Journal

-- the pilgrim journey --

Home / notes / GeoCities: Menjejak Akhir Suatu Masa
Oct 14 2009

GeoCities: Menjejak Akhir Suatu Masa

Hari ini entah bagaimana saya menemukan berita di Mashable, the social media guide. Judul beritanya End of an Era: GeoCities to Close This Month, yang langsung menarik perhatianku.

GeocitiesoriginallogoBagaimana tidak, GeoCities membawaku kembali ke ingatan masa lalu. Masa pertama kali saya mengenal internet dan masa ketika saya tertarik untuk memulai sebuah situs. Masa 13 tahun yang lalu, saat saya masih duduk di bangku SMA dan internet untuk pertama kalinya hadir di kota kelahiran saya, Ambon.

Saat itu internet seperti sebuah jendela yang baru terbuka dan kita bisa mengenal sebuah dunia baru, mengetahui apa yang sedang terjadi di luar sana.  Masa ketika arus informasi tak lagi punya batas. Persahabatan terjalin di ruang maya lewat situs-situs sahabat pena. Berita-berita dunia didapat dengan mudah. Dan keingintahuan merambah jadi keinginan untuk berbagi cerita lewat dunia maya. Media yang tepat saat itu adalah membuat website pribadi. Dan GeoCities menawarkan fasilitas tersebut. Ada 2 web yang pernah kubuat di Geocities dengan 2 neighborhood yang berbeda, SouthBeach dan SiliconValley. Saat itu pulalah diriku mengenal HTML untuk pertama kalinya dan yang juga menumbuhkan minatku untuk belajar tentang web. GeoCities pada akhirnya menjadi tempat untuk berbagi foto dan cerita. Untuk yang tidak tau GeoCities silahkan baca di Wikipedia.

Tak bisa dipungkiri, GeoCities adalah bagian dari perjalanan awal menuju era social networking seperti saat ini. GeoCities bukan sekedar sebuah web, ia sepeti sebuah komunitas yang terbagi berdasarkan topik seperti entertainment, teknologi, olah raga, edukasi dll. Menarik karena bagi para pengguna internet era 90-an ini adalah salah satu cara untuk berbagi. Era yang kita kenal sekarang sebagai era web 1.0, era dimana web merupakan penyedia informasi statis namun tidak menutup diri dari perkembangan komunitas di dalamnya.

geocitiesPada akhirnya Yahoo kemudian membeli geocities dan keunikan alamat web yang menggunakan neighborhood itu tak ada lagi. Dan tahun ini Yahoo kembali memberi pengumuman bahwa terhitung 26 Oktober 2009, Yahoo! GeoCities akan ditutup. Para penggunanya diminta untuk mengupgrade webnya ke situs berbayar milik Yahoo.

Satu hal menarik… dengan ditutupnya GeoCities maka bisa dikatakan era web 1.0 memang telah benar-benar berakhir. Berganti dengan era web 2.0 dimana social network berkembang dengan pesat menjadi era baru di dunia maya. Era dimana batas-batas itu tak lagi tersisa. Wajah informasi statis telah bergeser menjadi lebih dinamis yang mengutamakan interaksi antar pengguna.

Bahkan di dunia astronomi ada sebuah istilah baru yang muncul. Unclub Astronomy. Informasi yang di dapat, diskusi yang terjadi di dunia maya membawa para penggemar astronomi menjadi terdidik dengan cara yang berbeda. Dan itu bukan hanya terjadi di astronomi namun di semua bidang. Informasi bukan lagi hak dan kewajiban pewarta berita. Semua pengguna bisa menjadi bagian dari pewarta berita melalui blog maupun situs sosial lainnya. Wajah baru yang sekaligus menjadi gaya hidup baru masyarakat dunia.

geocities

Akhirnya era pun berganti membawa warna baru yang penuh dinamika. Blog, Friendster, MySpace, YouTube, Twitter, Facebook menjadi pilihan baru untuk membangun relasi dan berbagi informasi dalam ruang tak berbatas.

Share this entry
4 Comments
  1. Saya juga nunggu nih, kayak mana nantinya sesudah 26 oktober nanti. Bakal ramai seperti Fb, kah? 😀

    Reply
  2. kalo mo buat social networking yahoo ud ada hi5 keknya emang ud spt kata artikel di atas ud abis era web statis ^__^ ato mo bikin kek google punya page.google.com tapi entahlah moga ajah mo bikin service yang lebih baek lagi dr geocities

    Reply
  3. Pingback:Secarik Coretan di Dunia Maya | SimplyVie

  4. Pingback:Satu Dekade Meniti Perjalanan di Dunia Maya | simplyvie

Leave a Reply

Therefore, as God’s chosen people, holy and dearly loved, clothe yourselves with compassion, kindness, humility, gentleness and patience.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: