Perjalanan Ke Emaus

emausHari itu adalah hari yang mengejutkan buat mereka. Bagaimana tidak? Kepulangan perempuan-perempuan itu membawa kabar kalau jenazah guru mereka telah hilang. Dan apa katanya? Ada malaikat berkata Sang Guru bangkit? wuahh apa maksudnya? apakah perempuan-perempuan itu berkata benar? atau mereka melebih-lebihkan ? Tapi bagaimana mungkin jenazahnya hilang? Siapa yang tega mencuri tubuh Yesus?

Pembicaraan dan keheranan akan kejadian yang terjadi beberapa hari lalu menjadi topik hangat keduanya saat berjalan menuju Emaus. Kedua murid Sang Guru yang baru saja disalibkan itu bak dua orang yang kehilangan pegangan. Mereka bingung, bagaimana mungkin Sang guru yang baru saja dielu-elukan sebagai Raja, tau-tau disalibkan sebagai penjahat paling terkutuk di salib itu. Mana ada orang Roma yang disalib? Salib adalah penghinaan. Bagaimana mungkin Guru yang mengajar kebaikan dan menyembuhkan banyak orang ditinggikan di salib? Belum lagi keheranan itu hilang.. datang pula berita tak ada lagi mayat Sang Guru di kuburan. Rasanya semua jadi kacau.

Tau-tau dalam perjalanan itu, mereka mendapatkan seorang teman seperjalanan. Anehnya.. kok si teman ini nggak tau tentang Sang Guru dan Nabi yang disalib itu?  Sampai-sampai Kleopas pun bertanya, “Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”. Ketika mendapat jawaban kalau si teman baru ini tak tau apa-apa, akhirnya mengalirlah cerita itu dari mulut mereka,

“Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.

Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.

Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup.Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat.”

Tak dinyana, bukan  simpati yang didapat, rekan seperjalanan itu malah menegur mereka, katanya;

“Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?”

emmaus3Dan si teman ini pun menjelaskan panjang lebar tentang apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Yang lebih mengejutkan, di saat mereka mengajak dia untuk tinggal bersama mereka malam itu, si teman ini justru memecah-mecahkan roti dan mengucap berkat kemudian memberi roti itu pada mereka.

wow… bukankah yang seharusnya membagi roti adalah tuan rumah dan bukan tamu? Kok bisa si tamu ini yang memecah roti dan membagikannya pada mereka? Saat itu barulah mereka menyadari sang tamu adalah Dia si pemilik kehidupan, tuan dan Raja yang memiliki hidup manusia, Sang Guru dan Nabi yang disalibkan dan bangkit!. yup tak salah.. Dia bangkit.. dan IA Hidup!. Saat itu juga Yesus menghilang setelah menampakkan diri pada kedua muridnya itu. Namun, kedua murid ini tak menyia-nyiakan waktu lagi. Malam itu juga mereka langsung kembali ke Yerusalem untuk mengabarkan kabar sukacita tersebut. Tak dipedulikan lagi  betapa jauh dan gersangnya perjalanan menuju Yerusalem, karena kegersangan dan lamanya perjalanan tak lagi dipenuhi oleh kekecewaan.. namun penuh dengan pengharapan.

Kisah ini tak sekedar bercerita tentang Yesus menampakan diri pada murid-muridnya, namun menceritakan perjalanan kehidupan orang percaya. Kehidupan dengan pengharapan yang salah pada Allah, yang membawa manusia pada kegamangan, kekhawatiran, kekecewaan dan pelarian. Dalam kisah ini kedua murid itu mengharapkan Yesus sebagai Mesias yang membebaskan mereka dari penjajahan Roma. Raja yang akan datang untuk menghancurkan kekuasaan Roma. Tapi apa yang terjadi saat mereka harus mendapati Mesias yang diharapkan disalibkan? Takut, Kecewa… kehilangan asa.. membuat mereka kehilangan pengharapan dan pegangan. Akhirnya mereka pun kocar kacir melarikan diri.  Dari Yerusalem dimana mereka bersama-sama dengan Yesus, mereka berjalan ke Emaus… tapi sekali lagi Allah menunjukan kasih setianya. Ia tak pernah membiarkan manusia berjalan sendiri.

Allah tetap menghampiri dan menemani mereka, meskipun kehilangan pengharapan dan sejuta kegalauan membutakan mereka untuk melihat kehadiran Yesus sebagai teman perjalanan. Ia tak marah, Ia tetap mau mendengarkan keluh kesah dan kekecewaan sang murid, dan Ia mau menegur mereka.. dan membagikan berkatNya untuk mereka. Bahwa Ia adalah tuan rumah bagi setiap anak-anakNya.

Dan lihatlah respon kedua murid itu… mereka menyadarinya dan kembali ke Yerusalem malam itu juga untuk menyatakan kabar sukacita yang dipenuhi pengharapan baru, dan persepsi yang benar tentang Mesias.

Bagaimana dengan kita? ketika kita menemukan bahwa Allah ternyata tidak seperti yang kita harapkan … ketika kita kemudian kecewa dan berpaling, adakah kita merespon dan membuka diri kita untuk melihat maksud Allah yang sesungguhnya? Adakah kita segera berpaling, dan tanpa lelah berjalan kembali ke Yerusalem? Ataukah kita hanya duduk diam di Emaus dengan berkeluh kesah tanpa pengharapan?

Kisah Yesus menampakkan diri setelah kebangkitanNya bukan hanya untuk membuktikan Ia Hidup tapi juga membuktikan Ia ada dan Ia senantiasa menyertai kita bahkan di saat paling gelap sekalipun. Meski ada badai Ia ada dan siap mendengarkan dan menarik kita. Masalahnya… bagaimana respon kita? Maukah kita menyambut uluran tanganNya?

Ia peduli dan sama seperti janjiNya… Aku Akan Menyertai Engkau Sampai Akhir Zaman.

live by grace and mercy of the Lord. a pilgrimage in this world. astronomy communicator. food lovers. mac mania. gamers. chatters. wine and hang out lovers.

You may also like

4 Comments

  • Keyen kak vi…xixixixi..
    Sering2 posting ya…
    Saduran dari khotbah ya kak??Samma soalna..:D

  • inspired dr khotbah minggu kemaren. tp sebenenrya gue juga ga inget2 amat isi khotbahnya. cuma beberapa point yg kuinget soalnya gue ketidurannnn… hehehehehehe

  • Kisah ini jadi salahs atu favorit saya 😀

    Yang membuka pikiran saya adalah bahwa dua orang murid dari Emmaus tersebut bukan orang populer, orang biasa, berapa kali kita bisa menemukan cerita mereka di Injil. Orang biasa yang kehilangan pengharapan, takut, dan merasa powerless karena kekuatan mereka, Guru mereka, sepertinya telah pergi. Tidak ada lagi yang diandalkan.

    Namun sebaliknya, Tuhan sendiri mendatanginya dan memberikan lagi mereka pengharapan dan kekuatan.

    Ketika murid-murid diutus dua-dua tanpa bekal apapun, tanpa fasilitas duniawi, di situlah kuasa Tuhan akan lebih terlihat. Dan mereka membuktinkannya.

  • marthen neoalak

    dari kisah ini kita bisa belajar utk tidak menaruh harapan yang salah karena akan kecewa dan menimbulkan mata iman kita tertutup terhadap kehadiran Tuhan yang selalu siap menemani kita walau kita sedang galau. kedua pengharapan yang salah menimbulkan ketidak pekaan terhadap kehadiranNya. Ia sudah bersama kita bahkan siap melayani kita tap karna tidak Peka. mari kita latih panca indara rohani kita utk tanggap dan peka terhadap kasih dan kehadiran Tuhan! ia adalah sumber kekutan dan pemberi hidup!

Leave a Reply

%d bloggers like this: