<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SimplyVie &#187; christmas</title>
	<atom:link href="http://simplyvie.com/category/christmas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://simplyvie.com</link>
	<description>-- the pilgrim journey --</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Mar 2010 17:47:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Walking by faith</title>
		<link>http://simplyvie.com/2009/01/20/walking-by-faith/</link>
		<comments>http://simplyvie.com/2009/01/20/walking-by-faith/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 04:02:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[christmas]]></category>
		<category><![CDATA[daily bread]]></category>
		<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simplyvie.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Hmm nggak banyak yang bisa disampaikan sekarang karena saya pun masih belajar untuk tetap tekun dan setia berjalan di dalam iman. Ada banyak kejadian yang mengajarkan saya untuk tetap teguh.. ada teguran dan sapaan yang membawaku pada keyakinan untuk tetap bersandar kepada Dia. Namun di balik itu ada sisi lain yang terus mengguncangku untuk goyah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-337" href="http://simplyvie.com/2009/01/20/walking-by-faith/footsteps-in-the-sand/"><img class="alignleft size-medium wp-image-337" style="margin: 10px;" title="footsteps-in-the-sand" src="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/01/footsteps-in-the-sand-300x197.jpg" alt="footsteps-in-the-sand" width="176" height="115" /></a>Hmm nggak banyak yang bisa disampaikan sekarang karena saya pun masih belajar untuk tetap tekun dan setia berjalan di dalam iman. Ada banyak kejadian yang mengajarkan saya untuk tetap teguh.. ada teguran dan sapaan yang membawaku pada keyakinan untuk tetap bersandar kepada Dia. Namun di balik itu ada sisi lain yang terus mengguncangku untuk goyah dan terbawa gelombang. Ada gelombang kekawatiran, kemarahan dan kekecewaan. Kadang ada kesombongan yang menyeruak hadir membawa saya terhempas dalam kecewa &#8230;</p>
<p>Namun inilah perjalanan .. seperti seorang pengembara yang terus maju, saya tak lagi bisa berhenti dan berbalik. Saya harus terus berjalan meniti visi dan harapan yang sudah diberikan. Berjalan terus dan tetap di jalanNya. Ternyata memang semua tak semudah yang dikatakan..<span id="more-336"></span></p>
<p>Tapi akhirnya saya berhenti di titik ini kembali pada sebuah teguran yang hadir di awal tahun&#8230; berdiamlah di rumah Tuhan. Sederhana namun untuk benar-benar berhenti dan berdiam buatuh sebuah kekuatan dari Dia untuk dilakukan. Inilah aku berdiam dalam perjalanan pengembaraanku&#8230; menantikan Allah. dan kemudian berjalan di dalam iman bersamaNya.</p>
<p>Berjalan di dalam iman bukan berarti semua masalah telah terpecahkan tapi percaya bahwa semuanya akan disediakan jalan keluarNya sesuai kehendakNya.</p>
<p>Berjalan di dalam iman bukan apa yang kita pinta dan harapkan akan terpenuhi dan diberikan. Tapi percaya bahwa setiap kebutuhan dan keperluan akan dicukupkan oleh Dia sang pemilik kehidupan.</p>
<p>Berjalan di dalam iman memang tak membuat kita bisa melihat problema dan berkat yang akan ada di depan kita. Namun dengan iman kita percaya bahwa tangan Tuhan tak pernah melepaskan kita ketika kita berhadapan dengan badai dan percaya bahwa Ia menyediakan berkat di jalan di depan kita..</p>
<p>Namun untuk tiba dan menemukan semua itu kita harus percaya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simplyvie.com/2009/01/20/walking-by-faith/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keping Kehidupan Yang Terserak</title>
		<link>http://simplyvie.com/2008/12/19/keping-kehidupan-yang-terserak/</link>
		<comments>http://simplyvie.com/2008/12/19/keping-kehidupan-yang-terserak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 17:16:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[christmas]]></category>
		<category><![CDATA[tales]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan Yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simplyvie.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Di sudut jalan anak itu berdiri, dalam balutan pakaian yang rapih sambil mendekap tasnya. Sesekali ia melirik ke jalan di depannya seperti sedang menantikan seseorang, atau mungkin takut terlihat? Entahlah. Wajah polosnya terus tertunduk sambil sesekali mencari di antara lalu lalang orang berpakaian bagus, menenteng tas tangan dalam dandanan mentereng menuju gereja. Alunan lagu-lagu natal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-301" style="margin: 10px;" title="girl-praying" src="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2008/12/girl-praying.gif" alt="" width="96" height="104" />Di sudut jalan anak itu berdiri, dalam balutan pakaian yang rapih sambil mendekap tasnya. Sesekali ia melirik ke jalan di depannya seperti sedang menantikan seseorang, atau mungkin takut terlihat? Entahlah. Wajah polosnya terus tertunduk sambil sesekali mencari di antara lalu lalang orang berpakaian bagus, menenteng tas tangan dalam dandanan mentereng menuju gereja. Alunan lagu-lagu natal terdengar sayup dari rumah-rumah disekelilingnya.</p>
<p>Tak lama menunggu, anak itu terlihat gembira dengan kedatangan gadis kecil lainnya dari sisi jalan yang berbeda. Celotehan gembira terdengar di antara keduanya sambil menuju sebuah sekolah untuk merayakan Natal. Natal malam itu begitu meriah dalam keceriaan yang indah&#8230;.<span id="more-293"></span></p>
<p>Malam pun makin larut. Ragu si anak menghampiri pintu rumahnya. Dan benar saja sang bunda telah menanti disana. “Kemana saja kamu? Anak nakal! Tahu tidak kamu hanya membawa bara api dengan kepergianmu itu!” Terpaku&#8230; gadis mungil itu hanya bisa terdiam sambil beringsut masuk ke rumah diiringi tatapan kemarahan sang bunda. Di dalam ia masih harus berhadapan dengan tatapan tajam sang ayah. Ia tak pernah mengerti&#8230; Natal yang katanya penuh sukacita justru membuatnya dihempas dalam kemarahan sang bunda. Tapi dalam dirinya, cerita Natal itu jadi penghiburan yang memberi kekuatan..dalam tiap doa-doanya.</p>
<p>***</p>
<p>“Kamu tau siapa Yesus?” tanya pria itu pada gadis remaja di sampingnya.<br />
Hening&#8230; gadis itu diam tak menjawab. Dia memang sudah belajar untuk diam dan menyimpan semua di dalam dirinya.<br />
“Yesus itu katanya anak Allah. Allah kok bisa punya anak.” lanjut pria itu.<br />
hening&#8230; gadis itu tetap diam dan mendengar.. tapi tak bersuara&#8230;</p>
<p>***</p>
<p>Hari ini pelajaran agama. Dan sang guru memberi tugas untuk memiliki tanda tangan dari pembina remaja di ibadah gereja. “ah&#8230;.. bagaimana ini? aku tak pernah bisa ke gereja. tanda tangan siapa yang harus kububuhkan? Apa yang harus kukatakan pada guruku? Akankah ia memahaminya?” seribu tanya bergaung dalam benak gadis itu.<br />
“Hmm.. biarlah.. itu urusan nanti”  gumam gadis itu sambil meraba-raba mencari kitab kesayangannya di antara tumpukan barang. Wajah lega gadis itu tampak jelas saat ia menemukan  apa yang ia cari. &#8230;&#8230;</p>
<p>***</p>
<p>“Apa? Kamu nggak ke gereja? Apa-apaan ini? Mana tugasmu! Mana tanda tangan pembina remajamu! Kamu berbohong pada ibu?” tanya sang guru dalam nada yang tinggi.<br />
Diam&#8230;hanya itu yang bisa dilakukan sang murid. Tak ada ketakutan dan tangis. Baginya lebih baik diam dan membisu.</p>
<p>***<br />
Hari ini ada ibadah OSIS  sepulang sekolah. “oh tidak.. bagaimana ini?” “aku tak boleh terlambat tiba di rumah” pikir sang murid.</p>
<p>Sayang ibadah hari itu tak boleh ia tinggalkan. Itu kewajiban dan kehadiran siswa diperhitungkan disana. Kebingungan di wajah mungil itu tak hilang sepanjang siang itu. Mungkin ia tengah berpikir, alasan apa yang harus ia berikan untuk kepulangannya yang terlambat.</p>
<p>***</p>
<p>“Ibu tau masalahmu. Kamu harus dijaga dan ditemani. Jangan sampai mereka mendekatimu.” kata sang guru. “Dia punya masalah yang mirip masalahnya denganmu, ia akan menjagamu.” lanjut sang guru.<br />
Sejak hari itu kemanapun si gadis pergi ada seseorang di dekatnya. Tapi keadaan tak pernah berubah. Kebersamaan itu jadi rutinitas baru. Kehadiran para sahabat yang mengajaknya berbagi kasih pada mereka yang memerlukan lebih menyita pehatiannya.</p>
<p>Sampai suatu hari&#8230;semua pun berakhir.. tanpa kata &#8230;</p>
<p>Sejak saat itu&#8230; hanya kabar kabur yang ia dengar tentang sang kakak kelas. Ia menghilang dalam lautan antah berantah. Padahal katanya mereka satu kota bahkan setelah tahun-tahun berlalu&#8230;.</p>
<p>***<br />
“Kamu belum di baptis? Kamu mau dibaptis dan di sidi kapan? Kamu mau dibaptis bersama anakmu nanti?” kata sang guru. “apa kamu nggak malu? Saya akan bicara pada ibumu!” lanjut sang guru.</p>
<p>***</p>
<p>“Anak kurang ajar! untuk apa kamu cerita masalah keluarga pada orang lain?. Kamu tau Bapakmu, jangan minta yang aneh-aneh. Kamu hanya membuat rumah ini jadi neraka&#8230;” kata &#8211; kata sang bunda yang penuh kemarahan hanya disambut dalam diam oleh gadis itu.</p>
<p>“ah&#8230;. mengapa ia tak mendukungku sekalipun? mengapa ?” tanya yang menggantung dalam benak gadis itu bermunculan tanpa mendapat jawaban.</p>
<p>***<br />
“Tuhan, kalau aku diterima kuliah di kota itu aku mau ke gereja, aku mau dibaptis&#8230;” lirih gadis itu berdoa.</p>
<p>***</p>
<p>Dering telpon pagi itu membangunkannya dalam dentang kegembiraan baginya dan seluruh keluarga. Ia diterima di kampus impiannya. Kehidupan di kota yang baru dalam status baru sebagai mahasiswa membawanya larut dalam berbagai kegiatan.</p>
<p>Kampus itu membawanya pada perkenalan dengan kaum yang terpinggirkan dan terjajah dalam kemiskinan. Kampus itu juga mengenalkannya pada cinta dan kehangatan masa muda. Gejolak yang membawanya pada kematangan berpikir dan bersikap.</p>
<p>Tahun yang berlalu&#8230; tak lagi membuatnya harus menyembunyikan barang-barang pribadinya. Ia tak lagi diam dalam keyakinannya. Seperti janji yang pernah terucap, Allah kemadian menyapanya dan megingatkannya untuk menghadiri setiap panggilan pelayanan dan persekutuan. Indahnya simfoni pujian membawanya larut dalam cinta  Sang Pemilik Kehidupan.</p>
<p>Kadang ia masih harus menyembunyikan diri hanya untuk menghindarkan keributan di tengah keluarganya. Kemarahan itu ada.. tanya yang bergema itu masih mengganggunya. Dulu ia sering bertanya, mengapa dan mengapa? Kemarahan pada orang tuanya pernah menghias kehidupannya, membawanya berlari dalam lembah yang curam dan penuh batuan tajam. Membuatnya terhempas dalam kekecewaan dan dosa.</p>
<p>***<br />
“Mau sampai kapan kau biarkan kemarahan itu terus ada? Kamu bisa memaafkan mereka sekarang, besok, atau 2 tahun lagi&#8230; terserah kamu. Tapi apa gunanya? Yesus mau mengampunimu dan melupakan semuanya. Sekarang saatnya kamu memilih&#8230; kamu yang memutuskan kapan kamu mau memaafkan mereka.” lembut pria itu berkata pada sang gadis yang hanya bisa tercenung memandang kesibukan di balik jendela.</p>
<p>***</p>
<p>“Tuhan&#8230; cabutlah semua yang tak berkenan di hatiku. Koyakkan selubung hidupku. Bawaku dekatMu. Terimakasih atas pengampunanMu&#8230; aku juga mau mengampuni mereka Bapa. Terimakasih karena aku ada lewat hidup mereka sesuai kehendak dan rencanaMu&#8230;.” gadis itu berbisik dalam doanya hari itu&#8230;</p>
<p>Hidup jadi terasa lebih ringan dan santai baginya sejak itu. Tak ada lagi beban mendera di relung hatinya. Yang ada hanya sukacita&#8230;</p>
<p>***</p>
<p>“Ah&#8230; tak masalah lagi beda. aku dan dia bisa saling toleransi&#8230; itu kan yang penting?” kata sahabatnya. Gadis itu hanya tersenyum dan berkata “pikirkan anak-anakmu kelak”.<br />
“mereka bebas memilih &#8230; kami tak akan memaksa mereka.” kembali sang teman memberi argumentasinya.<br />
Lirih dalam senyum&#8230; gadis itu berbisik pada sang teman, <em>“been there once.. and it wasn’t easy at all.”</em></p>
<p>***</p>
<p>Jangan kamu kuatir akan masa depanmu. Karena Ia akan menyediakan segala kebutuhannya. itulah yang jadi topik renungan malam pujian dan doa natal malam itu. Sukacita natal yang senantiasa ia impikan kini telah ia rasakan bukan karena sebuah perayaan tapi karena Ia yang membawa damai telah lahir dan berdiam dalam dirinya.</p>
<p>Malam itu sang gadis terpekur dalam senyum sukacita atas kasih karunia Allah yang telah memberi anakNya sebagai penebus. Baginya kebebasan bukan lagi slogan&#8230; kini ia bisa berkata dengan bahagia “Aku telah bebas&#8230;karena Ia membebaskanku”</p>
<p>Kini gadis itu bisa bercerita dan berbagi tentang kisahnya.. tanpa harus menyembunyikan diri dalam kebisuan. Tak ada lagi kekhawatiran. Kini hidupnya tak lagi sama.  Yang ada hanya sukacita menyambut Natal&#8230; dalam alunan lembut puji-pujian dan ucapan syukur.</p>
<blockquote><p>Silent night, holy night<br />
All is calm, all is bright<br />
&#8216;Round yon virgin mother and Child<br />
Holy infant so tender and mild<br />
Sleep in heavenly peace<br />
Sleep in heavenly peace</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simplyvie.com/2008/12/19/keping-kehidupan-yang-terserak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merry Christmas everyone</title>
		<link>http://simplyvie.com/2006/12/26/merry-christmas-everyone/</link>
		<comments>http://simplyvie.com/2006/12/26/merry-christmas-everyone/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Dec 2006 02:55:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[christmas]]></category>
		<category><![CDATA[general]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simplyvie.com/2006/12/26/merry-christmas-everyone/</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img width="391" src="http://simplyvie.wordpress.com/files/2006/12/2nd-christmas-card.jpg" alt="2nd-christmas-card.jpg" height="283" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simplyvie.com/2006/12/26/merry-christmas-everyone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Palungan</title>
		<link>http://simplyvie.com/2006/12/13/palungan/</link>
		<comments>http://simplyvie.com/2006/12/13/palungan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Dec 2006 17:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[christmas]]></category>
		<category><![CDATA[daily bread]]></category>
		<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[general]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simplyvie.com/2006/12/13/palungan/</guid>
		<description><![CDATA[dari rahim perawan tuan dilahirkan.
tiada tempat tuk terbaring nyaman,
setiap rumah menolak tuan.
tersisa kandang kecil di sudut kota betlehem,
dalam palungan tuan dibaringkan.
dengan kehangatan belai kasih ibunda,
dan perlindungan ayahanda terkasih.
diiringi kidung pujian para malaikat.
kandang itu tak layak bagi tuan
tapi dari palungan itu terpancar kehangatan dan kasih&#8230;
tak ada kemunafikan&#8230;
tak ada kebohongan&#8230;
tak ada kapalsuan hidup..
tak ada keserakahan dan keangkuhan&#8230;
juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dari rahim perawan tuan dilahirkan.<br />
tiada tempat tuk terbaring nyaman,<br />
setiap rumah menolak tuan.<br />
tersisa kandang kecil di sudut kota betlehem,<br />
dalam palungan tuan dibaringkan.<br />
dengan kehangatan belai kasih ibunda,<br />
dan perlindungan ayahanda terkasih.<br />
diiringi kidung pujian para malaikat.</p>
<p>kandang itu tak layak bagi tuan<br />
tapi dari palungan itu terpancar kehangatan dan kasih&#8230;<br />
tak ada kemunafikan&#8230;<br />
tak ada kebohongan&#8230;<br />
tak ada kapalsuan hidup..<br />
tak ada keserakahan dan keangkuhan&#8230;</p>
<p>juga tiada pernah terpancar keangkuhan seorang penguasa&#8230;<br />
palungan itu jujur membuka diri dalam kehinaannya&#8230;<br />
tak ada balutan indahÂ menutupi kemunafikan manusia.</p>
<p>ditempatÂ terpinggirkan oleh manusia,<br />
seorag raja terlahir bagi kaum marjinal..<br />
orang-orang pinggiran yang tersingkir oleh status dan prestise hidup,<br />
tuan lahir untuk kaum yangÂ berdosa.</p>
<p>dari kandang domba yg hina,<br />
kemuliaan yg kudus terpancar.<br />
palunganlah tempat terindah yg pernah ada&#8230;<br />
ketika seorang raja terlahir dalam kekudusanNya.<br />
pancaran kejujuran ditengah intrik kehidupan manusia&#8230;<br />
pancaran keagungan dan kasih seorang raja pada rakyatnya&#8230;<br />
disinilah hadiah terbesar diberikan&#8230;<br />
anugrah keselamatan bagi setiap orang yang percaya&#8230;<br />
sebuah tempat di rumah sang Raja didalam kekekalan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simplyvie.com/2006/12/13/palungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bintang Bethlehem dan Kelahiran Sang Raja</title>
		<link>http://simplyvie.com/2006/12/03/bintang-bethlehem-dan-kelahiran-sang-raja/</link>
		<comments>http://simplyvie.com/2006/12/03/bintang-bethlehem-dan-kelahiran-sang-raja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Dec 2006 15:12:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[astronomy]]></category>
		<category><![CDATA[christmas]]></category>
		<category><![CDATA[daily bread]]></category>
		<category><![CDATA[general]]></category>
		<category><![CDATA[christian]]></category>
		<category><![CDATA[kristen]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simplyvie.com/2006/12/03/bintang-bethlehem-dan-kelahiran-sang-raja/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel&#8221; &#8211;yang berarti: Allah menyertai kita.
Imanuel, Allah beserta kita. Ia datang bukan hanya untuk orang-orang hebat. Ia tidak datang hanya untuk orang-orang yahudi, atau para petinggi agama.
Ia datang buat orang-orang berdosa, buat orang-orang yang termarjinalkan dalam kehidupan dunia. Kaum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><em><font color="#008080">&#8220;Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel&#8221; &#8211;yang berarti: Allah menyertai kita.</font></em></p>
<p align="justify"><img src="http://simplyvie.wordpress.com/files/2006/12/windowslivewriterd76f30e3813a-8817kings-thumb51.jpg" style="border: 0pt none ; margin: 0pt 0pt 0pt 10px" align="right" border="0" height="148" width="180" />Imanuel, Allah beserta kita. Ia datang bukan hanya untuk orang-orang hebat. Ia tidak datang hanya untuk orang-orang yahudi, atau para petinggi agama.</p>
<p align="justify">Ia datang buat orang-orang berdosa, buat orang-orang yang termarjinalkan dalam kehidupan dunia. Kaum gembala bukan orang-orang yang dianggap punya status dalam masyarakat saat itu. Mereka hanyalah kaum marjinal namun kepada merekalah malaikat mengabarkan kedatangan Yesus. Not just that. Yang datang menemui Yesus selain gembala adalah orang- orang Majus. Orang-orang Majus ini merupakan kaum non Yahudi yang datang dari bangsa Persia dan merupakan orang bijak (atau imam?) beragama Majusi. <span id="more-87"></span></p>
<p align="justify">Di dalam Alkitab, kata Majus mulai muncul di kitab Daniel (1:20, 2:27, 5:15), ditujukan buat orang-orang bijak, para imam dari Madai, Persia dan Babilonia. <em>&#8220;Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua &#8216;ahli jampi&#8217; (Ibrani: &#8216;ASYAF; Yunani: &#8216;MAGOS&#8217;) di seluruh kerajaannya.&#8221; (Daniel 1:20)</em></p>
<p align="justify">Disini kata Magos dikenakan untuk golongan orang bijaksana atau ahli astrologi yang mentafsirkan mimpi atau pesan-pesan dari para &#8220;illah&#8221;. Namun dalam Perjanjian Baru, kata Magos diperluas dan ditujukan juga pada nabi palsu, ahli sihir, ahli nujum, dan sejenisnya (Kisah 8:9; 13:6,8 ).<strong> </strong><em>&#8220;Mereka mengelilingi seluruh pulau itu sampai ke Pafos. Di situ mereka bertemu dengan seorang Yahudi bernama Baryesus. Ia seorang tukang sihir (&#8216;MAGOS&#8217;) dan nabi palsu.&#8221; (kisah 13:6)</em></p>
<p align="justify">Orang-orang MajusÂ memang para imam yang belajar tentang ilmu perbintangan.  Bukan hal asing kalau mereka selalu mengamati pergerakan bintang-bintang, dan menafsirkannya berdasarkan kepercayaan mereka. Bukan hal aneh kalau pada masa itu orang percaya dengan mitos dan hal-hal berbau magis. Karena pada kenyataannya pergerakan benda langit mempengaruhi kebudayaan dunia.</p>
<p align="justify">Sebagai orang-orang yang memang mempelajari langit, tentunya kehadiran bintang terang bukanlah hal aneh, apalagi dengan cerahnya langit masa itu yang belum terkontaminasi cahaya kosmik lainnya dari lampu-lampu kota. Tapi dalam kasus ini, tentu bintang yang dilihat ini sesuatu yang seharusnya memberi makna lain dari pergerakan benda langit.</p>
<p align="justify">Dalam rentang tahun kelahiran Yesus, ada beberapa kejadian astronomi yang bisa diasosiasikan sebagai bintang terang itu. Yesus lahir dimasa pemerintahan Herodes. Dari sejarah modern, diketahui Herodes meninggal pada kisaran tahun 4SM dan 1 SM, sementara orang Majus menjumpai Yesus sebelum kematian Herodes. Dari runutan kejadian dalam astronomi disekitar tahun yang dianggap sebagai prediksi kelahiran Yesus, waktu kemunculan bintang Betlehem tersebut berada pada kisaran tahun 7 SM &#8211; 2 SM. Jadi dalam rentang waktu inilah kita akan mencoba melihat kejadian yang tak biasa di langit yang mungkin saja menarik perhatian orang-orang Majus tersebut.</p>
<p align="justify">Dalam Matius 2:1-2 dikatakan <em>&#8220;Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Jerusalem dan bertanya-tanya: &#8220;Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.&#8221;</em></p>
<p align="justify">Selama rentang waktu tahun 7 SM &#8211; 1 SM, tercatat peristiwa supernova, komet, meteor, okultasi Jupiter dengan Bulan, maupun konjungsi beberapa planet. Jika kita telaah satu per satu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjadi syarat bintang Betlehem. Menurut Matius yang menjadi syarat bintang Betlehem, bintang tersebut terlihat di timur dan mendahului orang Majus serta berhenti diatas kota Betlehem. Berarti penampakan bintang tersebut tidak pernah tetap, namun ada saat penampakan tersebut diam untuk beberapa waktu. Syarat lainnya, bintang tersebut punya kaitan atau &#8220;kepercayaan&#8221; dengan orang Yahudi serta mengindikasikan kelahiran serta keagungan. Hal lainnya yang harus diperhatikan, Herodes tidak bisa dengan mudah mengenali bintang tersebut karena didalam Matius dikatakan, ia meminta orang Majus untuk mengenalinya.</p>
<p align="justify">Dari berbagai kandidat bintang bethlehem, ada dua kejadian menarik yang secara astronomi maupun mitologi bisa dikaitkan dengan kehadiran seorang Raja.</p>
<p align="justify"><strong>Konjungsi Jupiter &#8211; Saturnus</strong><br />
Salah satu kandidat bintang Betlehem adalah peristiwa konjungsi Planet, dimana dua atau lebih objek langit terlihat berdekatan di angkasa Contohnya adalah Gerhana Matahari total, saat bulan matahari berada pada satu garis. Memang, dalam konjungsi, objek-objek yang berkonjungsi tidak selalu tepat berada dalam satu garis, namun bagi pengamat di Bumi yang melihatnya dengan mata bugil, objek-objek tersebut akan tampak sebagai satu titik yang terang. Sepanjang rentang waktu 7 SM dan 1 SM, terjadi beberapa kali konjungsi planet.</p>
<p align="justify">Di sepanjang tahun 7 SM, terjadi 3 kali konjungsi yang melibatkan Jupiter dan Saturnus di konstelasi Pisces (Ikan) dimulai dengan konjungsi pertama pada tanggal 29 Mei, kemudian diikuti konjungsi kedua pada 1 oktober dan yang ketiga 4 Desember. Setelah itu pada Februari 6 SM, terjadi lagi konjungsi antara Mars, Jupiter dan Saturnus yang terjadi setiap 805 tahun. Dalam konjungsi pertama di tahun 7 SM, Jupiter dan Saturnus baru terbit setelah lewat tengah malam, sehingga akan tampak di arah timur sebelum Matahari terbit. Pada konjungsi kedua, kedua planet terbit saat Matahari terbenam dan akan terlihat sepanjang malam. Selang waktu terjadinya konjungsi memungkinkan para Majus melakukan perjalanan dari Timur menjumpai Herodes, setelah melihat bintangNya di timur (Mat 2:2).</p>
<p align="justify">Tak bisa dipungkiri kalau kelahiran seseorang di masa itu seringkali dikaitkan dengan tanda-tanda tertentu di langit. Nah, pada masa itu konjungsi Jupiter (mag -2.5) dan Saturnus (mag 0.8) bisa dikatakan merupakan tanda ideal kehadiran raja baru. Jupiter dikenal sebagai <em>&#8220;Planet of Kings&#8221;</em> sementara Saturnus dikenal sebagai <em>&#8220;Protector of Jews&#8221;</em> (Pelindung bangsa Yahudi), memberi indikasi kedatangan &#8220;Raja yang akan melindungi seluruh bangsa Yahudi&#8221;.</p>
<p align="justify">Bagi astrolog jaman dahulu, konstelasi Pisces (ikan) dikenal sebagai rumah bangsa Ibrani, Jupiter merupakan<em> &#8220;ruler of the universe&#8221;</em> dan Saturnus diasosiasikan dengan Palestina. Hal ini memberi kesan kalau konjungsi tersebut merupakan pertanda <em>&#8220;King of Israel and Ruler of a Universe about to be born in Israel&#8221;</em> <em>.</em> Yang perlu diingat dan ditandai, peristiwa konjungsi Jupiter Saturnus sangatlah jarang, dan hanya terjadi dalam interval waktu antara 40 &#8211; 338 tahun. Tentulah kejadian ini akan dianggap spektakuler oleh orang-orang yang mempelajari benda-benda langit dan mulai mengasosiasikannya dengan suatu kejadian. Bagi orang-orang Majus yang juga mengenali sejarah Bangsa Yahudi dan kepercayaannya. kejadian ini menjadi pertanda kalau Mesias yang dinubuatkan akan lahir dan menyelamatkan bangsa Yahudi.</p>
<p align="justify"><em>Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. (Matius 2:9)</em></p>
<p align="justify">Setelah bertemu Herodes, orang-orang Majus kemudian menuju kota Betlehem di arah selatan. Dalam pengamatan mereka, bintang yang mereka lihat di Timur sudah bergerak mendahului mereka dan berhenti di atas kota Betlehem. Pada pertemuan pertama Jupiter dan Saturnus memang terlihat di timur setelah lewat tengah malam, namun saat terjadi konjungsi kedua dan ketiga ( Oktober dan desember 7 SM) keduanya akan tampak berada di zenith (titik tertinggi yang dicapai dalam gerak harian benda langit) setelah matahari terbenam. Hal inilah yang menyebabkan kedua planet ini seolah-olah berhenti di atas langit kota Betlehem, memberi tanda pada orang Majus kalau sang Raja itu ada disana, terbaring di palungan dalam balutan kain lampin (atau kain kafan).</p>
<p align="justify"><strong>Pertemuan Raja Planet dan Raja Bintang</strong><br />
Kandidat lainnya muncul pada kisaran tahun 3SM- 2SM di saat perayaan Tahun Baru Yahudi, Rosh ha-Shanah. Saat itu di bulan September saat orang Majus mengamati langit, tampak Jupiter memulai proses konjungsinya dengan bintang Regulus.</p>
<p align="justify">Regulus berasal dari kata Regal, orang Babilon menyebut Regulus &#8220;Sharu&#8221; yang berarti  raja.  Orang Roma menyebutnya Rex, yang juga berarti raja. Dan di awal tahun Yahudi, <em>&#8220;Planet of Kings&#8221;</em> bertemu dengan <em>&#8220;Star of Kings&#8221;.  </em>Yang menarik, saat itu Jupiter bergerak berlawanan dengan gerak bintang. Aneh? Well, gerak inilah yang kita kenal sebagai gerak retrograde. Mungkin gerak retrograde Jupiter inilah yang menarik perhatian orang Majus, karena setelah mengalami konjungsi dengan jarak terdekatnya dari Regulus, Jupiter memasuki masa gerak retrogradenya. Tapi kemudian, Jupiter berubah pikiran dan kembali bergerak mendekati Regulus dan mengalami konjungsi kedua. Setelah pertemuan kedua, Jupiter kembali berbalik arah dan bertemu untuk ketiga kalinya dengan Regulus. Maka terjadilah <em>triple conjunction.</em> Kejadian seperti ini sangatlah jarang, dan setelah beberapa bulan yang terlihat Raja Planet ini sedang menari halo di atas Regulus.  Laksana penobatan sang raja.</p>
<p align="justify"><em>Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: &#8220;Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya.&#8221;(Wahyu 5:5)</em></p>
<p align="justify">Bukan hanya itu. pertemuan Jupiter dan Regulus sendiri berlangsung di konstelasi Leo, yang berlambang singa dan diasosiasikan dengan bangsa Yehuda. Dan Singa Yehuda sendiri merupakan perlambangan dari Yesus, Mesias yang akan datang dari bangsa Yehuda. Fenomena alam ini sepertinya memberi pertanda akan kedatangan Raja Yahudi. Inilah yang bisa jadi menjadi alasan orang Majus mengikuti bintang terang tersebut menuju Bethlehem menemui Yesus. Tuhan memakai kejadian sehari-hari yang biasa ditemui orang Majus untuk membawa mereka datang kepada Kristus.  Kejadian alam yang diasosiasikan dengan kepercayaan setempat membawa kesimpulan akan kelahiran seorang Raja ditengah mereka.</p>
<p align="justify"><strong>Persembahan Orang Majus</strong><br />
Orang-orang Majus, imam dari agama Majusi yang dikenal sebagai orang-orang bijak, melihat dan mempelajari arti kelahiran bintang itu lantas datang kepada Yesus di palungan membawa persembahan emas, kemenyan dan mur. Ini unik, karena dalam pentafsiran, mereka ternyata tidak hanya melihat kelahiran seorang Raja tapi juga melihat lebih dari itu. Emas memberi perlambangan persembahan kepada seorang Raja, Kemenyan sebagai persembahan kepada seorang Imam yang menunjukkan kehadiran Yesus sebagai Imam Besar serta Mur sebagai lambang kematian yang menunjukkan nubuatan kematian Yesus di kayu salib. Dan itu dibawa oleh orang-orang non Yahudi, suatu hal yang sangat indah yang sedang dinyatakan Tuhan. Ia datang bukan sebagai raja suatu bangsa saja, namun Raja diatas segala raja. Bukan kepada orang kudus, tapi kepada orang berdosa. Bukan orang sehat yang membutuhkan tabib melainkan orang sakit. Untukmu, untukku dan untuk kita semua.</p>
<p align="justify">Kisah Bintang Bethlehem sendiri sampai saat ini masih tetap menjadi misteri yang menarik. Mungkin kita perlu memasuki lorong waktu ke masa lalu untuk mendapatkan sebuah kepastian. Namun diantara misteri dan ketidakpastian itu&#8230;. satu hal yang pasti, kemuliaan Allah dinyatakan diantara bangsa-bangsa lewat kehadiran peristiwa alam,budaya, dan mitologi masyarakat zaman itu.</p>
<p>Imanuel&#8230; Allah beserta kita&#8230;sama seperti janjiNya.. Aku akan menyertai engkau sampai dengan akhir zaman.</p>
<h2><font color="#008040">Merry <font color="#ff0000">Christmas</font></font></h2>
<p>reference :<br />
<a href="http://www.akupercaya.com/forum/belajar-alkitab/4290-orang-majus.html?highlight=orang+majus">Orang Majus</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simplyvie.com/2006/12/03/bintang-bethlehem-dan-kelahiran-sang-raja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
