  1. Pingback:Oral vs Poster | avivah.co

Leave a Reply

For to us a child is born, to us a son is given, and the government will be on his shoulders. And he will be called Wonderful Counselor, Mighty God, Everlasting Father, Prince of Peace.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: