gulungan film

Bakar Film

Judulnya sih sedikit bombastis tapi karena ga nemu istilah lain so itu aja deh. Sebenarnya judul tersebut tidak ada kaitannya dengan isu pajak film dan kisruh hengkangnya film asing dari Indonesia. Jadi bukan ide mau membakar film tapi ini adalah sebuah istilah yang kerap digunakan untuk fotografi yang masih menggunakan roll film untuk menunjukkan kalau si film sudah tidak bisa digunakan atau diistilahkan filmnya terbakar.

gulungan film

Lantas apa perlunya menulis blog ini? Awal ceritanya adalah tulisan di langitselatan yang dibuat untuk membuat kegiatan sederhana membuat sendiri kacamata matahari. Dalam tulisan tersebut ada alternatif sederhana yang diberikan untuk membuat filter dari gulungan film hitam putih. Untuk membuat si film menjadi filter, dia harus dibakar atau dipapar di bawah matahari barulah kemudian di cuci dan klise aka negatif film hasil dicuci yang kemudian menjadi hitam pekat itulah yang bisa digunakan sebagai filter untuk mengamat Matahari.

Ternyata, setelah beberapa waktu, para pembaca yang mencoba membuat sendiri kacamata tersebut mengalami kesulitan untuk memahami arti filmnya di ekspos / dipapar / dibakar di bawah matahari. Sebagian besar mempertanyakan bagaiamana membakar film di bawah matahari? Apakah artinya di bakar itu ya di bakar dengan api atau bagaimana?

Setelah beberapa waktu barulah saya sendiri menyadari, permasalahannya ada pada perbedaan generasi dimana para pembaca yang membuat kacamata tersebut rata-rata bukanlah generasi yang pernah aktif menggunakan kamera dengan film fotografi.  Rata-rata mereka adalah generasi yang sudah hidup dalam era kamera digital.

Nah disini, yang ingin saya jelaskan, film yang dibakar atau diekspos atau dipapar di bawah Matahari itu artinya, si film dibuka atau ditarik keluar dari roll atau gulungannya dan paparkan di cahaya matahari selama 60 detik. Di paparkan di cahaya Matahari ini artinya, ketika film sudah ditarik dari gulungan maka dia sudah terekspos sehingga tidak bisa digunakan atau istilah sehari-harinya filmnya sudah terbakar. Setelah film terbakar, cuci film ini seperti biasanya. Saat proses  di Foto Studio, sertakan catatan bahwa film memang sudah terbakar jadi mintalah untuk jangan memotong negative film ini. Hasil film yang terbakar setelah dicuci, dia akan menjadi negatif film yang hitam pekat dan hasil kalau anda nekat mencetaknya… fotonya akan tampak seperti terbakar. Itulah mengapa diistilahkan filmnya sudah terbakar.

Film yang di ekspos/ dibakar / dipapar di cahaya Matahari

catatan untuk rekan-rekan yang hendak membuat filter Matahari dari film, gunakan film hitam putih  Kodak T-Max asa 100 atau Kodak PlusX yang sudah diuji dan aman untuk pengamatan matahari ataupun gerhana matahari secara langsung). Bahan jenis ini aman karena memiliki lapisan perak setelah film dicuci. Selain itu, untuk pengamatan Matahari secara langsung, filter matahari aman digunakan apabila kerapatan optiknya 5 atau lebih. Filter dapat dikatakan aman apabila memiliki kekedapan yang baik terhadap sinar UV dan Inframerah.

live by grace and mercy of the Lord. a pilgrimage in this world. astronomy communicator. food lovers. mac mania. gamers. chatters. wine and hang out lovers.

You may also like

7 Comments

Leave a Reply

%d bloggers like this: