Journal

-- the pilgrim journey --

Home / film / AVATAR, Human Alter Ego in Pandora
Dec 22 2009

AVATAR, Human Alter Ego in Pandora

Perkembangan dunia exoplanet yang demikian cepat sejak pertama kalinya planet ditemukan memberikan sebuah warna baru bagi dunia. Dulu… di tahun 1995 planet yang bisa ditemukan adalah planet gas raksasa laksana Jupiter. Kini.. planet-planet serupa Bumi bukan lagi mimpi. Planet super Bumi satu persatu disingkap di berbagai bintang katai merah dan juga ada yang mengorbit bintang serupa Matahari.

kredit : rotten tomatoes

kredit : Rotten Tomatoes

Ilmu pengetahuan tak bisa dibendung ketika keingintahuan manusia terus menyeruak mencari jawaban. Pencarian terus berlanjut, teknologi pun terus berkembang. Tapi apa tujuan kita mencari planet lain di luar sana? Bukankah kita toh tak bisa mengunjungi planet itu. Apa gunanya planet-planet baru itu buat manusia? toh kita juga tak mungkin menjamahnya. Untuk ke Mars saja manusia masih belum mampu.. apalagi di sebuah planet yang berada di ruang angkasa yang luas… tanpa batas.

Untuk apa? Itu pertanyaan yang seringkali hadir… dan mengusik. Bagi para ilmuwan, penemuan sebuah planet baru adalah impian untuk mencari dan mempelajari Jupiter lain.. atau Saturnus lainnya.. atau bahkan Bumi lain yang ada nun di ruang antar bintang. Belajar bagaimana sebuah sistem keplanetan terbentuk, bagaimana planet-planet memulai pembentukannya … bagaimana senyawa kimia berinteraksi di dalam planet-planet tersebut. Keberadaan sistem keplanetan yang ada di alam semesta seakan menjadi sebuah buku terbuka yang akan menjawab misteri tentang asal mula dunia yang kita huni ini. Buku yang terisi oleh lembaran-lembaran sistem yang akan membawa manusia pada jawaban bagaimana sebuah kehidupan dimulai di Bumi yang kita sebut rumah.

Dan pencarian itu terus berlanjut tanpa henti untuk mencari sistem baru yang akan mengisi halaman berikutnya dari buku tentang sistem keplanetan yang ada di sekitar Tata Surya sampai di area terjauh di sudut semesta. Dan yang jadi mimpi seluruh ilmuwan dan mungkin seluruh umat manusia, adakah kehidupan lain di luar sana? Adakah planet Bumi lainnya yang juga memiliki penghuni? Seerti apa dan bagaimanakah kehidupan di planet asing itu bisa bertahan?

Pencarian itu tak kan pernah pupus, karena setiap misteri yang terkuak dari setiap planet memiliki keunikan tersendiri. Keunikan yang membawa manusia pada misteri baru yang menanti untuk diungkapkan. Kuakan misteri itu membuat kita berdecak dalam kekaguman melihat satu persatu maha karya di alam semesta ini.

Namun tak bisa dipungkiri, mimpi akan sebuah peradaban lain bukan hanya mimpi para astronom dan para pengamat langit. Ini adalah mimpi koloni kehidupan bernama manusia yang ada di Bumi. Dan angan manusia telah membawa kita pada dunia fantasi yang tak lepas dari mimpi tentang bentuk kehidupan lain di luar sana. Fiksi sains tertuang dalam berbagai karya. Buku, film, puisi, lagu, permainan, seakan menjadi ruang bagi mimpi manusia akan sebuah peradaban lain di luar Bumi.

Angan yang tertuang dalam berbagai karya membawa manusia menjelajahi ruang dan waktu. Bertemu dengan makhluk asing yang ada di sebuah dunia lain di luar Bumi kita. Petualangan demi petualangan pun terangkai dalam sebuah karya…

Hal yang sama juga kualami saat menonton AVATAR, sebuah film epic karya James Cameron yang menggambarkan keberadaan manusia di sebuah dunia baru bernama Pandora di masa depan tepatnya di tahun 2154. AVATAR memaparkan sebuah kisah seandainya ada planet di bintang terdekat dari Bumi. Alpha Centauri atau yang dikenal dengan nama Rigel Centaurus, digambarkan memiliki tiga buah planet gas laksana Jupiter. Satu diantaranya bernama Polyphemus memiliki satelit bernama Pandora yang ternyata bisa dijejaki dan memiliki kehidupan.

keindahan Pandora dalam AVATAR. kredit : Avatar Pictures

Sebuah satelit asing yang dihuni makhluk – makhluk yang masih terhitung primitif dalam kelompoknya masing-masing. Primitif jika dibandingkan dengan teknologi manusia.. dari perspektif manusia.  Mungkin buat mereka, manusialah yang primitif karena tak mampu untuk memahami cara hidup mereka.

