Journal

-- the pilgrim journey --

Home / tales / Merajut Cerita Masa Lalu
Nov 15 2012

Merajut Cerita Masa Lalu

Tatapan tajam dari sudut jalan itu menyapu semua yang lalu lalang di depannya. Berbulan-bulan sudah gadis itu terpekur di sudut jalan di kafe yang sama, terpekur menatap lalu lalang mereka yang lewat. Tatapannya tajam… menyimpan cerita.  Secarik kertas lusuh di genggaman sesekali ia baca seperti hendak memastikan sesuatu. Dan kembali pandangannya diarahkan ke setiap sudut jalan mencari sesuatu yang ia yakini ada disana.

“Kamu mau kemana laika..jangan kau sakiti dirimu mencari ketidakpastian. Tetaplah disini bersama kami keluargamu,” lirih suara perempuan itu terngiang kembali…

Image courtesy of photostock / FreeDigitalPhotos.net

Permintaan itu tak pernah ia gubris. Kecewa dan marah membuatnya pergi menjauh mencari ketidakpastian. Mencari dan mengharapkan sebuah cerita yang dahulu seharusnya pernah ada. Sebuah kisah yang menghadirkannya di atas panggung sandiwara manusia. Kisah yang akhirnya ia dengar dari kata orang…

Sekelumit cerita masa lalu…yang tersimpan dalam loker yang terkunci.. dalam brankas hati mereka yang pernah mengalaminya.  Sebait cerita dua puluh lima tahun lalu …

Katanya mereka kan ia temukan di belantara benua asing. Katanya lagi mereka ada di antara gedung megah di jalan panjang itu… katanya dan katanya. Ia merogoh kantongnya mengambil sebuah foto usang pemberian sang bunda. Berulang kali ia menatap foto itu… wajah yang begitu mirip dengannya.. wajah lembut yang sesekali hadir di antara mimpi-mimpinya. Menatapnya penuh kasih…

Berbulan-bulan tanpa hasil membuatnya ingin menyerah. Tapi ia ingin bertemu perempuan itu, meski hanya sekali. Berharap akan direngkuh dalam pelukannya…

Tapi.. ketika saat itu tiba… ia hanya bisa memandang dari jauh… dari sudut yang sama di kafe yang sama. Ketika hari itu ia melihat perempuan di foto itu datang ke kafe itu. Ia tidak sendiri… ia bersama malaikat-malaikat kecil yang cantik dan rupawan.. ia bersama seorang pangeran tampan …

Gadis itu melangkah menghampiri tapi ia berhenti….. marah. kecewa. hadir di antara relung hatinya… gundah…

Cerita tentang masa lalu terus terekam dalam benak menghadirkan ilusi mereka yang tak pernah hadir dalam hidupnya…

Perempuan itu melihatnya, menghampirinya… “kamu tidak apa-apa?”. Suara itu begitu asing.. tatapannya pun asing… meskipun gurat yang sama tergambar nyata dalam raut wajah keduanya.

Ingin rasanya ia berteriak marah memaki perempuan itu…ingin rasanya ia menangis dan memeluk perempuan di hadapannya.

Tapi.. dia hanya bisa terdiam. bergeming di antara pengunjung cafe…dan…

Gadis itu hanya bisa menggeleng lemah dan pergi. Ia tak sanggup mengusik kehidupan perempuan itu.

Sama seperti ia tak pernah berani menghampiri pria yang membawanya ke dunia ini saat pencarian membawanya ke benua asing lainnya. Ia terdiam… terpekur di sudut penantiannya menatap mereka di benua yang berbeda namun dalam fragmen yang sama. Ia tak sanggup merusak fragmen indah kehidupan perempuan dan laki-laki itu…

Ia hanya bisa menangis dalam diam.. dalam tanya yang tak kan pernah terjawab. Mengapa mereka memutus kisah itu dan meninggalkannya di sudut gelap kehidupan yang tak ia kenal. Mengapa ia harus belajar kehidupan dari tangan perempuan dan laki-laki lain …

Kisah tentang kehadirannya ia dengar sayup-sayup dari cerita orang… tapi hari ini ia tau perempuan dan laki-laki itu sudah mengubur namanya dari hidup mereka. Tidak ada keterkejutan atau rasa ingin tau ketika mereka bertemu dengannya. Sakit.. tapi ia memilih untuk tidak hadir di antara kehidupan dua mahligai itu.

Gadis muda itu memilih untuk tidak dikenal.. dan kembali dalam peluk kasih keluarga yang memberinya arti kasih sayang … tapi ia masih sering datang di sudut yang sama, menatap mereka.. sosok-sosok paruh baya yang berwajah sama dengan dirinya.

Share this entry

Leave a Reply

But among you there must not be even a hint of sexual immorality, or of any kind of impurity, or of greed, because these are improper for God’s holy people.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: