Journal

-- the pilgrim journey --

Home / kontemplasi / Have Faith!

Have Faith!

Kamu orang Kristen bukan? Have faith! itu kalimat seorang teman di awal September ketika kami membicarakan rencana dan dana untuk menghadiri sebuah konferensi di China. Saat itu saya memang sudah merencanakan untuk mundur meskipun kabar dari SOC menyebutkan paper yang saya ajukan diterima untuk sesi oral. Pada saat itu kami (saya dan beberapa rekan dari asia) belum mendapatkan kepastian dana.
Saat berdisuksi dan menyampaikan keinginan untuk mundur itulah saya ditegur oleh rekan tersebut. Iman… hmm.. do I have faith? or mungkin saya sudah kehilangan keyakinan? Entahlah tapi rasanya tidak mungkin untuk bisa mendapatkan dana untuk membayar registrasi, travel dan akomodasi dalam sebulan (pertemuannya awal oktober). Apalagi kalau dihitung ternyata biaya total yang dibutuhkan untuk menghadiri acara tersebut di Beijing sama dengan biaya yang dibutuhkan saat ke Afrika Selatan.

Dan saya sendiri memang ragu apakah saya benar-benar ingin menghadiri konferensi tersebut. Pertemuannya jelas menyenangkan karena ini adalah kali ketiga saya akan hadir di CAP (Communicating Astronomy with the Public) tapi negara dimana CAP 2011 diadakan inilah yang membuat saya ragu.

China. Negara yang satu ini masih menyisakan kenangan yang tidak menyenangkan di benak saya. Utamanya akibat culture shock dan kendala bahasa yang pernah saya alami saat berada di Kunming tahun 2008. Bayangan sulitnya berkomunikasi dan belum lagi budaya masyarakat yang well  membuat saya berpikir ulang apakah saya benar-benar ingin datang? Apalagi di tahun 2008, bahkan para petugas hotel pun tidak ada yang bisa berkomunikasi dengan bahasa inggris, Jelas ini membuat saya mikir2 lagi untuk menyambangi negeri tirai bambu tersebut. Yah beginilah kalau modal ke negara orang cuma bisa bahasa Inggris.

Tapi karena memang sangat tertarik dengan pertemuan yang satu ini, meskipun sedikit parno dan masih gak tau bakal dapat biaya dari mana saya nekat mendaftarkan diri saat pertemuan ini diumumkan. Benar-benar nekat karena harus saya akui, saya sangat menyukai pertemuan yang satu ini.

Kalau bisa memberi gambaran, kata kunci untuk CAP sebagai sebuah pertemuan adalah serius, kreatif, full ide, full passion, santai, dan fruitful meeting.

Dan ternyata kalkulasi yang salah terkait perjalanan ke Beijing dan karena saya juga sudah melakukan trip lain ke Thailand membuat saya benar-benar harus mencari dana kalau memang ingin menghadiri CAP2011. Di awal September itulah ketika saya hendak mengundurkan diri, email yang menyatakan paper saya diterima datang. Dan saat itulah saya berdiskusi dengan beberapa rekan dari asia yang punya kendala yang sama untuk  memikirkan darimana kami bisa mendapatkan dana untuk menghadiri CAP.

Percakapan di awal september itulah yang sepertinya menegur saya tidak hanya mengenai CAP tapi terkait banyak hal lain yang memang membuat saya sering bertanya pada Tuhan. 🙂 dan dari sanalah petualangan dimulai…

Have faith! do I lose my faith? hmm… saya tidak pernah bisa menjawabnya. Karena ketidakyakinan itu jelas ada. Keraguan jelas menyeruak apalagi sampai dengan awal September kepastian jawaban terkaiit pengajuan dana ke panitia tidak pernah mendapatkan jawaban. Tak hanya itu, email yang dikirimkan ke LOC pun tak pernah ada balasannya. Dan hotel dari panitia yang coba saya kontak pun tidak pernah memberikan balasan. Saya dan rekan-rekan sampai membuat lelucon. Ini kan pertemuan komunikasi astronomi tapi LOC-nya ga bisa diajak komunikasi sama sekali.  Sementara pihak SOC juga meminta kami untuk memberi kepastian apakah akan hadir atau tidak.

Dilema… 🙂 apalagi saya harus mempersiapkan penerbitan berikut buat majalah.

Akhirnya dengan sok yakin saya jawab bahwa saya akan hadir. Tapi saya kemudian dengan modal nekat menulis email lainnya ke ketua SOC menanyakan nasib permintaan dana yang diajukan beberapa bulan sebelumnya. Ternyata jawabannya seperti yang sudah saya duga, saya tidak mendapatkan dana dari panitia. Kemungkinan yang mereka tawarkan adalah pembebasan registrasi tapi saya diminta untuk tidak terlalu berharap. Email tersebut tidak segera saya balas karena saya harus ke Jakarta dan ternyata  sebelum saya jawab ada email lain dari SOC yang menanyakan berapa dana minimal yang saya butuhkan agar saya bisa hadir. Akhirnya dengan sedikit ga pede saya pun menyebutkan kalau saya membutuhkan pembebasan registrasi dan dana travel, smabil tentunya menyebutkan jumlah yang dibutuhkan.

Jawaban yang saya dapat sungguh di luar dugaan, pihak SOC menyebutkan kalau untuk pembebasan registrasi saya sudah dibebaskan tapi untuk travel mereka akan mengusahakan karena saya mendapatkan dukungan di SOC untuk bisa hadir di CAP. Satu minggu kemudian saya dikabari kalau saya mendapatkan support dana untuk travel.  Akan tetapi karena tiketnya juga harganya naik saya pun mengontak soc dan menyatakan saya masih kekurangan dana. Tak disangka mereka memberi jawaban kalau mereka akan mengusahakan tambahan dana tersebut meskipun saat itu mereka sendiri sudah kehabisan dana.

Tanggal 28 Oktober atau 2 minggu sebelum pertemuan, sebuah email masuk dari SOC menyatakan kalau mereka berhasil mendapatkan tambahan dana extra buat saya dan saya pun diminta untuk membayar tiket dan mempersiapkan visa untuk ke Beijing menghadiri CAP.

Kaget bercampur bahagia tapi tidak hanya itu, saya belajar kalau ini bukan sebuah kebetulan melainkan rencana Tuhan yang sudah dirangkai jauh – jauh hari sebelumnya menjadi rangkaian simfoni untuk menyatakan kebesaranNya. Cerita tentang iman dan CAP bukan baru sekali ini tapi semua dimulai dari tahun 2007 ketika saya pertama kali menghadiri konferensi tersebut. Dan kalau sebelumnya saya sempat berpikir untuk apa saya datang ke CAP pada akhirnya setelah saya pulang dan sampai hari ini jalinan cerita dari Tuhan itu belum berakhir.

Dan semua itu dimulai dengan satu hal sederhana yang berulang kali saya lupakan ketika keraguan itu hadir …

Have faith!

Share this entry
1 Comments
  1. Pingback:Jalan - Jalan di Beijing | simplyvie

Leave a Reply

Like a city whose walls are broken through is a person who lacks self-control.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: