Berabad lampau, di zaman Musa, Allah menurunkan Hukum Taurat kepada bangsa Israel. Read More
Pernahkah kata-kata itu telrintas di benakmu? Sebuah pertanyaan sederhana… kepada siapa kamu beribadah? Read More
“Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Mat 26 : 40 -41). Read More
Ada tanya yang terlontar,
kemanakah kau melangkah?
kehidupan kekal..ataukah..
kematian kekal? Read More
Hari itu mungkin hari paling mengejutkan buat perempuan itu. Hari-hari yang biasanya ia lalui dalam kehangatan dan kenikmatan tiba-tiba terenggut .. Read More
Kedatangan mamaku dari Ambon membawa banyak cerita. Cerita tentang gereja dan perilaku orang-orang di dalamnya. Menarik karena gereja seakan menjadi tempat dimana ada sekumpulan hipokrit yang sangat pintar menuding orang lain bagaimana harus bersikap namun ia sendiri hidup jauh dari kata-katanya. Ada banyak cerita yang rasanya tak etis untuk diungkapkan disini. Namun ada beberapa hal yang menarik perhatianku. Salah satunya perdebatan saat akan ke gereja bersama mamaku beberapa waktu lalu. Katanya , “Anak ini.. ke gereja kok pake pakaian kaya gitu? Orang di Ambon ga pake jeans dan kaos kayak kamu. Ga pantes.. ga sopan.. apa kata orang nantinya? …”. Read More
Hari itu adalah hari yang mengejutkan buat mereka. Bagaimana tidak? Kepulangan perempuan-perempuan itu membawa kabar kalau jenazah guru mereka telah hilang. Dan apa katanya? Ada malaikat berkata Sang Guru bangkit? wuahh apa maksudnya? apakah perempuan-perempuan itu berkata benar? atau mereka melebih-lebihkan ? Tapi bagaimana mungkin jenazahnya hilang? Siapa yang tega mencuri tubuh Yesus?
Pembicaraan dan keheranan akan kejadian yang terjadi beberapa hari lalu menjadi topik hangat keduanya saat berjalan menuju Emaus. Kedua murid Sang Guru yang baru saja disalibkan itu bak dua orang yang kehilangan pegangan. Mereka bingung, bagaimana mungkin Sang guru yang baru saja dielu-elukan sebagai Raja, tau-tau disalibkan sebagai penjahat paling terkutuk di salib itu. Mana ada orang Roma yang disalib? Salib adalah penghinaan. Bagaimana mungkin Guru yang mengajar kebaikan dan menyembuhkan banyak orang ditinggikan di salib? Belum lagi keheranan itu hilang.. datang pula berita tak ada lagi mayat Sang Guru di kuburan. Rasanya semua jadi kacau. Read More
Dalam perjalanan pulang dari gereja, ada sepenggal pembicaraan yang menarik perhatianku. Pembicaraan yang kemudian dikaitkan dengan seorang tokoh di Alkitab ;
ibu : Iya aku baru tau dia ternyata marganya Petrus
cowo : oya? wah kukira itu namanya. Petrus orang yang nyangkal Tuhan Yesus. hahaha… Read More
Hmm nggak banyak yang bisa disampaikan sekarang karena saya pun masih belajar untuk tetap tekun dan setia berjalan di dalam iman. Ada banyak kejadian yang mengajarkan saya untuk tetap teguh.. ada teguran dan sapaan yang membawaku pada keyakinan untuk tetap bersandar kepada Dia. Namun di balik itu ada sisi lain yang terus mengguncangku untuk goyah dan terbawa gelombang. Ada gelombang kekawatiran, kemarahan dan kekecewaan. Kadang ada kesombongan yang menyeruak hadir membawa saya terhempas dalam kecewa …
Namun inilah perjalanan .. seperti seorang pengembara yang terus maju, saya tak lagi bisa berhenti dan berbalik. Saya harus terus berjalan meniti visi dan harapan yang sudah diberikan. Berjalan terus dan tetap di jalanNya. Ternyata memang semua tak semudah yang dikatakan.. Read More
Setiap melihat sebuah pernikahan saya sering bertanya bisakah janji rekan-rekan yang menikah itu dipertahankan? Sehidup semati bukan hanya dalam sukacita namun juga dalam kedukaan. Bisakah mereka menjalaninya sampai batas akhir dimana maut memisahkan mereka? Apalagi di tengah dunia yang gonjang ganjing dipenuhi permasalahan. Apalagi cerai seperti menjadi makanan sehari-hari. Berita perceraian di tv itu sudah seperti minum obat diberitakan 3 kali sehari dari kalangan artis.
Namun saat bertemu tante Wenni di RS Advent saat menjenguk Pak Budi saya jadi belajar arti kesetiaan. Kesetiaan bukan sekedar di saat suka namun disaat apapun seindah dan sesulit apapun itu. Melihat tante yang tetap setia dan penuh kasih merawat Pak Budi saya jadi terharu. Sesuatu yg ga bisa saya ceritakan dengan kata-kata. Namun saya beljar untuk tulus mengasihi…
Yang terlintas saat itu.. mungkin inilah aku dihadapan Allah penuh lumpur dosa . penuh kejijikan dan ketidaklayakan namun Ia tak pernah meninggalkanku. Ia senantiasa ada disisiku dan memberiku kekuatan. Ia yang tak pernah lalai bahkan menyatakan.”Tidak usah takut karena kamu lebih berharga dari banyak burung pipit”