Pelarian….

Entah ada berapa banyak goresan di tangan dan tubuhnya. Ia tak mampu menghitungnya.

Yang ia tahu setiap goresan adalah cerita tentang kekecewaan, kemarahan, asa yang pupus, atau bahkan kepercayaan yang hilang lenyap tak berbekas… dan entah apa lagi.

Perempuan itu masih termangu… menatap lautan luas di hadapannya. Deru ombak yang memukul tebing jadi penghibur….

Samudera luas biru dengan deru ombak menderu yang menghantam tebing dan bibir pantai di ujung lain menjadi hiburan dan teman yang memastikan dirinya masih tetap ada di dunia yang tak lagi bersahabat……

dunia yang tak lagi hidup…..
dunia dalam genggaman…..

Tidak ada lagi sinar kehidupan di mata perempuan itu….

Apakah hidup sebatas bernafas tanpa ada relasi….

Relasi masa kini hanya sebatas teks tanpa emosi…..

Relasi sebatas teks dan sapaan…..

Cerita yang tak lagi mengalir……

Itukah hidup?

Tawa…. seperti apa tawa itu? Adakah kegembiraan di balik setiap senyum dan tawa emotikon yang dikirim? Ataukah di baliknya ada tangis yang tersembunyi…..

Cerita yang mungkin tak tersampaikan. Pupusnya asa yang tersimpan di balik alfabet yang diketik dalam ruang dunia maya. Indahnya kehidupan dalam potret dan status dunia maya hanya angan yang dibangun dalam pribadi yang berbeda…..

Alter ego yang hanya bisa hidup dalam imajinasi dan dunia maya yang tak tersentuh emosi…..

Hiruk pikuk dunia maya yang samakin ramai hanyalah suara yang mengusik dan memicu khayalan tanpa arah…..

Lagi… perempuan itu hanya diam … menatap samudera di hadapannya……tak lagi terhitung badai yang pernah ia lewati….

Berkali-kali kali ia berusaha mengakhiri kisah hidupnya…..tapi keheningan abadi selalu menyiksa jiwanya…..

Kini, goresan luka yang terus ia torehkan di tubuhnya tak lagi menyisakan tanda…luka dalam jiwa masih menyisakan goresan tajam yang tak pernah mengering….

cerita yang tak tersampaikan itu hanya bisa tersimpan rapat di sudut kehidupan yang tak bisa disentuh siapapun……

cerita yang akhirnya ia tinggalkan untuk pengembaraan panjang menelusuri negeri-negeri asing…

pengembaraan yang membawanya untuk menikmati deru ombak yang menghantam tebing-tebing tinggi di sebuah dataran tinggi di utara…..

pengembaraan yang mempertemukannya dengan manusia bukan lagi rangkaian kata dalam dunia yang tak nyata dalam genggaman….

karena bagaimanapun perempuan itu masih manusia…….

live by grace and mercy of the Lord. a pilgrimage in this world. astronomy communicator. food lovers. mac mania. gamers. chatters. wine and hang out lovers.

You may also like

Leave a Reply

Random bible verse
For I am convinced that neither death nor life, neither angels nor demons, neither the present nor the future, nor any powers, neither height nor depth, nor anything else in all creation, will be able to separate us from the love of God that is in Christ Jesus our Lord.
Instagram has returned invalid data.
%d bloggers like this: