Journal

-- the pilgrim journey --

Home / notes / Alumni Sukses?
Feb 24 2009

Alumni Sukses?

Mungkin banyak orang sudah sering mendengar kalimat yang satu ini Alumni Sukses. Sebuah paradigma yang muncul di antara alumni sebuah intitusi pendidikan. Entah itu pendidikan dasar, menengah, atas ataupun institusi perguruan tinggi. Memang tak ada yang salah dengan “stigma” seperti ini. Kesuksesan alumni memang tak jarang memberi dampak pada almamaternya. Siapa yang tak kenal ITB.. institut tempat Bung Karno menimba ilmu. Atau SMAN 2 ambon, yang sempat mencuat karena jadi alamater salah satu runner up Indonesia Idol entah keberapa (sori ga apal gue). Atau yang paling gres… dan paling heboh adalah SD di Menteng (entah SD berapa dan dimana) tempat Barrack Obama pernah mengenyam beberapa tahun pendidikan.  Kebanggaan akan salah satu almamaternya (katanya) yang meraih sukses.

Hal positif dan membanggakan ketika kita melihat kesuksesan yang memberi dampak pada kebanggaan dan popularitas almamater institusinya yang seakan ikut berhasil menggodok sang anak untuk sampai di jalan itu.

Namun bagaimana kalau stigma alumni sukses ini kemudian dibawa kemana-mana. Bahkan dalam konteks percakapan dan konteks “umum” lainnya? Seakan ada alumni sukses maka ada juga alumni yang tidak sukses. Apakah ukuran seseorang menjadi alumni sukses? Apakah dengan menjadi direktur sebuah perusahaan asing? ataukah dengan menjadi mentri? atau menjadi seorang pemilik harian terkemuka? atau pemilik televisi dan segudang jabatan kepemilikan dan jabatan presiden di berbagai perusahaan?

Apakah lantas “mereka” yang tidak seperti itu jadi alumi tidak sukses atau lebih kasar lagi gagal? Mari kita berandai-andai. Seandainya para alumni lain yang tidak masuk golongan alumni sukses ini memang tak sukses, kok mereka bisa menghidupi kluarga mereka lebih dari cukup? mereka mampu membuat anak-anak mereka jadi orang-orang berpendidikan? Lantas apa ukuran kesuksesan itu? Uang? jabatan? atau kemampuan memberi sumbangan dengan digit nol sebanyak-banyaknya dan diabadikan namanya jadi nama sebuah gedung? itukah sukses?

Entahlah….

Yang pasti stigma alumni sukses itu masih terus melekat dalam keseharian berbagai organisasi yang membuat rekan-rekannya yang masuk golongan tidak sukses jadi memilih untuk tidak berbaur dan menarik diri. Bahkan untuk sebuah suksesi pun seakan ada gap antara si alumni tua dan muda yang seakan tak bisa dijembatani. Kokoh berdiri dalam ego masing-masing generasi…

Atau mugkin kita harus bertanya pada diri kita sendiri apa itu kesuksesan. Apakah kesuksesan itu diukur dengan hal-hal materi atau hal lainnya.

Share this entry
1 Comments
  1. Saya termasuk yang gak sukses lho :mrgreen:

    Reply

Leave a Reply

God is not unjust; he will not forget your work and the love you have shown him as you have helped his people and continue to help them.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: