Fragmen itu tak pernah pupus, hadir di antara hari-hari yang dijalani. Belasan tahun sudah perjalanan ini begitu menyakitkan Read More
Di sudut jalan anak itu berdiri, dalam balutan pakaian yang rapih sambil mendekap tasnya. Sesekali ia melirik ke jalan di depannya seperti sedang menantikan seseorang, atau mungkin takut terlihat? Entahlah. Wajah polosnya terus tertunduk sambil sesekali mencari di antara lalu lalang orang berpakaian bagus, menenteng tas tangan dalam dandanan mentereng menuju gereja. Alunan lagu-lagu natal terdengar sayup dari rumah-rumah disekelilingnya.
Tak lama menunggu, anak itu terlihat gembira dengan kedatangan gadis kecil lainnya dari sisi jalan yang berbeda. Celotehan gembira terdengar di antara keduanya sambil menuju sebuah sekolah untuk merayakan Natal. Natal malam itu begitu meriah dalam keceriaan yang indah…. Read More
Sore itu… sore yang sama.. di tepi pantai yang sama aku menatap keindahan horizon langit di kala senja dengan tatapan kosong. Sakit rasanya.. tapi aku masih terus bertanya kenapa bisa terjadi? Apa salahku? Rasanya aku hanya ingin menikmati cinta masa mudaku. Tapi mengapa harus berakhir seperti ini? Pertanyaan itu terus menggema, merasuk sukma tanpa kupahami….
Kami bertemu di sebuah konferensi bergengsi. Dia tidak tampan namun kehangatannya mampu memecah kebekuanku dan membawaku pada keceriaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Sejak hari pertemuan itu ia tak hanya sering mengajaku keluar .. ia juga meghujaniku dengan kata-kata indah dan ah.. ribuan hadiah yang tak ternilai. Ia tau bagaimana membuatku tersanjung.. tak hanya itu.. dia selalu ada kala kubutuhkan. Read More