pria dan gadis kecilnya

di sana.. di sudut jalan…
ia duduk sambil memeluk gadis kecil itu.

di sana di sudut jalan yang sama,
ia kembali kutemukan…
duduk di bawah terik sang surya..
menggendong gadis kecil itu.
di tangannya ada lembaran-lembaran uang…
perlahan .. ia menyibak satu demi satu lembaran itu…
sangat perlahan..
seakan takut ada yang terlewatkan..
lembaran-lembaran itu dihitungnya dengan seksama..
Sesekali ia menyeka peluh di dahinya..
dan di dahi gadis kecilnya…
Gadis kecil yang begitu nyaman dalam pelukannya.

Sesaat kemudian…
laki-laki itu menaiki angkot di hadapannya..

hati-hati ia meletakkan kantong yang ia bawa..
seakan ia tak ingin gadis kecilnya terganggu..
dan memang gadis itu begitu nyaman…
sepanjang perjalanan ia terus tertidur dalam peluk hangat sang ayah..
tak ada keraguan…

laki-laki itu lagi-lagi menghitung lembaran itu dengan seksama.
memisahkan beberapa lembar ribuan..
dan menyimpan sisanya..
matanya nanar namun penuh kebanggaan..
tak ada lagi kesan lelah dan cemas yang tadi sempat terlihat…

gadis itu kembali dipeluknya erat..
sebelum ia turun dari angkot
membayar..
dan menghilang di ujung jalan yang lain…
bersama gadis kecilnya..

dan besok… ia mungkin masih akan ada disana..
di sudut jalanan pasar..
menghitung lembar demi lembar yang ia dapat setelah lelah berjualan seharian..

live by grace and mercy of the Lord. a pilgrimage in this world. astronomy communicator. food lovers. mac mania. gamers. chatters. wine and hang out lovers.

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: