di simpang jalan itu

terhenti langkah perempuan itu
di ujung jalan itu
ia diam dan terpekur
menatap sisi lain jalan di hadapanya
sebuah persimpangan!

“lagi?” suara itu berbisik padanya
“persimpangan yang sama?” suara lain menimpali
“kita hanya dalam lingkaran” kata suara lainnya
dan perempuan itu lagi-lagi hanya diam menatap jalan di hadapannya

Persimpangan.
Entah sudah berapa persimpangan yang ia temui?
kebingungan yang sama menghampiri
tanya yang lama tersimpan hadir kembali
kisah yang ingin ia tinggalkan hadir lagi

Kali ini perempuan itu hanya terdiam
menatap kosong jalan di depannya
ia tak tahu hendak kemana
ia tak bisa menentukan pilihan
atau dia memang tak punya pilihan

perempuan itu masih berdiri terpekur.
hari berganti bulan
bulan berganti tahun
ia masih di sana.
ketegaran yang dulu ia miliki luluh
ia tak lagi kokoh berdiri di persimpangan itu
ia hanya bisa terduduk di tepi jalan dalam lelah

diam. lelah. kecewa. ragu
hadir di sela keheningan perjalanannya.
ia punya pilihan.
tapi ia tak pernah mampu memilih dan melangkah

ia memang peragu
ia memang tak pernah mampu memutuskan
bayang masa lalu membentuknya seperti itu
kenangan yang terpatri dalam benaknya bertahun-tahun lampau

masih lekat dalam ingatan ketika perempuan tua itu memakinya
“lihat setiap kamu memilih maka hanya petaka yang kau hadirkan di rumah ini”


diam. dan ia biarkan ingatannya melayang mencari sandaran
ia memang takut untuk melangkah
setiap keputusannya berujung kecewa
ragu dan dia pun terpekur di persimpangan itu melihat matahari datang dan pergi

samar dalam ingatan, ia pernah bertemu seseorang
seseorang yang menggandengnya berjalan
sosok yang senantiasa ada bersamanya
tapi.. kini ia sendiri.
ia menjauh dan terus menjauh..

kehangatan yang merengkuhnya telah memisahkan mereka
kenikmatan telah menghempasnya dari peraduan
kisah cinta nan indah tinggal cerita dalam kenangan

nun di sudut yang berbeda
orang itu masih di sana
memandangnya dengan kerinduan
tangannya terulur

tapi perempuan itu masih sama
ia memang peragu
atau… ia memang takut?

diam. Ia takut kecewa
Perempuan itu tau ia tak bisa setia
janji yang terucap tak pernah terpenuhi
tapi.. ia lelah sangat lelah
sayu ia menatap sosok itu
tanpa kata dia tersungkur
tapi ia tak pernah terjatuh
dia yang ada di sudut sana menopangnya
mengangkatnya menyusuri persimpangan itu
….
….
ia masih tak tau harus kemana
yang ia tahu
di saat tergelap sekalipun
ketika ia menjauh dan menjauh
penolongnya tak pernah tertidur
kekasih yang senantiasa berjaga untuknya

live by grace and mercy of the Lord. a pilgrimage in this world. astronomy communicator. food lovers. mac mania. gamers. chatters. wine and hang out lovers.

You may also like

Leave a Reply

%d bloggers like this: