Journal

-- the pilgrim journey --

Home / traveling / Off to Beijing…
Sep 10 2012

Off to Beijing…

Beijing, China. Ini ke-3 kalinya saya menyambangi negeri tirai bambu tersebut. Yang pertama saat menghadiri APRIM 2008 di Kunming dan yang kedua saat menghadiri CAP 2011 di Beijing. Rasanya? Panik. Tentu saja rasa panik ini melanda apalagi mengingat pengalaman tahun lalu di Beijing saat tidak ada satupun yang bisa berbahasa inggris. Fiuhh… sudah terbayang apa yang harus dihadapi selama 2 minggu di Beijing.

Pura Indah Lounge

Perjalanan ke Beijing dimulai dengan bersantai dan sarapan sejenak di lounge Pura Indah sebelum boarding jam 8 pagi tanggal 20 Agustus 2012. Perjalanan dengan Cathay Pacific memang menyenangkan. Tapi ternyata saya dan Janet yang melakukan perjalanan bersama ke IAU GA di Beijing ini harus mengalami delay di Hong Kong selama 3 jam. Alasannya karena pihak ATC Beijing International Airport terus menerus meminta penundaan keberangkatan. Tampaknya bandara Beijing sedemikian sibuknya sehingga harus ada penjadwalan ulang pesawat-pesawat yang masuk.  Kompensasinya? Makanan non stop dari Cathay selama 3 jam dan pak Pilot menginjinkan penumpang yang ingin melihat kokpit dan mengobrol dengan dia dan kopilotnya.

Kesempatan dong… jadilah saya dan Janet ikut meminta antrian ke kokpit. Disana kami diajak mengenali sistem pesawat dan berkenalan dengan pilot dan kopilot yang ganteng. Sayang sekali dilarang foto-foto di kokpit jadilah semua hanya bisa direkam dalam memori.

Saat itu juga kebetulan ATC Beijing menghubungi pilot maka kami pun bisa mengetahui sedikit duduk permasalahannya. Jadilah keterlambatan pesawat hari itu tidak menyisakan kekecewaan. Well.. ada sih karena kami yang seharusnya tiba jam 8 malam jadi tertunda sampai jam 11 malam. Dan tiba di Beijing, kami masih tertahan antrian super panjang di imigrasi sebelum akhirnya kami diperkenankan masuk ke China. Saat tiba di bagian pengambilan bagasi waktu sudah menunjukkan tengah malam dan yang kami temukan hanya beberapa koper yang tersisa. Di antaranya koper saya… artinya kami dalam masalah karena koper Janet ternyata tidak ditemukan. Now.. the story begin. Simplenya sih tinggal lapor ke Cathay tapi kendala bahasa pun langsung dialami. Dan akhirnya setelah selesai melapor masalah bagasi kami baru meninggalkan bandara sekitar pukul 00.30.

Puji Tuhan kami dijemput oleh seorang rekan Indonesia di China sehingga kami bisa memberikan nomer kontaknya untuk masalah bagasi dan kami pun diantar sampai ke hotel.  Waktu itu karena sudah malam, akhirnya memang rekan kami ini memilih untuk menyewa mobil temannya untuk menjemput. Tapi kalau dipikir-pikir biaya sewa mobilnya lebih murah dari pada biaya taksi beberapa rekan dkonferensi yang ditipu supir taksi.

Akhirnya kami pun menuju hotel, dan sangat bersyukur sebelum berangkat dikenalin dengan rekan ini. Dan karena dia sudah 20 tahun di China, maka dia pun dengan mudah mencari alamat hotel. Nggak benar-benar mudah karena dia masih harus memperkirakan lokasi tepatnya. Tapi akhirnya kami pun tiba di hotel jam 1.30 dini hari.

Lobi super 8 hotel

Dan… ups benar dugaan saya. Tidak ada satupun petugas hotel yang bisa berbahasa Inggris. Well.. kalau tahun lalu sih nginep di hotel bintang 4 jadi masih ada petugas yang bisa berbahasa Inggris. Tahun ini di hotel budget jadilah terima jadi kalau kita butuh orang lokal. Untungnya si koko yang menjemput bisa mengatasi semuanya.  Maka urusan check-in pun beres dan kami bisa beristirahat. Keesokan harinya kamar kami pun mulai jadi kamar persinggahan bagi rekan dari Sri Lanka dan Nepal. 😀

Bagaimana dengan bagasi? Keesokan harinya kami coba meminta bantuan panitia lokal untuk menghubungi pihak bandara. Juga Pak Kunjaya dari ITB meminta temannya di Planetarium Beijing menelpon bandara untuk masalah yang sama. AKhirnya malam harinya si koko temenku itu dikontak Cathay Pacific kalau bagasi sudah ditemukan dan akan diantarkan ke hotel jam 8-9 malam.

Fiuhhh masalah baru? Bagaimana caranya menanyakan bagasi itu ke resepsionis? Tidak ada yang bisa berbahasa china dan di hotel tidak ada yang bisa berbahasa Inggris. Tapi si petugas hotel punya solusi.

Saat kami bertanya, maka ia akan mengajak kami di komputer. Di situ si mbak resepsionis kemudian menuliskan pertanyaan di translator mirip google translator tapi punya China dan dialih bahasakan ke bahasa Inggris dan vice versa. Hasilnya jadi sedikit berantakan karena pengartian dari mesin penerjemah kan kata per kata. Tapi setidaknya ada sedikit solusi untuk kendala bahasa. Akhirnya setelah berusaha ngobrol bermenit-menit ternyata tidak ada solusi juga. Alias si mbaknya masih nggak ngerti maksud kami. Eh ternyata waktu berbalik, ada petugas dari Cathay yang baru saja membawa kopernya Janet. Akhirnya si koper bisa ditemukan…

Food court tempat makan siang..

Selama konferensi, seperti biasa hanya disediakan kopi dan teh, Jadi untuk makan siang dan makan malam para peserta harus mencari sendiri. Di eropa hal seperti ini bukan masalah. Tinggal ke restoran, pilih makanan dan makan. Tapi di China, dengan tulisan yang tidak bisa dipahami, kendala komunikasi maka jalan terbaik adalah mencari restoran yang menyediakan menu bergambar. Itu pun masih jadi masalah karena gambar dan hasilnya seringkali agak berbeda. Dan hampir setiap malam, rekan dari Sri Lanka harus memperagakan ayam dan babi untuk menanyakan apakah menu A itu isinya ayam atau sapi ataukah babi. Kocak tapi juga menghabiskan waktu…

Rasa makanan di Beijing juga menurut saya tasteless dan isinya adalah makan minyak plus nasi atau minyak plus sayur atau plus daging. Yang menyenangkan.. jelas karena babi mudah didapat dan semua makanan diberi minyak babi. Ada juga makanan yang enak tapi di restoran tertentu. Dan bersyukur juga kami sempat menikmati makan malam yang enak dan tanpa kesulitan bahasa ketika makan malam bersama rekan dari Hong Kong. Atau ketika sudah kelaparan tapi bingung memilih restoran, pilihan tercepat adalah… KFC.

Solusi makan siang setiap hari … mencari makan di underground mall di samping lokasi pertemuan dan biasanya saya berakhir dengan memilih makanan korea.

Share this entry

Leave a Reply

But you will receive power when the Holy Spirit comes on you; and you will be my witnesses in Jerusalem, and in all Judea and Samaria, and to the ends of the earth.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: