Aku dan Dia

keresahan itu hadir tanpa bisa kutepis. Terselubung dalam rasa yang ada selama bertahun-tahun. Entahlah, aku pun tak mampu menjawabnya… aku tau tahu mengapa aku terpuruk dalam gelisah. Tak tahu? Ataukah aku hanya berpura-pura tak tahu?

Pertanyaan dan kegelisahan yang dulu ada saat kanak-kanak tiba-tiba menyeruak.. merangsek masuk dalam kehidupanku. Membawaku lelap dalam kalut…. sampai beberapa menit lalu.

Sebuah cerita hadir… adakah sebuah kebodohan aku melepaskan sebuah kesempatan yang kudapat dahulu ataukah berkat untukku?

Sesaat aku merasa itu kebodohan sampai kelembutan itu menyapaku…mengingatkanku kalau pilihan itulah yang memang harus kulakukan. Perjalanan dan pertandingan ini masih berlangsung. Namun akankah kulangsungkan dalam kehendakNya? ataukah aku akan memilih berbalik dariNya mengejar sebuah predikat sukses? Predikat yang belakangan jadi kabur maknanya. Apakah sukses selalu berkait dengan materi dan jabatan?  Entahlah… aku pun tak punya jawabannya…..

Yang kutahu.. hidupku adalah berkat dan kasih karunia yang kuterima untuk mengenalNya dan berjalan dalam visiNya. Walau aku pun menyadari perjalanan ini sering membentur karang dan tembok. Tembok yang tak terlihat bentuknya.

Marah.. kecewa…. namun akhirnya kusadari tembok itu akulah yang membangunnya. Tembok dosa yang merintangiku datang menghampiriNya. Namun Ia jugalah yang meruntuhkan tembok itu dan menggapaiku kembali. Akankah kugantikan semua dengan kesuksesan semu ciptaan manusia?

Tanya itu kadang menyeruak namun tak lagi mengusiku. Yang kutahu aku harus terus berjalan mengikuti langkah yang sudah ditentukanNya.

Share:

live by grace and mercy of the Lord. a pilgrimage in this world. astronomy communicator. food lovers. mac mania. gamers. chatters. wine and hang out lovers.

You may also like

One Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: