Sebuah Undangan

Jumat lalu saya diminta untuk mencarikan 2 talent anak-anak untuk syuting acara Jalan Sesama di Bosscha. Dari 4 anak yang dihubungi, 3 diantaranya menolak kesempatan yang diberikan tersebut. Akhirnya kami harus mencari 1 talent anak perempuan untuk melengkapi skenario yang ada. Singkat cerita talent tersebut memang ditemukan dari anak salah satu pegawai di lokasi syuting.

Kejadian ini membuat saya teringat  kisah perumpamaan perjamuan kawin di alkitab. Kisah tersebut menceritakan seorang raja yang akan mengadakan jamuan kawin untuk sang anak. Seperti layaknya orang yang megadakan pesta, segalanya sudah tersedia. Hidangan dari lembu jantan ternak piaraan sang raja telah disediakan. Undangan telah disebarkan, bahkan para hamba diutus untuk menyampaikan undangan kembali pada para handai taulan. Namun sampai saatnya pesta para undangan tidak muncul. Mereka memilih pergi bekerja di ladangnya, mengurus usahanya bahkan ada yang menangkap para hamba dan membunuhnya….

Pesta kawin itu terus dilangsugkan. Bedanya para tamu bukan lagi mereka yang diundang. Para undangan tak lagi layak untuk datang ke pesta itu. Sang raja kemudian memerintahkan para hambanya pergi ke persimpangan-persimpangan jalan dan mengundang yang dijumpai disana.  Yang akhirnya menghadiri pesta itu ada orang baik maupun orang jahat yang ditemui di jalanan dan dikenakan pakaian pesta untuk memenuhi ruang pesta itu.

Kejadian yang terjadi jumat lalu memang tak persis sama, namun ternyata ketika sebuah kesempatan diberikan dan ditolak, yang justru mendapatkan kesempatan itu adalah orang lain yang tidak dikenal sebelumnya yang mungkin ditemui di jalan, atau di lokasi tertentu. Kalau kata orang sekarang, para tamu itu adalah orang-orang yang dapat durian runtuh bisa diundang ke pesta sang raja.  Anugerah bagi para tamu tersebut… mungkin mirip dengan si talent cewe jumat lalu yang tau-tau diberi kesempatan syuting.

Bukankah kejadian ini mirip dengan yang terjadi dalam keseharian kita? Seringkali kita diberi sebuah kesempatan namun kemudian menyia-nyiakannya. bahkan orang lain yang tidak kita kenallah yang kemudian mengisi kesempatan itu. Mungkin buat kita itu adalah keberuntungan orang itu. Mungkin saat itu kita melepas kesempatan yang datang demi mengejar kesempatan lain yang menurut kita lebih menguntungkan. Mungkin dan mungkin..

Saya pun pernah mengalaminya. Ketika sebuah kesempatan datang saya harus memilih untuk mengambilnya atau melepaskannya. Mengambil kesempatan berarti saya harus membayar harga yang besar. Melepaskannya berarti saya tak rugi apapun. Waktu itu saya berpikir buat apa diterusin kalau harus bayar harga.. dan apa untungnya? Apakah ini bukan sekedar ego?

Akhirnya setelah saya memilih menjalani kesempatan itu, saya menyadari itu adalah sebuah pintu dimana di dalamnya ada banyak hal lain yang diberikan buat saya. Sebuah kesempatan berbuah perjalanan panjang untuk mengenal Dia dan mengenal penggenapan visiNya.  Demikian halnya dengan kehidupan kekal kita.  Akankah kita menolak anugerahNya untuk menghadiri pesta perkawinan anak domba demi sebuah kesempatan yang lain? Mungkin dalam benak kita berpikir, ah ini hanya sebuah pesta perkawinan… namun kita tidak menyadari untuk berada dalam pesta itu kita akan dikenakan jubah pesta yakni jubah kekudusan yang akan membuat kita berkenan di hadapan sang Raja.  Jubah ini tidak kan didapat dalam kesempatan manapun yang kita kejar, karena hanya Sang Penguasa kehidupanlah yang memilikinya dan bisa memberikannya pada kita. Usaha sekeras apapun tidak akan membuat kita memiliki jubah itu. Hanya oleh anugerah jubah itu bisa kita kenakan.

Kadang kita memang terlalu sibuk untuk mengejar mimpi dan harapan kita sampai kita melepaskan kesempatan yang sudah ada di tangan ataupun undangan yang datang pada kita. Kita terlalu sibuk memfokuskan diri pada mimpi-mimpi kita sampai kita lupa akan sekeliing kita dan mengabaikan segala kesempatan yang datang. Pada akhirnya hanya kesia-siaanlah yang didapat ketika kita mngabaikan undangan dan sapaan sang Raja. Mungkin buat kita undangan dan kesempatan itu hanya berupa sebuah pesta namun kita tak kan pernah tahu apa yang ada di dalam pesta itu dan apa yang tersedia buat kita di pesta itu.

live by grace and mercy of the Lord. a pilgrimage in this world. astronomy communicator. food lovers. mac mania. gamers. chatters. wine and hang out lovers.

One Comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: