Journal

-- the pilgrim journey --

Home / notes / Catatan KI4BDG: Menginspirasi & Terinspirasi
Mar 28 2016

Catatan KI4BDG: Menginspirasi & Terinspirasi

Kelas Inspirasi. Kegiatan yang satu ini selalu menarik perhatian saya. Idenya sederhana. Berbagi tentang apa yang jadi pekerjaan kita supaya bisa menginspirasi siswa SD untuk membangun mimpinya. Cukup sediakan satu hari waktumu.  ? Meski “cuma satu hari”, tapi hari yang berbeda ketika anak bermain sambil mengenali profesi akan menjadi kenangan yang selalu mereka ingat. Lagi pula, cita-cita itu bukan cuma Polisi, Guru, Dokter, Pilot, Astronot, Tentara, Pengusaha ataupun Presiden.

Ada segudang kisah lain yang bisa menjadi mimpi seorang anak. Menjadi seorang Pustakawan misalnya. Atau jadi Bankir? atau jadi seorang ahli Telematika. Tentu saja yang asli bukan gadungan. Atau bisa juga jadi seorang astronom.

Persiapan. Foto: Avivah Yamani

Persiapan. Foto: Avivah Yamani

Tahun 2016 menjadi tahun ketiga saya terlibat sebagai inspirator. Cukup nekat juga untuk mendaftarkan diri mengingat kesibukan persiapan GMT 9 Maret 2016 lalu cukup tinggi.  Tujuan saya, selain berbagi cerita tentang astronom, saya juga ingin mengajak para siswa belajar mengamati Matahari. Apalagi tanggal 9 Maret ada Gerhana Matahari Total. Oiya, Hari Inspirasi di Bandung tahun ini berlangsung tanggal 24 Februari 2016.

Tapi, karena kesibukan dan juga demam yang tak kunjung sembuh, saya hanya bisa ikut briefing awal. Pertemuan kelompok dan survei sekolah dengan terpaksa tidak saya ikuti.

Di tahun 2016 ini, saya ditempatkan sebagai salah inspirator di kelompok 12 yang akan menginspirasi siswa di SDN Pasir Kaliki Mandiri I. Sesaat saya pikir “deket nih! sekolahnya di Pasir Kaliki!” Ternyata oh ternyata, sekolahnya di Cimahi.  Lumayan juga…

Dan seperti biasa, setiap kelompok diisi oleh para inspirator yang juga punya profesi beragam. Di kelompok 12 ini ada saya, yang pekerjaannya noong langit aka astronom. Selain itu ada Bu Dokter yang cantik, juga mbak penyiar yang jadi idola semua siswa dan inspirator. Selain itu kelompok ini juga punya kang ipul kw yang pengusaha. Tak hanya itu teman-teman!

Di kelompok kami, ada pegawai Bank yang punya setumpuk uang Mainan dari Bank Mainan. Juga ada blogger berpengalaman yang berprofesi juga sebagai penulis. Profesi lainnya seperti ahli IT, Psikolog, Analist kimia, tukang rancang aka desainer, arsitektur maupun operator satelit juga mewarnai kelompok 12.  Keragaman ini tentunya menghasilkan khazanah berbeda bagi para siswa untuk mengenali berbagai profesi. Setidaknya mereka bisa menggali passion yang mungkin masih tertidur di dalam diri mereka. Dan di hari inspirasi, masing-masing datang membawa peraga yang pas dengan profesinya. Ada maket, ada foto-foto satelit, ada teleskop, alat simulasi Bank Mainan, ada perangkat untuk desain, pokoknya lengkaplah…

Tak lupa, setiap kelompok juga ditemani oleh fotografer dan videografer.  Dari yang diterima di kelompok 12, hanya ada Mbak Ulu dan Mas Dani yang setia mendampingi untuk mendokumentasi setiap momen. Tak lupa, setiap kelompok didampingi oleh seorang pendamping aka fasilitator.

Kesan awal, kelompok ini lumayan jaim. Tapi… jangan salah! Setelah hari inspirasi, ketahuan belangnya. Rame! Kocak! dan yang pasti seru semua orang-orangnya.

Akhirnya tibalah kami semua pagi itu di SDN Pasir Kaliki Mandiri I, Cimahi pada tanggal 24 Februari 2016!

Yup! Hari Inspirasi telah tiba.

Pembukaan

Pembukaan. Foto: Avivah Yamani

Ngajar. Foto: Nurul Ulu Wachdiyyah

Ngajar. Foto: Dani Sofyan

Kegiatan dimulai dengan pembukaan yang diisi dengan perkenalan dan senam pinguin. Keseruan di pembukaan berlanjut di kelas. Setiap inspirator mengajar di 5 kelas berbeda dengan waktu 45 menit di tiap kelas.

Kali ini saya memutuskan untuk bercerita tentang profesi astronom, meskipun saya sendiri termasuk astronom murtad. Idenya memperkenalkan seperti apa menjadi astronom sambil mengajak siswa melihat Matahari. Jadi alat yang saya bawa tentu saja Teleskop yang dilengkapi filter, beberapa kacamata Matahari, model Tata Surya dan Constellation Viewer.

Di KI4 ini saya berkesempatan mengajar kelas 1-5. Yang menarik dari SDN Pasir Kaliki Mandiri I, di beberapa kelas kita akan bertemu dengan siswa berkebutuhan khusus. Awalnya saya bahkan tidak menyadari kalau siswa tersebut berkebutuhan khusus. Interaksinya dengan saya sebagai pengajar tampak normal, tapi sangat antusias dengan kegiatan luar ruangan. Hal yang sangat wajar karena di luar ruangan dia tidak akan berurusan dengan teori tapi bisa bersentuhan langsung dengan obyek yang dipelajari. Sesuatu yang mungkin agak sulit diakomodasi oleh sekolah negeri pada umumnya.

Noong Daun karena berawan. Foto: Nurul Ulu Wachdiyyah

Noong Daun karena berawan. Foto: Nurul Ulu Wachdiyyah

Melihat Matahari dengan KacaMatahari

Melihat Matahari dengan KacaMatahari. Foto: Avivah Yamani

Singkat cerita, hari inspirasi saya diisi dengan keseruan mengajak para siswa melihat Matahari dengan kacamata Matahari dan teleskop, serta melihat konstelasi dan bentuk bintang. Setelah sesi pengamatan di lapangan, siswa kemudian diajak untuk menceritakan apa yang dilihat dan apa perbedaan Matahari dengan kacamata dan teleskop. Apakah mereka bisa menemukan bintik Matahari atau tidak? Analisa sederhana untuk mengajak mereka melihat pekerjaan astronom. Satu hal yang saya amati, siswa di SDN Pasir Kaliki Mandiri I ini cukup aktif untuk menjawab dan beberapa di antaranya aktif bertanya. Pertanyaan seputar Matahari, Gerhana, Observatorium Bosscha dan Alien. Dan ada siswa kelas 1 yang bisa bercerita tentang Jupiter dan Venus yang pernah ia lihat bersama kakaknya di pagi hari. Menarik bukan?

Hari itu, tidak hanya siswa yang berkesempatan melihat Matahari. Para guru pun memperoleh kesempatan yang sama. Dan beberapa guru mengambil kesempatan itu untuk menanyakan materi ajar terkait astronomi untuk siswa.

Melihat Matahari dengan Teleskop. Foto: Avivah Yamani

Melihat Matahari dengan Teleskop. Foto: Avivah Yamani

Mengenali konstelasi. Foto: Avivah Yamani

Mengenali konstelasi. Foto: Avivah Yamani

Mencoba You Are Galileo Telescope. Foto: Avivah Yamani

Mencoba You Are Galileo Telescope. Foto: Avivah Yamani

Satu hal pasti, setiap sekolah punya keunikan tersendiri karena tiap siswa itu unik dan berbeda. Itu jugalah yang membuat saya tidak pernah bosan bertemu dan bermain dengan para siswa baik di KI maupun di kelas-kelas lain yang saya kunjungi untuk memperkenalkan astronomi. Antusiasme guru dan siswa yang melihat matahari dan memberi komentar-komentar spontan tentu saja menjadi pengalaman menarik. Apalagi ketika kemudian disertai berbagai pertanyaan. Salah satunya, terkait penampakan Matahari yang kok besarnya mirip Bulan. Mengapa kita bisa melihat Matahari padahal katanya berbahaya. Dan yang menarik ada pertanyaan, “Kak kalau kita di dalam badai di Jupiter kita terlempar nggak?”

Akhirnya petualangan bersama siswa pun berakhir. Mungkin kegiatan Kelas Inspirasi akan menjadi kenangan manis untuk mereka tau bisa saja mereka lupakan. Tapi, cerita yang sudah didengar tentunya akan tertanam dalam ingatan dan bisa jadi menginspirasi mereka untuk menemukan mimpinya.

Dan di penghujung hari, bukan cuma para siswa yang terinspirasi. Kami, para inspirator juga terinspirasi oleh semangat dan antusiasme mereka. Ada beberapa celotehan siswa yang kemudian mengingatkan saya bahwa apa yang saya lakukan seharusnya bukan sekedar kewajiban melainkan passion untuk berbagi cerita tentang langit….

Hal lainnya yang menyenangkan dari ikutan kelas inspirasi adalah punya kenalan baru dari berbagai latar belakang profesi!

Para inspirator

Para inspirator

IMG_1485

Pohon cita-cita buatan Kak Rengkuh. Foto: Avivah Yamani

Share this entry

Leave a Reply

I want to know Christ—yes, to know the power of his resurrection and participation in his sufferings, becoming like him in his death.
Tentang Saya
avivah yamani

avivah yamani

- a pilgrimage -
tukang cerita astronomi. tukang main game. yuk kenalan
dari balik kamera
Kategori
Ingin tau coretan terbaru? Daftar yuk!

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: