Journal

-- the pilgrim journey --

Home / notes / Cocoklogi Tetrad Bloodmoon!
Aug 19 2015

Cocoklogi Tetrad Bloodmoon!

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. (Matius 24:42)

Pesan dari ayat ini sederhana memang.  Berdoa dan berjaga-jagalah karena Tuhan datang seperti pencuri dan tak ada yang tahu kapan waktunya. Tidak seorang pun! Alkitab sudah menekankan hal itu meski ketika Alkitab berbicara tentang hari kedatangan Kristus, disampaikan pula tanda-tanda zaman.

Buat saya, ayat ini artinya hiduplah senantiasa seperti kehendak Allah dari waktu ke waktu. Berdoa dan berjaga-jaga memberi pemahaman, kehidupan kita harus selalu menjadi terang Kristus. Setiap saat. Artinya tiap hari kita hidup, dan berdoa seperti Yesus akan datang hari itu. That’s all! Tidak mudah tapi bukankah itu keputusan kita untuk memilih berkat dan kutuk?

Ok.. itu tentang ayat tersebut. Kenapa tiba-tiba saya menampilkan ayat ini? Karena tiba-tiba.. hmm tidak tiba-tiba juga tapi beberapa bulan ini ayat tersebut berseliweran di linimasa sosial media saya. Ayat tersebut hadir disertai sebuah berita yang cukup menghebohkan. Judulnya?

  • Menjelang Gerhana Matahari Total 20 Maret 2015, Apakah Merupakan Tanda Perang?
  • September 2015,Bulan Paling Kritis Abad Ini Bagi Umat Manusia
  • Mengapa bulan September 2015 merupakan bulan paling kritis bagi umat manusia abad ini?

Ketiga tulisan tersebut memberikan kaitan antara tetrad bloodmoon dan hari raya Yahudi yang tampaknya merupakan kejadian luar biasa yang harus diwaspadai karena di masa lalu “terbukti” atau lebih tepatnya dicocok-cocokkan memiliki keterkaitan dengan beberapa peristiwa besar.

Tulisan-tulisan tersebut yang menurut beberapa orang memaparkan fakta tentang hari perayaan Yahudi, memaparkan juga tentang fakta lain yakni rangkaian gerhana bulan tetrad dan gerhana matahari. Kedua fenomena tersebut akan terjadi berbarengan dengan hari raya Yahudi dan ini tampaknya harus menjadi perhatian karena bisa menjadi “pertanda” kejadian besar lainnya. Apakah itu runtuhnya ekonomi Amerika dan negara super power lainnya yang mengakibatkan resesi ekonomi dunia dan kelaparan merajalela.

Sepertinya si penulis mengambil ide dari Yoel 2:31 “Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu”. Jika menilik pada Yoel 2:10: “Di depannya bumi gemetar, langit bergoncang; matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya”. Seharusnya, tidak hanya matahari dan bulan yang berubah jadi gelap tapi bintang-bintang memudar cahayanya.

Kalau kita bicara tentang bintang yang memudar cahayanya, ketika terjadi Gerhana Matahari justru kita akan dapat menikmati kehadiran bintang-bintang di langit yang tadinya tertutup cahaya Matahari yang sangat terang.  Demikian juga ketika terjadi gerhana Bulan, bintang-bintang masih ada.

Kejadian seperti apakah yang dimaksud di Yoel, saya tidak tahu dan tidak akan mencoba membuat teori apapun untuk itu. Alasannya sederhana. Saya bukan ahli kitab dan tidak benar-benar paham hermeneutika untuk bisa menjelaskan panjang lebar tentang itu.

Sederhananya… ada peristiwa besar akan terjadi dan itu terkait dengan Yesus akan segera datang. Berdoa dan berjaga-jagalah supaya kamu jadi gadis bijaksana yang tetap memiliki minyak untuk pelitanya dan bukan menjadi gadis bodoh yang kehabisan minyak ketika sang mempelai datang.

Nothing wrong with that verse!

Tapi menjadi gadis bijaksana artinya dia bukan cuma bijak untuk menyiapkan minyak untuk pelitanya saat kedatangan sang mempelai tapi juga bijak menyikapi berita yang diterima. Gadis bijaksana seharusnya bijak dan cukup pintar untuk bisa mencari tahu apakah berita yang diterima layak dipercaya dan disebar. Di era modern ini anda tak perlu ke perpustakaan atau mencari buku dan berita ke toko buku. Hanya dengan satu klik di mesin pencari dan anda pun menemukan jawabannya. Dan bijaklah dengan apa yang anda bagikan di dunia maya.

So…. bagaimana dengan berita ini? Mari kita sedikit bercerita tapi berhubung saya bukan ahli kitab maupun ahli sejarah yahudi saya tidak akan membahas detil tentang itu. Saya hanya tertarik dengan teori cocoklogi Gerhana Bulan Merah Darah Tetrad yang super terkenal ini dan apakah punya keterkaitan dengan semua kejadian besar di dunia ini.

Gerhana Bulan Darah Tetrad
Menurut berita yang beredar, akan terjadi bloodmoon tetrad aka bulan darah tetrad terakhir di abad ini yang akan bertepatan dengan hari raya Yahudi, dan menurut Mark Blitz si pencetus teori bloodmoon, kejadian ini baru akan terjadi 500 tahun lagi.

Bloodmoon tetrad ini istilah yang diberikan untuk 4 gerhana bulan total yang terjadi secara berurutan, tanpa diselingi Gerhana Bulan Sebagian ataupun Gerhana Bulan Penumbral.

Apakah gerhana bulan secara umum atau gerhana bulan tetrad merupakan sesuatu yang langka?

Tidak juga.

Dalam satu tahun kemungkinan terjadinya gerhana bulan antara 2 – 5 kali. Jadi minimal dalam satu tahun bisa terjadi 2 gerhana bulan. Komposisinya bisa Gerhana Total, Sebagian atau Penumbral. Tapi ada kalanya terjadi Gerhana Bulan Total secara berurutan sebanyak 4 kali. Seri Gerhana Bulan Total inilah yang disebut seri tetrad.

Seri tetrad bukan sesuatu yang langka. Dalam 5000 tahun semenjak tahun -1999 sampai dengan 3000, terjadi 4378 gerhana penumbral (36,3%), 4207 gerhana bulan sebagian (34,9%) dan 3479 gerhana bulan total (28,8%).  Dari keseluruhan gerhana bulan total yang terjadi dalam selang tersebut, 16,3% atau 563 gerhana dari gerhana bulan total merupakan bagian dari 142 seri tetrad yang terjadi dalam periode tersebut.

Seri tetrad yang terjadi dari tahun 1 SM – 2100 Sm ada 64 seri tetrad. Artinya ini bukan sesuatu yang benar – benar langka.  Seri gerhana tetrad sebelum periode 2014-15 terjadi pada tahun 2003-04 dan seri berikutnya baru akan terjadi 20 tahun lagi yakni tahun 2032-33.

Terkait gerhana bulan darah, ini istilah yang cukup berlebihan yang digunakan media massa untuk menarik perhatian pembaca.

Dalam setiap gerhana bulan total, Bulan akan tampak berwarna merah dan bukan gelap. Tapi ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa besar apapun di Bumi.

Gerhana Bulan Merah Darah
Ketika Gerhana Bulan Total, Bulan akan masuk dalam bayangan Bumi dan menghilang. Tapi kita di Bumi tidak akan menemukan kegelapan total karena Bulan justru tampak berwarna merah bata.

Kenapa bisa terjadi? Gerhana Bulan terjadi saat Bumi berada segaris di antara Matahari dan Bulan. Artinya Bumi jadi penghalang bagi cahaya Matahari ke Bulan.  Tapi, berhubung Bumi punya atmosfer maka ketika Bumi menghalangi cahaya Matahari, masih ada cahaya Matahari yang dibelokkan dan mencapai Bulan meski hanya sebagian kecil. Dan cahaya yang tiba di Bulan itu adalah cahaya pada panjang gelombang merah.

Untuk bisa melihat Bulan gelap total ketika gerhana, maka kita perlu menyingkirkan semua atmosfer yang melindungi Bumi.

Gerhana Bulan, Gerhana Matahari dan Hari Raya Yahudi
Dalam teori yang dipaparkan oleh Mark Blitz, dalam 7 gerhana tetrad yang ia temukan di abad ini bersamaan dengan perayaan hari besar Yahudi.

Seri tetrad tahun 2014-15 terjadi jelang Paskah ( 15 April 2014 dan 4 April 2015) dan jelang hari raya Pondok Daun atau perayaan Tabernakel dari bangsa Yahudi ( 8 Oktober 2014 dan 28 September 2015). Dan selang dua minggu kemudian terjadi Gerhana Matahari.

Ada yang aneh? Tidak ada. Gerhana Bulan terjadi ketika Bulan Purnama dan Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan Baru. Tapi tidak setiap Bulan Purnama dan Bulan Baru terjadi gerhana karena Bulan bergerak mengelilingi Bumi dengan kemiringan orbit sekitar 5 derajat terhadap orbit Bumi dan Matahari.

Tapi mengapa bisa bertepatan dengan hari raya Yahudi. Tentu ini suatu keajaiban Tuhan.

Israel menggunakan kalender Bulan dan penentuan waktu puasa dan hari raya ditentukan berdasarkan fase Bulan. Di bulan September 2015, Gerhana Matahari Sebagian akan terjadi tanggal 13 September bertepatan dengan Hari Raya Sangkakala atau Rosh Hashanah dan Gerhana Bulan Total pada tanggal 28 September akan bertepatan dengan hari raya Pondok Daun atau Sukot.

Ketepatan ini kemudian dihubungkan dengan ide sesuatu yang besar akan terjadi dan diasosiasikan dengan awal dari hari penghakiman.

Tidak aneh sebenarnya. Dengan melandaskan semua pada fase Bulan, maka Rosh Hashanah atau Tahun Baru Yahudi yang dirayakan pada hari pertama bulan Tishrei akan dimulai ketika fase Bulan Baru. Sedangkan perayaan Pondok Daun atau Sukkot dirayakan pada hari ke 15 di Bulan Tishrei.. yang artinya ketika Bulan berada di fase Purnama. Kalau Israel menggunakan kalender Masehi tentu akan lain ceritanya.

Dalam tulisan yang beredar disebutkan:  “Pengamat gerhana lain berpendapat apabila gerhana matahari terjadi pada hari raya Yahudi, maka SESUATU YANG BESAR AKAN TERJADI DI DUNIA”.

Saya tidak tahu pengamat gerhana mana yang dimaksud tapi yang pasti fenomena gerhana bulan total, seri tetrad atau gerhana bulan total berurutan sebanyak 4 kali bukanlah hal yang langka. Ketepatan dengan perayaan bangsa Yahudi juga bukan hal aneh mengingat mereka melandaskan ritual keagamaannya pada kalender Bulan.

Jadi apa hubungan semua peristiwa itu dengan peristiwa besar yang juga tidak jelas apa yang katanya akan terjadi? Tidak ada!

Akhir Kata….
Jadi, ketika anda menerima sebuah berita lakukan cek dan ricek dan bijaklah dalam berbagi. Mungkin niat anda hanya agar orang lain berdoa dan menjaga hidupnya tapi tidak berarti itu harus dilakukan dengan membangun kekuatiran dan ketakutan.

Why I said that? Gerhana Matahari Total 20 Maret 2015 yang terjadi sebelum Gerhana Bulan Total ke-3 dalam seri tetrad 2014-2015 digadang-gadang sebagai tanda penghakiman akan dunia segera tiba. Hasilnya? Masyarakat yang kuatir dan bertanya-tanya apakah ini sungguh akan terjadi mencari berita apa hubungan antara kiamat dan gerhana matahari total di awal tahun 2015 tersebut dengan penuh .

Saya sebagai penyedia konten sih bahagia melihat trafik web yang naik. Tapi juga miris melihat bagaimana mereka yang menyebut dirinya terdidik ikut-ikutan menyebar hoax atau berita keliru semacam ini.

Anda ingin bijak? Mulailah dengan berhenti menyebarkan isu sampah yang kemudian menyebar tanpa henti. Teman, Fans, dan Follower anda di sosial media tentu dengan mudah langsung percaya karena mereka yang mengenal anda akan melihat anda terdidik dan bisa dipercaya. Jadi tentu saja berita yang anda sebarkan akan dengan cepat disebarkan kembali oleh rekan-rekan anda…

Untuk yang tertarik ingin tahu tentang seri tetrad 2014-2015, silahkan kunjungi: langitselatan.com

Ingin tahu lebih banyak tentang Gerhana Matahari Total yang akan terjadi tahun 2016? Silahkan kunjungi Gerhana.Info


Catatan:

  • Saya tidak sedang memberi panggung dan membuat berita hoax terkenal, jadi kalau ingin cari tahu teorinya, silahkan gunakan mesin pencari seperti Google.
  • Saya juga tidak tertarik untuk mencampur adukkan iman dan sains. Saya hanya tertarik membahas isu yang berseliweran dengan liar di linimasa dan di bagikan berulang-ulang.
Share this entry

Leave a Reply

I spread out my hands to you; I thirst for you like a parched land.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: