daily bread
Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. (Yer 1:5)
Simson dan Delilia dua sosok yang sering menjadi judul film. Tapi siapa dia sebenarnya? Simson adalah seorang nazir Allah yang telah ditetapkan Allah sebelum ia dilahirkan untuk menjadi penyelamat bangsa Israel dari tangan bangsa Filistin (hak 13:5). Dilahirkan dari seorang ibu yang mandul, ia ditentukan untuk menjadi nazir Allah dan menjadi hakim atas bangsanya (Dan) selama 20 tahun. Yang paling menonjol dalam diri Simson adalah kekuatannya, dan sepertinya figur kuat seperti inilah yang menjadi lambang seorang pahlawan bagi masyarakat zaman ini. continue…
Seperti sungai yang dibendung, kasih Allah bisa saja berhenti mengalir. Berhenti sesaat atau mungkin bertahun-tahun atau juga selamanya. Padahal sebenarnya kasih Allah rindu untuk mengalir, tumpah ruah masuk dalam kehidupan manusia dan mengiring setiap anak-anak Tuhan masuk dalam rencana ilahi Allah. Tapi kasih itu terhenti.. Tuhan seakan pergi meninggalkan manusia, berpaling dan tak lagi memberikan senyumnya. Akhirnya muncul pertanyaan.., mengapa Tuhan? mengapa aku tak lagi Kau berkati? tapi seringkali manusia lupa bertanya pada dirinya sendiri mengapa kasih Allah tak lagi ia rasakan? mengapa hubungan dengan Tuhan seperti suatu rutinitas palsu yang dijalani hari demi hari. Siapa sesungguhnya yang merintangi kasihNya? Jawaban itu ada dalam diri kita masing-masing. Kebiasaan-kebiasaan yang mengakibatkan hidup ini terbatas pada kekecewaan serta harapan yang tak terpenuhi itulah yang menghalangi kasihNya. continue…
“Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian bahwa ia berkenan kepada Allah. Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.†(Ibrani 11:5-6)
Henokh tidak pernah mengalami kematian, dan tulisan mengenai dirinya pun tak banyak, hanya beberapa ayat bagian dari silsilah keturunan Adam. Tapi walaupun singkat, sebenarnya kisah hidup Henokh dibuat dalam satu kesimpulan singkat yang sangat menarik. Ia hidup bergaul dengan Allah lalu ia tidak ada lagi sebab ia telah diangkat oleh Allah (kej 5: 24). Jika ia diangkat oleh Allah, berarti ia tidak mengalami kematian. Ada yang aneh??
Saat Adam dan Hawa jatuh kedalam dosa, manusia pun mengalami kematian. Maut adalah buah dari dosa, nah kalau Henokh tidak pernah mati, berati ia tentunya sangat sempurna?? Tidak juga.. ia hanya manusia biasa yang merupakan keturunan Adam… dan merupakan manusia berdosa. Lantas bagaimana mungkin ia tidal mati? Nah disitulah letak keunikannya. Henokh hidup bergaul dengan Allah, dan sebelum ia diangkat ia memperoleh kesaksian kalau ia berkenan kepada Allah. Wow.. hebat khan… seperti apa sih berkenan dihadapan Allah?? Bagaimana seseorang bisa hidup berkenan dihadapan Allah? continue…
Kisah ini sama seperti kisah sejarah lainnya, yang dimulai dengan kata “Pada zaman Ahasyweros…(ester 1:1)”, tidak ada yang istimewa bagi kita yang sering membaca kisah-kisah sejarah kerajaan yang berjaya di masa lalu. Pesta yang diadakan sang raja juga merupakan hal yang biasa. Apa sih istimewanya sebuah pesta perayaan?? Wah.. istimewa loh..pesta ini diadakan selama 180 hari atau 6 bulan…. plus ditambah perjamuan 7 hari didalam istana, dengan segala kemewahan juga kemeriahan. Namun ditengah semua kemeriahan dan kemabukan, juga hawa nafsu yang kotor, terjadi penolakan sang ratu untuk datang menghadap raja. Akibatnya sang ratu, wasti dibuang dan tak pernah muncul lagi dalam kisah ini.
Sampai disini, apa istimewanya? semuanya biasa saja bukan? tapi itulah hidup, semuanya dimulai dengan biasa saja tapi didalamnya tangan Tuhan tak pernah berhenti merajut, bahkan ditengah kondisi paling biasa sekalipun Ia ada dengan tekun merajut hidup kita menjadi sebuah rajutan indah menurut rencanaNya. continue…
Kehidupan menuntut kita untuk membuat pilihan. Kadang pilihan itu terasa mudah, yah sekedar memilih akan makan apa kita hari ini, atau memilih buku atau kaset apa yang ingin dibeli. Tapi kadang ada pilihan yang mungkin sedikit lebih berat .. tentang siapa pendamping hidup kita atau dimana kita bekerja. Tapi memilih buah apa yang harus dimakan? wah rasanya terlalu mudah khan? Pilih aja.. banyak kok buah di pasar …. pilih yang segar.. ada rambutan, durian, apel, strawberi atau buah apapun. Ingin makan mangga muda? silahkan… akibatnya tanggung sendiri yah. Inilah sebuah konsekwensi dan tanggung jawab yang akan diletakkan pada kita saat kita memilih sesuatu. Seringkali saat memilih kita hanya melihat keindahan luarnya tanpa memperhitungkan akibat dan tanggung jawab yang harus dipikul kelak. Ada akibat yang baik ada yang buruk. Hal itulah yang terjadi pada Hawa.
Siapa sih yang tak kenal Hawa? Hawa itu.. istrinya Adam khan? Si manusia pertama yang paling ganteng sedunia. Jelas donk.. istrinya pun cantik dan sempurna. Hawa, wanita yang diciptakan Allah sebagai pendamping yang sepadan bagi Adam. Ia adalah Ibu bagi semua yang hidup dan juga Ibu bagi semua yang mati. Adam dan Hawa juga kita semua diciptakan Tuhan menurut gambar dan rupaNya. Ia menciptakan kita dalam suatu kesempurnaan yang ajaib, dimana kita bisa menikmati hubungan yang indah dengan sesama dan Sang Pencipta. continue…



