Journal

-- the pilgrim journey --

Home / kontemplasi / Mengejar Matahari dan Janji Allah
Feb 20 2009

Mengejar Matahari dan Janji Allah

fiuhhh dah sebulan berlalu baru deh sempet nulis-nulis lagi di blog ini. Berita-berita GMC sendiri udah disebar sebenernya di Langitselatan dan Cosmic Diary. Perjalanan ekspedisi itu memang berakhir sukses dan membawa banyak pengalaman buat tim kami. Tak hanya itu, ini pertama kalinya saya belajar untuk memimpin sbeuah ekspedisi yang dimulai dengan mimpi dan idealisme.

Keinginan untuk membagi pndidikan pada rekan-rekan di Lampung dan keinginan untuk memotret gerhana membawa kami menuju Lampung yang menjadi area pusat dimana GMC bisa terlihat dengan baik. Ekspedisi ini pernah dirancang bersama Ical sebelum dia kemudian pergi meninggalkan kami selama-lamanya tahun lalu. Mimpi itu pernah terkubur dan akhirnya muncul lagi.

Saya sendiri awalnya tak pernah yakin untuk pergi ke Lampung ada banyak pertimbangan seperti dana dll yang membuatku ragu.  Ada banyak hal yang terjadi di balik semua perencanaan itu…walau ada sebuah janji yang muncul disana.

Janji “Aku akan menyediakan segalanya”. Janji yang pernah kupegang dan kuyakini namun karena banyak hal keyakinan akan janji itu sempat runtuh.. dan aku berjalan dalam keraguan dan kepanikan untuk mempersiapkan segalanya. Sampai akhirnya aku melihat janji itu dipenuhi. Ia memang menyediakan segalanya. Lokasi yang dianggap tidak ideal oleh banyak orang termasuk olehku menjadi tempat paling ideal untuk pengamatan. Perjalanan yang awalnya hanya untuk pengamatan dan berbagi astronomi di kota Lampung juga merambah area pos penginjilan di sbeuah dusun yang cukup jauh dari kota.

Di dusun inilah aku melihat betapa iman itu sangat sederhana. Sesuatu yang telah kubuat rumit dan membuatku ragu dan menjauh. Iman dalam sebuah doa, “Tuhan berikanlah cuaca yang baik untuk bisa mlihat Gerhana”. Wow… doa itulah yang kemudian menyentakku dan menyadarkanku betapa aku telah beralan menjauh di antara keraguan yang menyeruak hadir saat minggu-minggu persiapan.

Janji yang Allah berikan dimulai dengan “Akulah yang menyediakan segala sesuatu” dan berakhir dengan “Kamu telah menerima semuanya”. Akhirnya bisa aku pahami setelah melalui banyak hal. Ketersediaan yang aneh.. karena memang tak pernah sesuai dengan apa yang kuharapkan.. namun Ia sungguh memenuhi janjiNya.  Dan aku melihat betapa rapuhnya diriku hanya untuk meyakini sebuah janji dari Sang Pemilik semesta.

Yang dibutuhkan memang hanyalah iman yang sebesar biji sesawi saja untuk memindahkan gunung. Namun teryata untuk memiliki iman seperti itu aku masih harus terus belajar.. dalam ketaatan yang panjang. Ketaatan dimana aku harus terus berjalan dan tak pernah berhenti atau berbelok..

Nah diakhir tulisan ini, untuk sekedar berbagi hasil pengamatan kami, ini beberapa foto yang kuambil dnegan kameraku. Foto yang lebih baik resolusinya silahkan dilihat di Langitselatan

Bersembunyi di balik awan

Bersembunyi di balik awan

Ngamat dengan kacamata gerhana

Ngamat dengan kacamata gerhana

The Ring. Canon PowerShot A570 IS

The Ring. Canon PowerShot A570 IS

Share this entry
1 Comments
  1. sayangnya saia tak bisa melihatnya 🙁 hujan!

    Reply

Leave a Reply

The thief comes only to steal and kill and destroy; I have come that they may have life, and have it to the full.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: