Hmm nggak banyak yang bisa disampaikan sekarang karena saya pun masih belajar untuk tetap tekun dan setia berjalan di dalam iman. Ada banyak kejadian yang mengajarkan saya untuk tetap teguh.. ada teguran dan sapaan yang membawaku pada keyakinan untuk tetap bersandar kepada Dia. Namun di balik itu ada sisi lain yang terus mengguncangku untuk goyah dan terbawa gelombang. Ada gelombang kekawatiran, kemarahan dan kekecewaan. Kadang ada kesombongan yang menyeruak hadir membawa saya terhempas dalam kecewa …
Namun inilah perjalanan .. seperti seorang pengembara yang terus maju, saya tak lagi bisa berhenti dan berbalik. Saya harus terus berjalan meniti visi dan harapan yang sudah diberikan. Berjalan terus dan tetap di jalanNya. Ternyata memang semua tak semudah yang dikatakan.. Read More
Di sudut jalan anak itu berdiri, dalam balutan pakaian yang rapih sambil mendekap tasnya. Sesekali ia melirik ke jalan di depannya seperti sedang menantikan seseorang, atau mungkin takut terlihat? Entahlah. Wajah polosnya terus tertunduk sambil sesekali mencari di antara lalu lalang orang berpakaian bagus, menenteng tas tangan dalam dandanan mentereng menuju gereja. Alunan lagu-lagu natal terdengar sayup dari rumah-rumah disekelilingnya.
Tak lama menunggu, anak itu terlihat gembira dengan kedatangan gadis kecil lainnya dari sisi jalan yang berbeda. Celotehan gembira terdengar di antara keduanya sambil menuju sebuah sekolah untuk merayakan Natal. Natal malam itu begitu meriah dalam keceriaan yang indah…. Read More
dari rahim perawan tuan dilahirkan.
tiada tempat tuk terbaring nyaman,
setiap rumah menolak tuan.
tersisa kandang kecil di sudut kota betlehem,
dalam palungan tuan dibaringkan.
dengan kehangatan belai kasih ibunda,
dan perlindungan ayahanda terkasih.
diiringi kidung pujian para malaikat.
kandang itu tak layak bagi tuan
tapi dari palungan itu terpancar kehangatan dan kasih…
tak ada kemunafikan…
tak ada kebohongan…
tak ada kapalsuan hidup..
tak ada keserakahan dan keangkuhan…
juga tiada pernah terpancar keangkuhan seorang penguasa…
palungan itu jujur membuka diri dalam kehinaannya…
tak ada balutan indah menutupi kemunafikan manusia.
ditempat terpinggirkan oleh manusia,
seorag raja terlahir bagi kaum marjinal..
orang-orang pinggiran yang tersingkir oleh status dan prestise hidup,
tuan lahir untuk kaum yang berdosa.
dari kandang domba yg hina,
kemuliaan yg kudus terpancar.
palunganlah tempat terindah yg pernah ada…
ketika seorang raja terlahir dalam kekudusanNya.
pancaran kejujuran ditengah intrik kehidupan manusia…
pancaran keagungan dan kasih seorang raja pada rakyatnya…
disinilah hadiah terbesar diberikan…
anugrah keselamatan bagi setiap orang yang percaya…
sebuah tempat di rumah sang Raja didalam kekekalan.
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita.
Imanuel, Allah beserta kita. Ia datang bukan hanya untuk orang-orang hebat. Ia tidak datang hanya untuk orang-orang yahudi, atau para petinggi agama.
Ia datang buat orang-orang berdosa, buat orang-orang yang termarjinalkan dalam kehidupan dunia. Kaum gembala bukan orang-orang yang dianggap punya status dalam masyarakat saat itu. Mereka hanyalah kaum marjinal namun kepada merekalah malaikat mengabarkan kedatangan Yesus. Not just that. Yang datang menemui Yesus selain gembala adalah orang- orang Majus. Orang-orang Majus ini merupakan kaum non Yahudi yang datang dari bangsa Persia dan merupakan orang bijak (atau imam?) beragama Majusi. Read More