Kehadiran manusia di Pandora, membawa misi ilmiah untuk mempelajari kehidupan yang ada di sana, mempelajari tumbuhan, hewan, tanah dan segala hal yang senantiasa menjadi daya tarik bagi ilmu pegetahuan. Struktur kehidupan yang berbeda dan kompleks menjadi misteri baru yang harus dicari jawabannya. Tak hanya itu… angan akan hubungan antara manusia dan penduduk pribumi Pandora juga dipaparkan lewat usaha untuk mengenal suku Na’vi dan belajar bagaimana mereka menjalani kehidupan….

Kontak dan relasi dengan makhluk asing… itulah yang senantiasa jadi mimpi yang ingin diwujudkan lewat berbagai pesan yang coba dikirimkan ke ruang angkasa dengan harapan ada makhluk lain yang akan merespon. Namun ternyata di balik semua itu… ada juga sesuatu yang tak bisa lepas dari manusia. Kenagkuhan sebagai makhluk tertinggi dan keinginan untuk berkuasa dan menguasai tambang yang ada di Pandora. Sisi manusia yang penuh keserakahan, tergambar jelas dari usaha manusia yang mencoba menghancurkan rumah suku pribumi pandora demi mendapatkan unobtainium. Unsur yang sangat mahal yang ada di Pandora…

Dari keseluruhan cerita AVATAR ada satu kalimat yang menarik perhatianku. Saat sang tokoh utama memutuskan untuk menjadi bagian dari Na’vi dan mengumpulkan seluruh penghuni Pandora untuk melawan dominasi makhluk dari langit aka manusia. Saat ia pada akhirnya duduk dia dihadapan Eywa (roh yang diyakini menjadi dewa suku Na’vi), ia meminta agar Eywa menolong mereka. Saat itu, ia meminta Eywa untuk melihat Bumi melalui ingatan Grace (ilmuwan yang meninggal). Bumi yang tak lagi hijau, karena telah dihancurkan oleh para penghuninya. Dan kini manusia itu datang ke Pandora untuk menghancurkan keindahan alam Pandora…

Kalimat ini begitu singkat, seakan hanya jadi sebuah doa di dalam film fiksi ilmiah yang penuh petualangan. Namun kalimat itu seakan menjadi esensi dari kisah epic di AVATAR, dan membawaku kembali pada pertanyaan… seandainya kita bisa menemukan Bumi yang lain dan bisa menjejakinya, akankah kita hanya datang dalam damai dan demi ilmu pengetahuan? Ataukah kita akan membawa ego manusia sebagai makhluk tertinggi yang selalu ingin berkuasa dan membawa keserakahan manusia yang telah merusak alam di Bumi ini? Bukankah Bumi yang jadi rumah kita pun sedang sekarat karena dirusak oleh manusia?

Seandainya planet yang bisa dihuni itu ada.. seandainya kehidupan itu memang ada… akankah manusia tidak menjadi serakah? akankah manusia tidak pergi untuk merusak sebuah keseimbangan alam lain? akankah manusia tidak berusaha untuk menambang lagi demi kekayaan?

Pandora.. negeri kaya itu coba dirusak… cerita berakhir dengan kegagalan atas rencana yang merusak itu. Namun ada pertanyaan lain yang akhirnya hadir. dulu di saat Bumi masih hijau, di saat manusia masih menjadi manusia primitif… alam itu senantiasa dijaga keseimbangannya. Namun perkembangan peradaban manusia justru menunjukkan betapa keangkuhan dan keserakahan telah membawa bencana di berbagai belahan dunia. Di Pandora manusia ingin mengambil unobtainium, di Bumi manusia merusak alam demi gas alam, kayu, minyak dll… yang pada akhirnya hanya menjadikan manusia berada dalam dunia yang gersang.

Avatar sendiri bisa dikatakan merupakan gambaran keinginan manusia untuk menjadi seseorang yang lain yang mungkin lebih baik dari dirinya.  Apakah avatar merupakan sebuah harapan dan cita-cita lain yang ada dalam diri manusia untuk memiliki alam yang indah, hubungan yang baik di antara sesama makhluk yang tak terwujud dalam keadaannya sekarang?

Jika film Earth masih tak mampu menyentuh keinginan terdalam diri manusia untuk menjaga alamnya, maka sebaiknya kisah epic AVATAR ini membawa manusia untuk menyatu dan mendengarkan suara dan cerita alam, sehingga alam dapat terus menjaga keseimbangannya….

Share this entry
1 Comments
  1. hmm, “needs” / kebutuhan is the mother of all invention, so they say 🙂
    so, bumi udah rusak bukan hanya dari segi fisik, but lebih ke manusia nya yang sadar dan tidak sadar end up with a destruksi ke bumi ini. to restore it nearly nggak mungkin karna berhunungan dengan kepentingan2 yg bahkan belum pernah bayangkan (every human and nation punya kepentingan yg beda)…so, pada akhir nya kita akan seperti jalan cerita di Avatar, on our quest to find a new place.IMHO

    Reply

Leave a Reply

‘Call to me and I will answer you and tell you great and unsearchable things you do not know.’
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: