Journal

-- the pilgrim journey --

Home / tales / Lepaskan Genggamanmu
Mar 8 2011

Lepaskan Genggamanmu

Kelam malam menyapa bumi… lagi dan terus berulang. Sama seperti kehidupannya yang juga berulang dalam rutinitas yang sama. Dan tenggelam dalam kecewa yang sama.

Malam yang lagi-lagi sama seperti bertahun-tahun lalu ketika dia harus kehilangan lagi. Dia bahkan tak tahu siapa yang bersalah. Dia bahkan tak lagi paham arti sebuah kesetiaan dan pengkhianatan. Rasa sakit pun tak lagi ia rasakan.  Semua ia terima tanpa ekspresi.. tak ada lagi tangis dan luka…

Sama seperti tahun-tahun di masa lalunya, ia memilih menangis dalam diam dan mengubur setiap luka di sisi hatinya yang terdalam. Di sana ada ruang yang sudah lama ia kunci…

Dan sama seperti waktu itu.. ia pun beranjak pergi dan menyusuri jalanan sepi yang sudah ia lalui berulang kali…

Lambat ia berjalan. Dan di sudut jalan ia melihat sosok seseorang yang tersenyum lembut. Sosok yang sama yang ia temui ketika ia terluka. Dan sama seperti sebelumnya pribadi yang sering hadir dalam hidupnya itu tersenyum lembut dan memeluk dirinya.

Tenang..

Dan pribadi lembut itu pun melangkah bersamanya. menggenggam tangannya memberi kekuatan dan keyakinan. Melangkah menyusuri jalanan berbatu nan tajam.

Semakin mereka melangkah.. rasanya langkah itu semakin berat dan dingin…

Rasa sakit itu tak lagi ada.. baginya luka adalah keseharian. kepedihan bukanlah sesuatu yang asing. Dalam kepedihan dirasakan sebuah ketenangan……
___

Hari itu…. ada yang berbeda buatnya. ada seseorang yang lain. Dia menawarkan cerita yang berbeda. Ada ceria yang menyusup lembut dalam relung hatinya yang hampa.

Ada cerita baru tentang kebahagiaan dan kedamaian… dan sosok yang dulu menemaninya seperti menghilang berganti dengan pribadi baru yang menyenangkan.. yang memberinya kelepasan..

___

Hari demi hari ia menikmati kedamaian baru itu.. tapi rasa lelah masih saja menggantung… entah mengapa. Tapi rasanya di antara seluruh kebahagiaan.. ada sepi yang menggantung…

Sepi yang membuatnya takut untuk kembali pada kecewa yang sama..

Ia pun berpaling mencari sosok yang dulu memberinya pelukan… sosok itu samar ada di sudut jalan yang berbeda. diam dan menanti dalam senyum yang sama.

Aneh.. senyum itu tak benar-benar menawan namun seakan mengikat dirinya…

___

Ingin rasanya dia berlari memeluk sosok pribadi yang sudah menemaninya bertahun-tahun. Tapi langkahnya tertahan … sepasang tangan lembut yang memberinya kebahagiaan itu menahannya.

Tanpa kata dia tersenyum dan menariknya dalam pelukan….

lirih teman barunya itu berkata.. “lepaskanlah semua yang kau genggam.. lepaskan dan jangan kau cari lagi. berjalanlah denganku karena aku akan memberimu kelegaan. lepaskan bebanmu. berikan kunci ruang hatimu padaku.. dan biarkan kasih mengalir disana …

lembut… ada yang berbeda.. tapi entah apa..

diam..

dia hanya bisa diam dalam pelukan .. tak ada kata terucap…

___

entah berapa lama ia masih terus berjalan tanpa memberi jawaban pasti.

tak mudah baginya melepaskan sosok itu.. sosok yang menemaninya ….

terkadang dia masih saja berpaling mencari sosok yang pernah menyertainya…mencoba menemukan apa yang pernah ia miliki dulu.

tapi entahlah semuanya berbeda…

bimbang.

ragu.

hari ini di persimpangan jalan yang berbeda.. dia sekali lagi mencari .. tapi bayangan itu tak lagi ada di sana…

pilihan telah ia ambil…
‘tuk melepas semua yang ia genggam…

meski untuk itu puluhan tahun harus ia lalui..

meski butuh waktu panjang baginya untuk menyerahkan seluruh hidupnya pada pribadi yang sekarang memberinya kelegaan abadi… dalam jalinan kasih karunia….

beban itu tak ada lagi… yang ada hanya kelegaan..

rantai yang dulu mengikatnya dengan bayangan yang ia ciptakan lepas sudah…

inikah kebebasan?

entahlah.. tak ada jawaban..

hanya semilir lembut angin yang menerpa tubuhnya.. membawanya terbang tinggi dalam keagungan kasih yang mengisi hari-harinya.

Share this entry
4 Comments
  1. izin singgah aja meninggalkan jejak…

    selamat malam…

    Reply
  2. ahli astronomi ko’puitis juga…saran ja.. lirik na gak berjalan… hanya seputar itu aja.. jadi pusing kepala ku baca na.. sorry aq gk sengaja membaca na…

    Reply
  3. bumi ini bagai roda pedati begitu juga dengan hidup apabila kita tidak sabar dalam menghadapi pasti kita akan terlepas dari genggaman yang sudah kita bina makanya kita harus tawakal dan mencari hikmahpada hal hal yang sudah terjadi.

    Reply
  4. venus

    hal baru yg terkait masa lalu adalah keterpaksaan.
    dan kini belenggu tlah terlepas perlahan demi perlahan.
    syukurlah..

    waktu yang memberi jawab adalah pilihan kelemahan, namun tak jarang hal tersebut berhasil.

    smua proses hanya ada dalam kita, dan sebuah hasil untuk semua disekitar. dan itu penting.

    *bingung ya..minum obat. hahhahaahaa.. ‘-_-

    Reply

Leave a Reply

But even if you should suffer for what is right, you are blessed. “Do not fear their threats; do not be frightened.”
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: