Journal

-- the pilgrim journey --

Home / tales / Goresan Cerita di Dunia Maya
Sep 14 2010

Goresan Cerita di Dunia Maya

Tak terasa waktu begitu cepat bergulir. Empat tahun sudah saya bermain-main dalam dunia blog. Menjadi blogger bukanlah sesuatu yang pernah terpikirkan oleh saya. Apalagi menjadikan dunia blog sebagai media yang serius dalam pekerjaan. Namun tak bisa dipungkiri keisengan yang tidak bisa dibilang keisengan inilah yang membawa saya bertualang.
Masih lekat dalam ingatan, tahun 1996 kala itu saya masih duduk di bangku SMA. Seragam putih abu-abu jadi identitas dengan impian untuk suatu hari bisa kuliah di ITB sebuah institut yang katanya “terbaik”. Dan tahun 1996 itu pulalah pertama kalinya internet masuk di kota kecil tempat saya berdiam. Ambon. Internet yang dibawa masuk oleh provider wasantara net milik PT. Pos Indonesia.

Kala itu, gonjang ganjing perdebatan internet akan membawa kesesatan dan dampak buruk pun hadir di antara warga. Tak banyak yang mau mendaftar saat itu, sehingga PT Pos Indonesia pun mulai melakukan sosialisasi melalui berbagai seminar yang membahas tentang internet, kegunaannya dan dampaknya.  Pada saat internet hadir di ambon, orang tua saya, khususnya almarhum papa langsung berinisiatif untuk menghadirkan internet di rumah buat anak-anaknya. Bisa dibilang saat itu kehadiran internet jadi kemewahan tersendiri bagi kami. Bagaimana tidak, harganya lumayan bikin stress juga. Masa itu yang ada hanya paket 15 jam, 20 jam, dengan harga per jam bisa di atas kisaran Rp 8000,-/

Kala itu belum ada yang namanya blog, YM, apalagi facebook dan twitter. Tapi bukan berarti jaringan komunikasi tidak ada. Situs-situs sahabat pena menjadi jejaring awal yang saya ikuti untuk mengenal pengguna internet di belahan dunia yang berbeda. Satu di antaranya bahkan masih bisa bertemu di jejaring sosial era web 2.0. Berbagai pengalaman menarik dengan internet tidak saja membawa saya berkenalan dengan teman baru di berbagai belahan dunia, namun juga membawa saya berkenalan dengan polisi yang sempat menyatroni rumah saya jelang EBTANAS. Ternyata para Bapak Polisi ini mendapatkan lembaran-lembaran try out yang saya dapatkan dari SSC lewat email dari seorang teman dan menduga itu adalah soal EBTANAS yang bocor.  Kalau dikenang lucu juga melihat mereka mendatangi orang tua saya dan bertanya ini itu.  Email jadi jembatan utama dalam komunikasi. Komunitas pun dibangun lewat IRC (internet relay chatting)  dan dunia chatting bisa dirambah lewat berbagai channel di IRC dan ICQ. Ada banyak cerita yang tergores dan terukir bagi para pengguna internet masa itu lewat ruang chatting. Ada cerita yang berakhir indah namun ada juga pengalaman kurang menyenangkan.

Dan di masa awal perkenalan dengan internet yang sekaligus masa akhir saya di bangku SMA, terbersit mimpi untuk memiliki web pribadi yang akan bercerita tentang Ambon dan puisi yang saya tulis. Maka mulailah saya mulai berburu ilmu bagaimana membuat website. Situs web pertama saya jelas diarahkan ke geocities yang kala itu memang menyediakan wadah pembuatan web secara gratis yang terbagi berdasarkan topik tertentu dan setiap pengguna bisa memilih neighborhood atau lingkungannya sendiri.

Jangan bayangkan sebuah situs interaktif, yang ada kala itu situs pasif aka satu arah yang menjadi ajang memperkenalkan diri atau berbagi informasi tentang hobi yang kemudian berlanjut dalam diskusi lewat group khusus para penggemar topik yang sama.  Tapi ternyata mimpi saya hanya tinggal mimpi. Harapan untuk membuat sebuah web yang bercerita tentang keindahan kota kelahiran saya itu hanya berakhir setengah jadi di 2 neighborhood milik Geocities yakni SouthBeach dan SiliconValley. Namun tak dipungkiri itulah awal perkenalan saya dengan dunia tulis menulis di situs web. Dunia yang kemudian saya akrabi belasan tahun kemudian.

Tahun 1997, saya pun meninggalkan Ambon dan melanjutkan kuliah di ITB. Di sinilah perjalanan saya mengenal dunia maya dalam berbagai petualangan yang menorehkan cerita justru membawa saya mengenal sahabat-sahabat dunia maya yang masih terus menjalin cerita sampai hari ini dalam jalinan pertemanan yang indah.

Perkenalan dengan dunia maya di kota kembang memang membawa saya masuk dalam berbagai komunitas lewat berbagai mailing list maupun forum online. Diskusi demi diskusi memberi wawasan baru buat saya sekaligus membawa saya untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda. Kotak yang pernah ada dan mengurung pikiran manusia itu akhirnya terbuka dan membawa kita melihat dari sisi lain kotak maupun dari suatu sudut di luar kotak pemikiran lama yang seringkali ada dalam diri kita sebagai akibat pendidikan yang kita dapatkan dari lingkungan yang hanya melihat segala sesuatu dari satu sudut pandang yang dianggap benar untuk dirinya sendiri.

Tahun 2004 mimpi untuk membuat sebuah situs pribadi kembali hadir. Berbekal pengetahuan yang ada dan dibantu oleh adik saya, akhirnya situs web pertama dengan domain pribadi pun dibuat.  Kala itu namanya avieframework.com. Kepanjangan, tapi yah bagaimana lagi saya sendiri tak sepandai itu dalam memilih nama. Yang menarik, saat itu saya nekat mengirim surel ke NASA@Science untuk meminta izin menerjemahkan berita-berita mereka ke web saya. Dan tentu saja dibalas dengan persetujuan.  Tapi ternyata walaupun web tersebut cukup mendapat apresiasi  dari pengunjung yang datang, tetap saja kebiasaan lama saya hadir lagi. Situs itu pun akhirnya tak terurus. Sampai akhirnya domainnya pun lepas.

Tahun 2006, saya putuskan memindahkan seluruh tulisan saya ke blog wordpress.com, Kali ini dengan harapan bisa menuliskan materi penelitian saya di astronomi sekaligus memberi pemahaman yang benar tentang astronomi kepada masyarakat disertai kontemplasi iman yang saya alami. Well.. ternyata blog saya tersebut cukup mendapat apresiasi pengunjung untuk materi Tata Surya.

Di tahun sebelumnya, bersama beberapa rekan, kami memang sempat membuat situs astronomi, yang sayangnya akhirnya tidak berlanjut karena masalah teknis. Dan setelah melihat boomingnya blog, kami pun memutuskan untuk hijrah ke bentuk blog. kali ini mengusung nama langitselatan. Dan di saat bersamaan saya juga memutuskan untuk menghijrahkan seluruh tulisan saya ke blog pribadi dengan domain pribadi di simplyvie.com

Singkat cerita saya dan teman-teman pun membuat langitselatan.com, blog khusus sebagai media informasi dan edukasi astronomi. Dan mimpi saya dulu untuk menjadi ilmuwan tampaknya semakin termarjinalkan berganti dengan keasikan saya untuk menulis astronomi dan menjadi astronom komunikator. Profesi yang satu ini, saya ketahui keberadaannya di tahun 2007 kala berselancar di internet dan menemukan web khusus tentang komunikasi astronomi kepada masyarakat. Dan dari sinilah sebuah babak baru dalam hidup saya dimulai.

Mimpi menjadi ilmuwan tampaknya semakin jauh meskipun saya terkadang masih melanjutkan penelitian saya dan masih menuliskan paper ilmiah. Namun paper atau makalah ilmiah lainnya yang lebih sering saya buat justru yang terkait dengan komunikasi astronomi khususnya blog sebagai media baru dalam mempopulerkan astronomi.

Dari blog akhirnya dunia tulis menulis yang pernah saya gemari kala SMA kembali saya tekuni, dan lewat blog jugalah saya mendapat kesempatan untuk bergabung dengan komunitas astronomi global plus memasuki ranah ilmiah baru dalam komunikasi astronomi pada masyarakat.

Buku kumpulan tulisan blogger di Cosmic Diary. kredit : ESO

Tak pernah terbersit kalau astronomi dan dunia tulis menulis bisa digabung yang sekaligus membawa saya untuk mengenal lebih banyak lagi ilmuwan luar biasa yang juga mendedikasikan diri mereka untuk memperkenalkan astronomi pada masyarakat. Tak hanya itu, komunikasi astronomi juga membawa saya pada wawasan berpikir yang lebih luas lagi akan dunia sains dan pendidikan. Dan yang pasti blog tidak sekedar membuat seseorang bisa bernarsis ria atau jalan-jalan namun juga bisa membawa seseorang masuk dalam komunitas ilmiah.

Di tahun 2007 itulah saya berkesempatan memperkenalkan langitselatan kepada komunitas astronomi dunia dalam Communicating Astronomy with the Public Conference di Athena yang sekaligus membuka pintu bagi keterlibatan kami dalam kegiatan tahun astronomi di sepanjang tahun 2009.  Dan buat saya pribadi, ini juga kesempatan pertama saya untuk melakukan presentasi di depan komunitas astronomi dunia sekaligus membawa saya bergabung sebagai blogger cosmic diary yang juga menerbitkan kumpulan tulisan bloggernya dalam buku Postcards From the Edge of the Universe yang diterbitkan oleh European Southern Observatory (ESO;  atau European Organization for Astronomical Research in the Southern Hemisphere) bulan September 2010.

Dan perjalanan itu masih belum usai, karena coretan-coretan di dunia maya ini masih akan terus berlanjut dengan perkembangan dunia teknologi yang semakin dinamis dari waktu ke waktu. Tapi yang pasti anggapan negatif yang pernah ada tentang dunia maya masih belum benar-benar terkikis. Bagaimana tidak pembredelan ala dunia maya dengan dalih moral pun masih dilakukan. Padahal menurut saya pribadi,anggapan itu seharusnya sudah terkikis. Ketakutan dan paranoia sudah saatnya dihilangkan berganti dengan kesadaran pribadi akan kegunaan sebuah alat yang ada di tangan kita sendiri.

_____

cat. urutan tentang perkembangan internet beradasarkan pengalaman penulis

Share this entry
5 Comments
  1. baru tau internet udah ada sejak 96. dulu taun segitu, aku bahkan baru kenal komputer dengan gamenya yang diakses melalui dos :))

    dan setuju, kampus bti juga membuatku jauh lebih mengenal dunia maya

    Reply
    • Internet di Indonesia itu mulai berkembang di kisaran thn 1992 – 1994. Pengguna pertama di Indonesia tercatat ada di thn 1988 memanfaatkan CIX dan Compuserve. Yg gue ceritain itu internet masuk ambon (halah) di thn 1996.

      Reply
  2. bernard

    keren…keren…

    sebagai komunikator sains, tugas mba ivie sangat bermakna sekali untuk menjembatani astronomi dan pemahaman astronomi masyarakat yang sayangnya saat ini masih sangat2 memprihatinkan..

    semoga akan banyak bangkit mbak ivie yang lain yang bersedia menjadi jembatan sains agar kita juga bisa berkontribusi positif pada dunia hunian kita…

    Reply
  3. sekarang internet berkembang dengan teramat cepat diantaranya kemudahan membuat blog, juga dengan adanya situs2 sosial seperti facebook dan gratis pula sehingga mendorong kemudahan akses informasi dimana2. Pertanyaannya adalah: menurut prediksi mbak, apalagi yang akan hadir setelah era blog & facebook ini? apakah media cetak akan tergusur seperti keberadaan warung telepon umum yg tergantikan handphone?

    Reply
  4. Pingback:Satu Dekade Meniti Perjalanan di Dunia Maya | simplyvie

Leave a Reply

Be wise in the way you act toward outsiders; make the most of every opportunity. Let your conversation be always full of grace, seasoned with salt, so that you may know how to answer everyone.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: