Jurang Pemisah

lemah kakinya menyusuri jalan berbatu..
langkah demi langkah dalam sepi
tertatih ia melangkah maju
lelah membayang di wajahnya…
kadang ia terantuk dan jatuh…
namun matanya mengarah hanya pada satu titik..

di ujung lain jalan itu …
dia ada di sana..
dia yang ia cari…
dia yang ia harapkan…

namun jalan yang ia susuri seakan begitu jauh..
ujung jalan itu seakan mustahil ia capai…
dalam langkah tertatih ia terhenti…
di depannya ada jurang yang menganga..
memisahkan dirinya dan ia yang ada di ujung jalan itu

di tepi jurang itu ia terduduk dalam diam..
melihat dirinya sendiri yang compang camping dan penuh noda.
letih tapi tiada lagi air mata…
janji yang sama telah terlontar..
tapi berulang kali pula janji itu tak ditepati

samar…
tampak jembatan tua nan lapuk..
senyum pun mengembang.
perlahan jembatan itu ia susuri..
langkah demi langkah..
seringkali ia jatuh terperosok.
dalam kesalahan yang sama..
dalam kecerobohan yang sama
dalam hasrat yang sama…
yang bertahun – tahun membelenggu kakinya…
entah kapan jurang itu kan tersebrangi…

jurang yang ia ciptakan dalam setiap detik hidupnya..
jurang yang tercipta dari janji yang diingkari..
jurang yang memisahkannya dengan ia yang ada di ujung jalan itu..
jembatan yang semakin rapuh seiring ingkarnya setiap janji..
jembatan anugrah yang ia abaikan …

ia di seberang sana seperti sebuah mimpi yang tak mungkin diraih..
namun tangannya tak pernah berhenti terulur..
berbisik lirih akan pintu yang tak pernah ditutup..
membawanya meraih tangan kasih itu..
mencoba merengkuh asa yang tersisa…
dalam kasih dan anugrah yang tak seharusnya ia dapatkan..
untuk merajut kembali melodi kehidupannya
menjadi untaian nada pujian.

Share:

live by grace and mercy of the Lord. a pilgrimage in this world. astronomy communicator. food lovers. mac mania. gamers. chatters. wine and hang out lovers.

You may also like

Leave a Reply

%d bloggers like this: