Serpihan Perjalanan Lentera Hatiku

Beberapa hari lalu saat sedang menelusuri video lagu-lagu era saya masih berseragam di youtube, saya justru menemukan video lagu Lentera Jiwa, single baru yang dibawakan oleh Nugie. Seperti biasa, lagu dengan makna yang cukup dalam dan menyentuh. Lagu yang bercerita tentang sebuah pencarian dalam hidup dan perjalanan mengikuti nurani.

Sejenak saya seperti berkaca melihat kehidupan saya sendiri. Semua seperti mengalir dalam sebuah sungai yang penuh riak dan kadang terantuk batu dan kerikil. Tapi walau demikian saya menikmatinya. Sudahkah saya menemukan lentera jiwa saya? Itu pertanyaan yang sesaat muncul namun kemudian akan tenggelam hilang di antara deru kesibukan sehari-hari. 

Saat mendengar lagu tersebut, saya seperti disadarkan.. inilah jalan yang saya pilih… mimpi yang sedang saya jajaki dalam realita.. sebuah perjalanan memenuhi visi dari Dia yang memberi anugerah. Mimpi itu dimulai beberapa tahun lalu dalam hempasan kegagalan… yang membuatku sejenak berhenti merajutnya. Dan ketika kuberanikan diri untuk merajut kembali setahun lalu… disanalah kutemukan hangatnya senyuman mereka yang kuhampiri. Di jalan inilah kutemukan ladangku, tanah untuk dibajak, diberi pupuk, ditaburi benih… disiangi.. disemai…… inilah perjalananku mengikuti visiNya yang jadi lentera hatiku sendiri.

Perjalanan ini baru dimulai… baru menapaki satu tangga kehidupannya. Di hadapanku masih ada ribuan anak tangga untuk dinaiki. Masih terbentang panjang jalan dengan lorong-lorong gelap yang harus kulalui. Entah berapa banyak teriakan, kemarahan dan mungkin kekecewaan akan menantangku. Namun yang kutahu pasti ketika harapan dipupuk ia tak kan sia-sia, apalagi jika Ia yang jadi sumber pengharapan menjadi sandaranku. Akan ada banyak sukacita.. yang mengisi bahkan lorong-lorong gelap itu.

Perjalanan ini memang baru kumulai. Ada banyak kasih karunia yang tercurah, namun disana juga ada tangisan pilu kegagalan yang menghantamku dan membuatku menjauh dariNya. Sebuah teguran kurasakan saat malam itu melakukan blogwalking dan membaca tulisan sang empunya single tentang Kampanye Lentera Jiwa. Dalam artikelnya, Nugie menulis :

Bahwa lentera jiwa bukan menuntut kesempurnaan, kenyamanan, kemapanan, bahkan perencanaan. Tapi mungkin hanya sekedar ketulusan, kejujuran, kesederhanaan, dan kepolosan dari jiwa.

Ah… akhir-akhir ini saya seperti berada dalam kelelahan menjalani semua. Satu per satu masalah yang menimpa, mengajarku untuk tetap bersukacita dan sabar. Namun kadang jauh di kedalaman jiwa ada kelelahan yang tersamar di antara senyum. Kini kutahu mengapa. Terlalu banyak tuntutan akan kesempurnaan, perencanaan, kemapanan… padahal yang dibutuhkan hanyalah ketulusan, kesederhanaan, kejujuran dan kepolosan jiwa.

Ah… terimakasih Tuhan..

Saya hampir saja kehilangan semua itu hanya karena melihat dunia yang begitu penuh dengan kemunafikannya. Saya hampir saja melepaskan semua itu ke dalam lautan keinginan dan ambisi. Saya hampir membiarkan diri ini kehilangan senyum ceria dan wajah polos kanak-kanak yang gembira mengenal alam semesta ini.

Dan sama seperti syair dalam single itu, inilah yang akan terus jadi perjalanan saya, mengikuti lentera jiwaku dan menjadi terang karena pelita yang diletakan dibawah gantang tidak akan ada gunanya. Tanpa ketulusan dan kasih.. semua yang kulakukan tak lebih dari kesia-siaan. Hanya satu yang terucap kini, Bapa isi hati ini dengan kasih yang mengalir tanpa henti…

Kubiarkan,kumengikuti,suara dalam hati, yang selalu membunyikan cinta. Kupercaya dan kuyakini, murninya nurani, menjadi penunjuk jalanku, lentera jiwaku (Lentera Jiwa, Nugie)

live by grace and mercy of the Lord. a pilgrimage in this world. astronomy communicator. food lovers. mac mania. gamers. chatters. wine and hang out lovers.

2 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: