<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SimplyVie &#187; opini</title>
	<atom:link href="http://simplyvie.com/category/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://simplyvie.com</link>
	<description>-- the pilgrim journey --</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Mar 2010 17:47:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>AVATAR, Human Alter Ego in Pandora</title>
		<link>http://simplyvie.com/2009/12/22/avatar-human-alter-ego-in-pandora/</link>
		<comments>http://simplyvie.com/2009/12/22/avatar-human-alter-ego-in-pandora/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 02:33:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[alpha centaury]]></category>
		<category><![CDATA[Avatar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simplyvie.com/?p=837</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan dunia exoplanet yang demikian cepat sejak pertama kalinya planet ditemukan memberikan sebuah warna baru bagi dunia. Dulu... di tahun 1995 planet yang bisa ditemukan adalah planet gas raksasa laksana Jupiter. Kini.. planet-planet serupa Bumi bukan lagi mimpi. Planet super Bumi satu persatu disingkap di berbagai bintang katai merah dan juga ada yang mengorbit bintang serupa Matahari.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan dunia exoplanet yang demikian cepat sejak pertama kalinya planet ditemukan memberikan sebuah warna baru bagi dunia. <span id="more-837"></span>Dulu&#8230; di tahun 1995 planet yang bisa ditemukan adalah planet gas raksasa laksana Jupiter. Kini.. planet-planet serupa Bumi bukan lagi mimpi. Planet super Bumi satu persatu disingkap di berbagai bintang katai merah dan juga ada yang mengorbit bintang serupa Matahari.</p>
<div id="attachment_840" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/12/pandora.jpg"><img class="size-full wp-image-840" title="pandora" src="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/12/pandora.jpg" alt="kredit : rotten tomatoes" width="200" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">kredit : Rotten Tomatoes</p></div>
<p>Ilmu pengetahuan tak bisa dibendung ketika keingintahuan manusia terus menyeruak mencari jawaban. Pencarian terus berlanjut, teknologi pun terus berkembang. Tapi apa tujuan kita mencari planet lain di luar sana? Bukankah kita toh tak bisa mengunjungi planet itu. Apa gunanya planet-planet baru itu buat manusia? toh kita juga tak mungkin menjamahnya. Untuk ke Mars saja manusia masih belum mampu.. apalagi di sebuah planet yang berada di ruang angkasa yang luas&#8230; tanpa batas.</p>
<p>Untuk apa? Itu pertanyaan yang seringkali hadir&#8230; dan mengusik. Bagi para ilmuwan, penemuan sebuah planet baru adalah impian  untuk mencari dan mempelajari  Jupiter lain.. atau Saturnus lainnya.. atau bahkan Bumi lain yang ada nun di ruang antar bintang. Belajar bagaimana sebuah sistem keplanetan terbentuk, bagaimana planet-planet memulai pembentukannya &#8230; bagaimana senyawa kimia berinteraksi di dalam planet-planet tersebut. Keberadaan sistem keplanetan yang ada di alam semesta seakan menjadi sebuah buku terbuka yang akan menjawab misteri tentang asal mula dunia yang kita huni ini. Buku yang terisi oleh lembaran-lembaran sistem yang akan membawa manusia pada jawaban bagaimana sebuah kehidupan dimulai di Bumi yang kita sebut rumah.</p>
<p>Dan pencarian itu terus berlanjut tanpa henti untuk mencari sistem baru yang akan mengisi halaman berikutnya dari buku tentang sistem keplanetan yang ada di sekitar Tata Surya sampai di area terjauh di sudut semesta.   Dan yang jadi mimpi seluruh ilmuwan dan mungkin seluruh umat manusia, adakah kehidupan lain di luar sana? Adakah planet Bumi lainnya yang juga memiliki penghuni? Seerti apa dan bagaimanakah kehidupan di planet asing itu bisa bertahan?</p>
<p>Pencarian itu tak kan pernah pupus, karena setiap misteri yang terkuak dari setiap planet memiliki keunikan tersendiri. Keunikan yang membawa manusia pada misteri baru yang menanti untuk diungkapkan. Kuakan misteri itu membuat kita berdecak dalam kekaguman melihat satu persatu maha karya di alam semesta ini.</p>
<p>Namun tak bisa dipungkiri, mimpi akan sebuah peradaban lain bukan hanya mimpi para astronom dan para pengamat langit. Ini adalah mimpi koloni kehidupan bernama manusia yang ada di Bumi.  Dan angan manusia telah membawa kita pada dunia fantasi yang tak lepas dari mimpi tentang bentuk kehidupan lain di luar sana. Fiksi sains tertuang dalam berbagai karya. Buku, film, puisi, lagu, permainan, seakan menjadi ruang bagi mimpi manusia akan sebuah peradaban lain di luar Bumi.</p>
<p>Angan yang tertuang dalam berbagai karya membawa manusia menjelajahi ruang dan waktu. Bertemu dengan makhluk asing yang ada di sebuah dunia lain di luar Bumi kita. Petualangan demi petualangan pun terangkai dalam sebuah karya&#8230;</p>
<p>Hal yang sama juga kualami saat menonton AVATAR, sebuah film epic karya James Cameron yang menggambarkan keberadaan manusia di sebuah dunia baru bernama Pandora di masa depan tepatnya di tahun 2154. AVATAR memaparkan sebuah kisah seandainya ada planet di bintang terdekat dari Bumi. Alpha Centauri atau yang dikenal dengan nama Rigel Centaurus, digambarkan memiliki tiga buah planet gas laksana Jupiter. Satu diantaranya bernama Polyphemus memiliki satelit bernama Pandora yang ternyata bisa dijejaki dan memiliki kehidupan.</p>
<div id="attachment_847" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/12/avatar.jpg"><img class="size-full wp-image-847" title="avatar" src="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/12/avatar.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">keindahan Pandora dalam AVATAR. kredit : Avatar Pictures</p></div>
<p>Sebuah satelit asing yang dihuni makhluk &#8211; makhluk yang masih terhitung primitif dalam kelompoknya masing-masing. Primitif jika dibandingkan dengan teknologi manusia.. dari perspektif manusia.  Mungkin buat mereka, manusialah yang primitif karena tak mampu untuk memahami cara hidup mereka.</p>
<p>Kehadiran manusia di Pandora, membawa misi ilmiah untuk mempelajari kehidupan yang ada di sana, mempelajari tumbuhan, hewan, tanah dan segala hal yang senantiasa menjadi daya tarik bagi ilmu pegetahuan. Struktur kehidupan yang berbeda dan kompleks menjadi misteri baru yang harus dicari jawabannya. Tak hanya itu&#8230; angan akan hubungan antara manusia dan penduduk pribumi Pandora juga dipaparkan lewat usaha untuk mengenal suku Na’vi dan belajar bagaimana mereka menjalani kehidupan&#8230;.</p>
<p>Kontak dan relasi dengan makhluk asing&#8230; itulah yang senantiasa jadi mimpi yang ingin diwujudkan lewat berbagai pesan yang coba dikirimkan ke ruang angkasa dengan harapan ada makhluk lain yang akan merespon.  Namun ternyata di balik semua itu&#8230; ada juga sesuatu yang tak bisa lepas dari manusia. Kenagkuhan sebagai makhluk tertinggi dan keinginan untuk berkuasa dan menguasai tambang yang ada di Pandora. Sisi manusia yang penuh keserakahan, tergambar jelas dari usaha manusia yang mencoba menghancurkan rumah suku pribumi pandora demi mendapatkan unobtainium. Unsur yang sangat mahal yang ada di Pandora&#8230;</p>
<p>Dari keseluruhan cerita AVATAR ada satu kalimat yang menarik perhatianku. Saat sang tokoh utama memutuskan untuk menjadi bagian dari Na’vi dan mengumpulkan seluruh penghuni Pandora untuk melawan dominasi makhluk dari langit aka manusia. Saat ia pada akhirnya duduk dia dihadapan Eywa (roh yang diyakini menjadi dewa suku Na’vi), ia meminta agar Eywa menolong mereka. Saat itu, ia meminta Eywa untuk melihat Bumi melalui ingatan Grace (ilmuwan yang meninggal). Bumi yang tak lagi hijau, karena telah dihancurkan oleh para penghuninya. Dan kini manusia itu datang ke Pandora untuk menghancurkan keindahan alam Pandora&#8230;</p>
<p>Kalimat ini begitu singkat, seakan hanya jadi sebuah doa di dalam film fiksi ilmiah yang penuh petualangan. Namun kalimat itu seakan menjadi esensi dari kisah epic di AVATAR, dan membawaku kembali pada pertanyaan&#8230; seandainya kita bisa menemukan Bumi yang lain dan bisa menjejakinya, akankah kita hanya datang dalam damai dan demi ilmu pengetahuan? Ataukah kita akan membawa ego manusia sebagai makhluk tertinggi yang selalu ingin berkuasa dan membawa keserakahan manusia yang telah merusak alam di Bumi ini? Bukankah Bumi yang jadi rumah kita pun sedang sekarat karena dirusak oleh manusia?</p>
<p>Seandainya planet yang bisa dihuni itu ada.. seandainya kehidupan itu memang ada&#8230; akankah manusia tidak menjadi serakah? akankah manusia tidak pergi untuk merusak sebuah keseimbangan alam lain? akankah manusia tidak berusaha untuk menambang lagi demi kekayaan?</p>
<p>Pandora.. negeri kaya itu coba dirusak&#8230; cerita berakhir dengan kegagalan atas rencana yang merusak itu. Namun  ada pertanyaan lain yang akhirnya hadir. dulu di saat Bumi masih hijau, di saat manusia masih menjadi manusia primitif&#8230; alam itu senantiasa dijaga keseimbangannya. Namun perkembangan peradaban manusia justru menunjukkan betapa keangkuhan dan keserakahan telah membawa bencana di berbagai belahan dunia.  Di Pandora manusia ingin mengambil unobtainium, di Bumi manusia merusak alam demi gas alam, kayu, minyak dll&#8230; yang pada akhirnya hanya menjadikan manusia berada dalam dunia yang gersang.</p>
<p>Avatar sendiri bisa dikatakan merupakan gambaran keinginan manusia untuk menjadi seseorang yang lain yang mungkin lebih baik dari dirinya.  Apakah avatar merupakan sebuah harapan dan cita-cita lain yang ada dalam diri manusia untuk memiliki alam yang indah, hubungan yang baik di antara sesama makhluk yang tak terwujud dalam keadaannya sekarang?</p>
<p>Jika film Earth masih tak mampu menyentuh keinginan terdalam diri manusia untuk menjaga alamnya, maka sebaiknya kisah epic AVATAR ini membawa manusia untuk menyatu dan mendengarkan suara dan cerita alam, sehingga alam dapat terus menjaga keseimbangannya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simplyvie.com/2009/12/22/avatar-human-alter-ego-in-pandora/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GeoCities: Menjejak Akhir Suatu Masa</title>
		<link>http://simplyvie.com/2009/10/14/geocities-menjejak-akhir-suatu-masa/</link>
		<comments>http://simplyvie.com/2009/10/14/geocities-menjejak-akhir-suatu-masa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 17:30:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[geocities]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[web 1.0]]></category>
		<category><![CDATA[web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simplyvie.com/?p=768</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini entah bagaimana saya menemukan sbeuah berita di Mashable, the social media guide. Judul beritanya End of an Era: GeoCities to Close This Month. Berita ini langsung menarik perhatianku. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini entah bagaimana saya menemukan berita di <em>Mashable, the social media guide</em>. Judul beritanya <a href="http://mashable.com/2009/10/07/geocities-closes/" target="_blank">End of an Era: GeoCities to Close This Month</a>, yang langsung menarik perhatianku. <span id="more-768"></span></p>
<p><a href="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/10/Geocitiesoriginallogo.png"><img class="alignleft size-full wp-image-770" style="margin: 10px;" title="Geocitiesoriginallogo" src="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/10/Geocitiesoriginallogo.png" alt="Geocitiesoriginallogo" width="93" height="84" /></a>Bagaimana tidak, GeoCities membawaku kembali ke ingatan masa lalu. Masa pertama kali saya mengenal internet dan masa ketika saya tertarik untuk memulai sebuah situs. Masa 13 tahun yang lalu, saat saya masih duduk di bangku SMA dan internet untuk pertama kalinya hadir di kota kelahiran saya, Ambon.</p>
<p>Saat itu internet seperti sebuah jendela yang baru terbuka dan kita bisa mengenal sebuah dunia baru, mengetahui apa yang sedang terjadi di luar sana.  Masa ketika arus informasi tak lagi punya batas. Persahabatan terjalin di ruang maya lewat situs-situs sahabat pena. Berita-berita dunia didapat dengan mudah. Dan keingintahuan merambah jadi keinginan untuk berbagi cerita lewat dunia maya. Media yang tepat saat itu adalah membuat website pribadi. Dan GeoCities menawarkan fasilitas tersebut. Ada 2 web yang pernah kubuat di Geocities dengan 2<em> neighborhood</em> yang berbeda, SouthBeach dan SiliconValley. Saat itu pulalah diriku mengenal HTML untuk pertama kalinya dan yang juga menumbuhkan minatku untuk belajar tentang web. GeoCities pada akhirnya menjadi tempat untuk berbagi foto dan cerita. Untuk yang tidak tau GeoCities silahkan baca di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/GeoCities">Wikipedia</a>.</p>
<p>Tak bisa dipungkiri, GeoCities adalah bagian dari perjalanan awal menuju era <em>social networking</em> seperti saat ini. GeoCities bukan sekedar sebuah web, ia sepeti sebuah komunitas yang terbagi berdasarkan topik seperti entertainment, teknologi, olah raga, edukasi dll. Menarik karena bagi para pengguna internet era 90-an ini adalah salah satu cara untuk berbagi. Era yang kita kenal sekarang sebagai era web 1.0, era dimana web merupakan penyedia informasi statis namun tidak menutup diri dari perkembangan komunitas di dalamnya.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-769" style="margin: 10px;" title="geocities" src="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/10/geocities.png" alt="geocities" width="260" height="156" />Pada akhirnya <a href="http://yahoo.com" target="_blank">Yahoo</a> kemudian membeli geocities dan keunikan alamat web yang menggunakan neighborhood itu tak ada lagi. Dan tahun ini Yahoo kembali memberi pengumuman bahwa terhitung 26 Oktober 2009, Yahoo! GeoCities akan ditutup. Para penggunanya diminta untuk meng<em>upgrade</em> webnya ke situs berbayar milik Yahoo.</p>
<p>Satu hal menarik&#8230; dengan ditutupnya GeoCities maka bisa dikatakan era web 1.0 memang telah benar-benar berakhir. Berganti dengan era web 2.0 dimana <em>social network </em>berkembang dengan pesat menjadi era baru di dunia maya. Era dimana batas-batas itu tak lagi tersisa. Wajah informasi statis telah bergeser menjadi lebih dinamis yang mengutamakan interaksi antar pengguna.</p>
<p>Bahkan di dunia astronomi ada sebuah istilah baru yang muncul. <em>Unclub Astronomy</em>. Informasi yang di dapat, diskusi yang terjadi di dunia maya membawa para penggemar astronomi menjadi terdidik dengan cara yang berbeda. Dan itu bukan hanya terjadi di astronomi namun di semua bidang. Informasi bukan lagi hak dan kewajiban pewarta berita. Semua pengguna bisa menjadi bagian dari pewarta berita melalui blog maupun situs sosial lainnya. Wajah baru yang sekaligus menjadi gaya hidup baru masyarakat dunia.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="geocities" src="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/10/geocities.jpg" alt="geocities" width="369" height="126" /></p>
<p>Akhirnya era pun berganti membawa warna baru yang penuh dinamika. Blog, Friendster, MySpace, YouTube, Twitter, Facebook menjadi pilihan baru untuk membangun relasi dan berbagi informasi dalam ruang tak berbatas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simplyvie.com/2009/10/14/geocities-menjejak-akhir-suatu-masa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Potret Perempuan Dalam Sains</title>
		<link>http://simplyvie.com/2009/09/05/potret-perempuan-dalam-sains/</link>
		<comments>http://simplyvie.com/2009/09/05/potret-perempuan-dalam-sains/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 17:25:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[astronomy]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuwan]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simplyvie.com/?p=539</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan dan sains bisa jadi memang bukan hal asing bagi kehidupan masa kini. Tapi mungkin di suatu tempat tak terduga, masih ada yang mengernyitkan dahi dan balik bertanya, “apa? ilmuwan perempuan?”.
Mungkin. dan hanya mungkin di suatu sudut di negeri ini atau di dunia ini masih ada yang bingung tak memahami pilihan ini. Atau malah menentangnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perempuan dan sains bisa jadi memang bukan hal asing bagi kehidupan masa kini. Tapi mungkin di suatu tempat tak terduga, masih ada yang mengernyitkan dahi dan balik bertanya, “apa? ilmuwan perempuan?”.<span id="more-539"></span></p>
<p><a href="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/09/woman.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-544" style="margin: 10px;" title="woman" src="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/09/woman.jpg" alt="woman" width="116" height="116" /></a>Mungkin. dan hanya mungkin di suatu sudut di negeri ini atau di dunia ini masih ada yang bingung tak memahami pilihan ini. Atau malah menentangnya dengan berbagai alasan. Alasan yang paling sering menjadi penghalang bagi perempuan selama berabad-abad adalah persamaan hak. Perempuan tak bisa setara dengan laki-laki. Ada pekerjaan laki-laki dan ada pekerjaan perempuan. Perempuan tak boleh mengerjakan pekerjaan para lelaki dan juga sebaliknya. Alasannya? Perempuan hanya warga kelas dua. Perempuan hanya boleh menjadi istri&#8230;.</p>
<p>Mungkin saat membaca tulisan ini, ada yang berpikir.. “hei ini udah jaman modern.. mana mungkin ada yang seperti itu.” Jangan salah mungkin di zaman serba modern ini, tak ada lagi pemisahan seperti itu. Tapi jauh di masa lampau, keberhasilan seorang perempuan masuk dalam dunia laki-laki adalah sebuah prestasi. Prestasi yang menjadi simbol kesetaraan&#8230; kepintaran&#8230; dan simbol sosial lainnya. Tapi tak hanya itu, perempuan-perempuan dalam sains ini tak hanya menggenggam keberhasilan dalam memposisikan dirinya sebagai partner laki-laki tapi juga menggebrak dunia dengan hasil yang mereka dapatkan. Hasil yang menjadi dasar bagi perkembangan sains dan teknologi di masa depan.</p>
<p>Perempuan-perempuan ini mungkin awalnya hanya bisa ditempatkan sebagai partner kerja laki-laki atau dikatakan turut berkontribusi namun tak pelak justru kontribusi merekalah yang menjadi dasar bagi pemikiran sains di masa depan.  Tapi.. untuk sampai pada posisi itu mereka harus melewati masa-masa yang menyudutkan mereka. Masa di mana mereka harus bisa menghadapi kondisi bahwa saat itu perempuan belum diperkenankan untuk mengikuti pendidikan tinggi, perempuan tak diperkenankan untuk mendapatkan gelar sarjana, atau karir perempuan hanya sampai pada jenjang tertentu. belum lagi pandangan bahwa perempuan yang memiliki pendidikan tinggi akan berakhir melajang.  Bahkan di ruang kerja tertentu ada pemisahan ruangan untuk makan antara laki-laki dan perempuan.</p>
<p>Tapi.. para ilmuwan perempuan ini tak pernah berhenti dan menyerah kalah. dalam berbagai bidang mereka berkarya.. walau ada yang harus bertarung dengan sakit yang diderita.</p>
<p><img class="size-full wp-image-543   alignright" style="margin: 10px;" title="220px-Lise_Meitner_1900" src="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/09/220px-Lise_Meitner_1900.jpg" alt="220px-Lise_Meitner_1900" width="120" height="188" />Lise Meitner, yang pada masanya perempuan tak bisa mendapatkan pendidikan tinggi menjadi perempuan kedua yang berhasil mendapatkan gelar Doktor Fisika di Universitas Vienna. Setelah menolak bekerja di pabrik lampu, ia justru menjadi ilmuwan yang mengabdikan dirinya untuk memecahkan problema pemecahan nuklir bersama rekannya Otto Hahn.  Sayangnya dalam publikasi tersebut Lise tak bisa diikutkan karena secara politis ia sudah keluar dari Jerman pada masa kekejaman NAZI. Otto Hahn sendiri mendapatkan hadiah nobel untuk penemuan tersebut.</p>
<p>Ada juga Rosalind Franklin, seorang ilmuwan biologi, fisika, biofisika, dan kimia yang pada masanya juga mengalami pembedaan antara laki-laki dan perempuan di universitas tempatnya bekerja (pemisahan untuk ruang makan kedua gender). Rosalind saat menamatkan pendidikannya Newnham College, Cambridge hanya bisa mendapatkan gelar titular (titel) karena saat itu perempuan tidak diperkenankan mendapatkan gelar BA.  Walaupun bisa dikatakan ia adalah korban pembedaan gender, Rosalind mengabdikan dirinya pada kristalografi sinar-X yang ia pilih dan ia juga memberi kontribusi penting dalam pemodelan DNA yang kita kenal saat ini. Rosalind mati muda karena tumor.</p>
<p>Sosok lainnya adalah Barbara McClintock yang sempat dipertanyakan oleh ibunya sendiri ketika akan melanjutkan pendidikan tinggi. Sang ibu mengkhawatirkan pengabdian pada sains akan membawa Barbara pada kehidupan tanpa pernikahan. Barbara mengabdikan hidupnya mempelajari struktur genetik jagung. Ia mempelajari perubahan kromosom jagung selama masa reproduksi. Di tahun 1983, Barbara menerima Nobel Laureate. Pencapaian yang tak mudah tapi hasil dari ketekunan selama puluhan tahun meskipun ia harus melewati masa-masa penuh ketidakpuasan akan posisinya di Universitas tempatnya bekerja.</p>
<p><a href="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/09/Birute-Galdikas2.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-542   alignleft" style="margin: 10px;" title="Birute-Galdikas2" src="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/09/Birute-Galdikas2-150x134.jpg" alt="Birute Galdikas, masih bekerja dengan orang utan sampai hari ini." width="142" height="134" /></a>Ada lagi Biruté Galdikas, perempuan yang memutuskan untuk mengabdikan dirinya dalam pelestarian orang utan di Kalimantan, selama puluhan tahun. Pekerjaan yang sampai sekarang belum selesai. Pekerjaan yang tak hanya berbicara tentang mempelajari perilaku orang utan dan kehidupannya, tapi juga bagaimana melestarikan lingkungan kehidupan si orang utan dari tangan-tangan penebang kayu yang merusak hutan kalimantan atau para pedagang hewan liar. Pekerjaan yang menuntutnya berada dalam lingkungan yang seringkali tak nyaman bagi seorang perempuan.</p>
<p>Potret lain juga hadir dalam diri Hedy Lamarr yang lebih dikenal sebagai artis Hollywood.  Ia juga salah satu penemu yang menemukan penyebaran spektrum teknologi komunikasi, kunci penting dalam perkembangan teknologi komunikasi wireless masa kini. Seandainya Hedy adalah artis masa kini, penemuan ini tentu akan menjadi publisitas yang bagus untuknya. Sayangnya di masa itu, menjadi ilmuwan bukanlah sebuah “prestasi”. Saat ia ingin mengabdikan dirinya pada keilmuan, ia justru disarankan untuk tetap berada di Hollywood karena ia akan lebih menolong orang dengan status keartisannya.</p>
<p>Di astronomi, ada banyak perempuan yang mengabdikan dirinya pada ilmu yang menggugah sanubari akan keindahan langit. Tiga di antaranya adalah Caroline Herschel yang menemukan beberapa komet dan menjadi asisten  bagi sang kakak Sir William Herschel dalam pekerjaan astronominya.</p>
<p>Astronom perempuan lainnya adalah Henrietta Swan Leavitt yang menemukan hubungan Periode-Luminositas Cepheid sebagai alat penentu jarak.  Penemuan yang membuka mata manusia akan kebesaran alam semesta. Dari penemuannya ini, para astronom bisa mengukur jarak cepheid di galaksi lain dan bisa mengetahui jarak galaksi tersebut.  Cepheid merupakan bukti penting kalau ada galaksi lain yang berada jauh di luar Bima Sakti. Pekerjaannya juga menjadi dasar bagi pekerjaan Edwin Hubble. Penemuan Henrietta Leavitt pada akhirnya mengubah teori astronomi modern. Pencapaian yang sangat penting dan luar biasa mengingat ia hampir tak pernah mendapatkan kredit selama hidupnya. Penghargaan padanya diberikan dengan memberi nama Leavit pada asteroid dan salah satu kawah di Bulan. Penghargaan lain yang diberikan setelah hampir 100 tahun adalah nama Leavitt dilekatkan pada nama penemuannya yakni hubungan Periode-Luminositas Leavitt.</p>
<p><img class="size-thumbnail wp-image-540   alignright" style="margin: 10px;" title="ajcannon" src="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/09/ajcannon-150x150.png" alt="Annie J Cannon" width="150" height="150" />Astronom lainnya, Annie J. Canon memberikan kontribusi yang sangat penting dalam klasifikasi bintang. Ia membagi bintang dalam beberapa kelas berdasarkan spektrumnya. Kelas spektrum yang ia buat inilah yang menjadi dasar klasifikasi fisis bintang dalam sejarah perkembangan astronomi sampai hari ini. Kelas yang dikenal dengan idiom <em>Oh Be A Fine Girl and Kiss Me</em> (O B A F G K M). Dan saat itu ia bekerja di Harvard dengan bayaran 25 sen sementara sekretaris di Harvard mendapatkan bayaran yang lebih dari itu.</p>
<p>Itulah  potret beberapa ilmuwan perempuan yang telah meletakkan dasar bagi keilmuan masa kini. Perempuan-perempuan yang berada di garis depan keilmuan walau harus bertarung dengan pandangan umum masa itu bahwa perempuan tak seharusnya berada pada posisi seperti mereka. Perempuan-perempuan ini juga yang mendobrak pandangan kalau tak ada yang salah dengan saintis perempuan. Tak ada yang salah&#8230; karena setiap orang bisa memberi kontribusi bagi dunia keilmuan.</p>
<p>Bagaimana sekarang? Kondisi masa kini memang telah berubah. Namun di beberapa bagian dunia masih ada perempuan yang dianggap sebagai warga kelas dua dan dijadikan objek eksploitasi. Perjalanan memang belum berakhir.</p>
<p>Dasar yang diletakkan itu telah menjadi bangunan.  Dan perempuan-permpuan masa kini telah membangun di atas dasar itu, menjadikannya bangunan pencakar langit yang megah.  Tapi akankah pencakar langit itu kehilangan sentuhan keindahan, kemanusian dan kasih? Pertanyaan inilah yang sekarang menjadi bagian kita untuk menjawabnya, karena ilmu pengetahuan dan teknologi digali bukan untuk sebuah kehebatan tapi untuk kemanusiaan itu sendiri.</p>
<p>Dan di suatu masa ketika para perempuan itu membangun dasar bangunan&#8230;mereka tak pernah kehilangan sentuhan itu. Satu diantaranya adalah Lise Meitner, fisikawan yang tak pernah kehilangan humanismenya.</p>
<p>___________</p>
<p><em>*terinspirasi dari Buku Perempuan dalam Sains. </em><br />
Di sepanjang tahun Astronomi Internasional 2009, dibuat juga sebuah <em>cornerstone project</em> <a href="http://www.sheisanastronomer.org/" target="_blank"><em>She is an Astronomer</em></a> yang bertujuan untuk memberi semangat pada perempuan untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan berkarir dalam sains.</p>
<p><em>___________<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simplyvie.com/2009/09/05/potret-perempuan-dalam-sains/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pergeseran</title>
		<link>http://simplyvie.com/2009/06/17/pergeseran/</link>
		<comments>http://simplyvie.com/2009/06/17/pergeseran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 14:27:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Observatorium Bosscha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simplyvie.com/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[hmm.. beberapa hari ini saya memang agak sibuk mencari lensa. Ada percobaan yang ingin saya buat. Tapi yang menarik pada saat mencari lensa, saya dipertemukan dengan kejadian-kejadian yang membuat saya terpana. 
Sabtu lalu saat muter-muter di area mall yang ada orang berjualan teleskop, iseng saya menanyakan kemungkinan keberadaan lensa yang dijual.  Jawabannya,&#8221; mbak kalau beli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hmm.. beberapa hari ini saya memang agak sibuk mencari lensa. Ada percobaan yang ingin saya buat. Tapi yang menarik pada saat mencari lensa, saya dipertemukan dengan kejadian-kejadian yang membuat saya terpana. <span id="more-457"></span></p>
<p><div id="attachment_512" class="wp-caption alignleft" style="width: 220px"><a href="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/06/ob.png"><img class="size-full wp-image-512 " title="ob" src="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2009/06/ob.png" alt="Observatorium Bosscha. " width="210" height="151" /></a><p class="wp-caption-text">Observatorium Bosscha. </p></div>Sabtu lalu saat muter-muter di area mall yang ada orang berjualan teleskop, iseng saya menanyakan kemungkinan keberadaan lensa yang dijual.  Jawabannya,&#8221; mbak kalau beli lensa disini ndak ada. Ke observatorium Bosscha aja. Disana mereka jualan semuanya. ada teleskop, lensa dll.&#8221; Agak spontan saya menjawab,&#8221; Ah masa sih? disana kan buat riset.. saya tau kok.&#8221; Jawaban yang diberikan si penjual justru membuat saya termangu&#8230; &#8220;mbak..riset mah cuma katanya, tapi disana kan tempat jualan beginian. sekalian mbak buat wisata bisa liat bintang dll.&#8221;</p>
<p>Ah&#8230; apakah memang sedang terjadi pergeseran? Apakah memang observatorium dimana saya pernah menjalani gemblengan untuk melakukan pengamatan dan lain-lain sudah bergeser arahnya di mata masyarakat? Tempat wisata dan tempat berjualan alat optik?</p>
<p>Kejadian ini bukan baru sekali. Percakapan-percakapan tak diduga yang terjadi dengan orang yang baru dikenal seringkali membuat saya berpikir ulang. Pergeseran tentu hal yang wajar, namun ketika pergeseran itu terjadi dan memberi stigma baru yang berbeda jauh di tengah masyarakat, mungkin kita harus berhenti sejenak dan menelaah kembali, apakah memang ini yang sedang dituju ataukah kita sedang melangkah ke arah yang berbeda.</p>
<p>Observatorium yang kita kenal sebagai satu-satunya observatorium di Indonesia ini memang pada akhirnya harus menyeimbangkan perannya sebagai pelaksana riset dan pendidikan masyarakat. Namun ketika masyarakat justru melihat pada sisi wisata dan tempat membeli barang, apakah yang sedang terjadi?</p>
<p>Entahlah&#8230; saya tak punya jawabannya&#8230;.tulisan ini pun hanya sekedar pertanyaan batin yang lahir ketika bercakap-cakap dengan orang-orang di luar sana&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simplyvie.com/2009/06/17/pergeseran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ode untuk alam</title>
		<link>http://simplyvie.com/2009/04/01/ode-untuk-alam/</link>
		<comments>http://simplyvie.com/2009/04/01/ode-untuk-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 13:54:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simplyvie.com/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[Entah apa yang ada di pikirannya.. ia memilih menjauh dan memisahkan diri dari keramaian. Ia memilih pergi dan bergelut dengan kecamuk di hatinya. Entah untuk apa dan kapan ia kembali. Rona senja tak mengapus semuanya begitu saja.. keceriaan fajar tak mampu lagi membuatnya tersenyum. Dia memilih untuk pergi&#8230; dan melintasi batas keraguan.. dan menghapus semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah apa yang ada di pikirannya.. ia memilih menjauh dan memisahkan diri dari keramaian. Ia memilih pergi dan bergelut dengan kecamuk di hatinya. Entah untuk apa dan kapan ia kembali. Rona senja tak mengapus semuanya begitu saja.. keceriaan fajar tak mampu lagi membuatnya tersenyum. Dia memilih untuk pergi&#8230; dan melintasi batas keraguan.. dan menghapus semua angan akan masa yang baru ia lewati.<span id="more-378"></span></p>
<p>Tak mampu rasanya ia mengingat lagi hari itu. Hari ketika hempasan badai menghancurkan segalanya. Ketika ia harus kehilangan segalanya.. terkubur di antara lumpur kesalahan manusia. Hari itu tak lagi ingin ia kenang.. namun dia tau.. sangat tahu ia tak kan mungkin melupakan segalanya. Karena semua kini telah berubah. Sama seperti impiannya yang juga telah porak poranda. Tak kan ada lagi senyum manis dan tawa ceria yang menyambutnya di depan pintu di kala senja.. atau kecup hangat yang menghantarkan kepergiannya di kala fajar menyingsing.</p>
<p>Tak ada lagi.. semua sudah musnah. Tapi akankah asa pun musnah? Mungkinkah ada asa yang kembali hadir? entahlah. hanya sang waktu yang bisa memberi jawab. Ataukah waktu pun akan berhenti dan tak ingin melaju?</p>
<p>Helaan nafas yang panjang sesekali ia hembuskan. Seakan resah tak tau harus bagaimana. Dia tau.. sangat tau.. badai itu peringatan akan kelalaiannya. Kelalaian kaumnya akan alam. Dia ingat bait demi bait kisah yang pernah diceritakan sang kakek setiap malamnya. Bait nasihat yang turun temurun diberikan&#8230;</p>
<blockquote><p>alam itu ibumu&#8230;<br />
ia menyediakan segala yang kau butuhkan. Ketenangan.. kedamaian&#8230;ia memenuhi kebutuhanmu. Ia tak pernah lupa kebutuhan anak-aaknya. Tak sekalipun ia mengeluh ketika sang anak mencabik tubuhnya untuk membangun rumah. Ia tak marah ketika jernih sungainya dikotori limbah beracun. Ia tetap diam ketika tak ada lagi lebatnya hutan pegunungan&#8230;<br />
Alam itu seperti ibumu&#8230;kasihnya tak pernah berhenti&#8230;<br />
Tapi ketika alam telah terkikis habis oleh keserakahan manusia. Ia seperti ibu yang kehilangan daya. Ia tak lagi bisa melihat dan melindungi. Tak kan ada kenyamanan, tak kan lagi ada dahaga yang dipuaskan, tak kan ada lagi papan untuk berteduh.<br />
Dan ketika hari itu tiba.. alam tak lagi punya kekuatan untuk menghadang badai yang datang&#8230;.<br />
Hancur.. itulah saat kehancuran&#8230;<br />
bukan karena alam jadi marah..<br />
tapi karena ia tak lagi mampu menahan gelombang badai ..<br />
ia kini lumpuh karena keserakahan manusia..<br />
ia kini hanya bisa melihat anak-anaknya tenggelam dalam bencana yang mereka pupuk hari demi hari sejak masa muda..<br />
kini&#8230; badai  dituai ketika alam telah dilumpuhkan</p></blockquote>
<p>Sayup.. bait demi bait itu bergema di hatinya. mengingatkannya akan keserakahannya. Ia hanya bisa diam seribu bahasa .. dan bayang bayang hari kehancuran itu terus menghias hatinya. Hari ketika air bah itu menghantam semua yang ia miliki. Hari ketika badai itu merenggut semua kecintaannya&#8230;</p>
<p>Ia kini hanya bisa terus melangkah dalam pencarian untuk menemukan kembali asa yang terpendam untuk membangunkan alam dari kelumpuhannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simplyvie.com/2009/04/01/ode-untuk-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alumni Sukses?</title>
		<link>http://simplyvie.com/2009/02/24/alumni-sukses/</link>
		<comments>http://simplyvie.com/2009/02/24/alumni-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 13:11:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[almamater]]></category>
		<category><![CDATA[alumni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simplyvie.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin banyak orang sudah sering mendengar kalimat yang satu ini Alumni Sukses. Sebuah paradigma yang muncul di antara alumni sebuah intitusi pendidikan. Entah itu pendidikan dasar, menengah, atas ataupun institusi perguruan tinggi. Memang tak ada yang salah dengan &#8220;stigma&#8221; seperti ini. Kesuksesan alumni memang tak jarang memberi dampak pada almamaternya. Siapa yang tak kenal ITB.. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin banyak orang sudah sering mendengar kalimat yang satu ini Alumni Sukses. Sebuah paradigma yang muncul di antara alumni sebuah intitusi pendidikan. Entah itu pendidikan dasar, menengah, atas ataupun institusi perguruan tinggi. Memang tak ada yang salah dengan &#8220;stigma&#8221; seperti ini. Kesuksesan alumni memang tak jarang memberi dampak pada almamaternya. Siapa yang tak kenal ITB.. institut tempat Bung Karno menimba ilmu. Atau SMAN 2 ambon, yang sempat mencuat karena jadi alamater salah satu runner up Indonesia Idol entah keberapa (sori ga apal gue). Atau yang paling gres&#8230; dan paling heboh adalah SD di Menteng (entah SD berapa dan dimana) tempat Barrack Obama pernah mengenyam beberapa tahun pendidikan.  Kebanggaan akan salah satu almamaternya (katanya) yang meraih sukses.<span id="more-372"></span></p>
<p>Hal positif dan membanggakan ketika kita melihat kesuksesan yang memberi dampak pada kebanggaan dan popularitas almamater institusinya yang seakan ikut berhasil menggodok sang anak untuk sampai di jalan itu.</p>
<p>Namun bagaimana kalau stigma alumni sukses ini kemudian dibawa kemana-mana. Bahkan dalam konteks percakapan dan konteks &#8220;umum&#8221; lainnya? Seakan ada alumni sukses maka ada juga alumni yang tidak sukses. Apakah ukuran seseorang menjadi alumni sukses? Apakah dengan menjadi direktur sebuah perusahaan asing? ataukah dengan menjadi mentri? atau menjadi seorang pemilik harian terkemuka? atau pemilik televisi dan segudang jabatan kepemilikan dan jabatan presiden di berbagai perusahaan?</p>
<p>Apakah lantas &#8220;mereka&#8221; yang tidak seperti itu jadi alumi tidak sukses atau lebih kasar lagi gagal? Mari kita berandai-andai. Seandainya para alumni lain yang tidak masuk golongan alumni sukses ini memang tak sukses, kok mereka bisa menghidupi kluarga mereka lebih dari cukup? mereka mampu membuat anak-anak mereka jadi orang-orang berpendidikan? Lantas apa ukuran kesuksesan itu? Uang? jabatan? atau kemampuan memberi sumbangan dengan digit nol sebanyak-banyaknya dan diabadikan namanya jadi nama sebuah gedung? itukah sukses?</p>
<p>Entahlah&#8230;.</p>
<p>Yang pasti stigma alumni sukses itu masih terus melekat dalam keseharian berbagai organisasi yang membuat rekan-rekannya yang masuk golongan tidak sukses jadi memilih untuk tidak berbaur dan menarik diri. Bahkan untuk sebuah suksesi pun seakan ada gap antara si alumni tua dan muda yang seakan tak bisa dijembatani. Kokoh berdiri dalam ego masing-masing generasi&#8230;</p>
<p>Atau mugkin kita harus bertanya pada diri kita sendiri apa itu kesuksesan. Apakah kesuksesan itu diukur dengan hal-hal materi atau hal lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simplyvie.com/2009/02/24/alumni-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gerhana Matahari Cincin dan Lampung Post</title>
		<link>http://simplyvie.com/2009/01/24/gerhana-matahari-cincin-dan-lampung-post/</link>
		<comments>http://simplyvie.com/2009/01/24/gerhana-matahari-cincin-dan-lampung-post/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 07:31:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[astronomy]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana]]></category>
		<category><![CDATA[gerhana matahari cincin]]></category>
		<category><![CDATA[lampung]]></category>
		<category><![CDATA[lampung post]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simplyvie.com/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Hari senin, 26 Januari bertepatan dengan Imlek, Indonesia akan dilintasi Gerhana Matahari Cincin. Untuk event ini langitselatan akan melakukan perjalanan ke Lampung. Di sana kami akan mengadakan studium general di LIA dan UNILA. Selain itu kami juga akan melakukan perkenalan astronomi ke area yang remote di dusun Trimukti (jangan tanya dimana.. gue aja ga tau).
Minggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari senin, 26 Januari bertepatan dengan Imlek, Indonesia akan dilintasi Gerhana Matahari Cincin. Untuk event ini langitselatan akan melakukan perjalanan ke Lampung. Di sana kami akan mengadakan studium general di LIA dan UNILA. Selain itu kami juga akan melakukan perkenalan astronomi ke area yang remote di dusun Trimukti (jangan tanya dimana.. gue aja ga tau).<span id="more-346"></span></p>
<p>Minggu lalu saya diberitakan bahwa Lampung Post bersedia menerima artikel gerhana dari langitselatan untuk dipublikasikan. Sayangnya sampai saat ini artikel itu belum dipublikasikan. Publikasi yang ada wawancara dengan Isman salah satu anggota tim langitselatan tentang kegiatan di Lampung. Yang membuat saya berharap artikel itu dimuat adalah karena di dalamnya ada informasi waktu gerhana yang benar. Sampai saat ini informasi gerhana di Lampung Post sangat membingungkan.</p>
<p>Ini saya quote dari <a href="http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009012401113415" target="_blank">Lampung Post</a> :</p>
<blockquote><p>BMG Pusat memperkirakan pusat lintasan gerhana berada di wilayah Bandarjaya, Lampung Tengah. Sedangkan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki waktu puncak GMC paling lama adalah Pringsewu, Lampung, dengan lama fase cincin 6 menit 12 detik. Di Pringsewu, gerhana dimulai pukul 13.19 hingga pukul 17.52. Puncak gerhana terjadi pukul 16.41.</p></blockquote>
<blockquote><p>BMG Stasiun Geofisika Kotabumi memperkirakan gerhana matahari cincin atau <em>anular</em> yang bakal terjadi di Lampung itu dimulai pukul 11.56. Puncak gerhana matahari cincin ini diperkirakan terjadi pukul 13.04 dan pertengahan gerhana cincin terjadi pukul 14.46. Dan akhir gerhana cincin diperkirakan terjadi pada pukul 16.52. Dan secara keseluruhan gerhana matahari cincin ini akan berakhir pukul 18.00.</p></blockquote>
<p>Sepertinya berita dari BMKG ga singkron antara di pusat dan Kotabumi. Atau BMKG di Kotabumi ga tau cara mengkonversi waktu dari UT ke WIB? hehehe.. Sepertinya BMKG Kotabumi memasang waktu dari kontak penumbra. Sayangnya informasi yang ada banyak yang salah&#8230; mungkin mereka harus belajar membaca <a href="http://hanieftrihantoro.files.wordpress.com/2009/01/se2009jan26a.gif?w=1121" target="_blank">peta Gerhana ini</a></p>
<p>Kapan gerhana dimulai?</p>
<blockquote><p>Proses GMC itu akan diawali dengan tertutupnya piringan Matahari oleh Bulan pada pukul 15.21 WIB. Kemudian Matahari akan berubah menjadi bentuk sabit hingga akhirnya seluruh piringan Bulan sudah berada di dalam piringan Matahari. Inilah yang disebut dengan puncak GMC, yang akan terjadi pada pukul 16.40 WIB. Kita akan melihat Matahari berbentuk cincin selama sekitar 6 menit. Setelah itu Bulan mulai keluar dari piringan Matahari hingga pada pukul 17.52 WIB Bulan sudah benar-benar meninggalkan piringan Matahari sebagai tanda bahwa peristiwa GMC ini sudah berakhir. Jadi dari perhitungan di atas, berarti waktu yang kita miliki untuk melihat Bulan menutupi Matahari adalah sekitar 90 menit. (<a href="http://langitselatan.com/2009/01/12/gerhana-matahari-cincin-26-januari-2009/" target="_blank">langitselatan</a>)</p></blockquote>
<p>Buat rekan2 di BMKG.. dicek atuh&#8230;</p>
<p>Mengenai GMC 26 Januari 2009, Gerhana ini merupakan seri saros 131 yang telah dimulai sejak 1 Agustus 1125 dan telah memiliki 22 gerhana sebagian. Gerhana total pertama seri ini terjadi di belahan langit utara pada 27 Maret 1522 dan diikuti 5 gerhana total lainnya. Seri ini kemudian memproduksi gerhana hybrid dari tahun 1630 &#8211; 1702 sedangkan gerhana cincin pertama terjadi 4 Agustus 1702. Gerhana seri saros 131 ini masih akan menghasilkan terjadinya 29 gerhana matahari cincin yang akan berakhir pada 18 Juni 2243. Gerhana seri saros 131 akan berakhir tanggal 2 September 2369 setelah rentetan 7 gerhana matahari sebagian. Gerhana seri saros 131 yang akan terjadi 26 Januari 2009 akan kembali terjadi 18 tahun lagi dan  54 tahun lagi baru kembali terjadi di area yang sama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simplyvie.com/2009/01/24/gerhana-matahari-cincin-dan-lampung-post/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Kawan….</title>
		<link>http://simplyvie.com/2008/11/07/selamat-jalan-kawan%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://simplyvie.com/2008/11/07/selamat-jalan-kawan%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 00:15:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[astro 97]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[faizal riza]]></category>
		<category><![CDATA[langitselatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simplyvie.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[In Memoriam of Faizal Riza (Makassar, 24 Mei 1979 &#8211; Makassar, 31 Oktober 2008)
”Semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. Kata-kata sudah luber dan tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>In Memoriam of Faizal Riza (Makassar, 24 Mei 1979 &#8211; Makassar, 31 Oktober 2008)</p>
<blockquote><p>”Semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. Kata-kata sudah luber dan tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti bisa diubah maknanya.”(<a href="http://lelakisenja.blogspot.com/" target="_blank">Faizal Riza</a>)<span id="more-241"></span></p></blockquote>
<p><img class="alignright" style="float: right; margin: 10px;" src="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2008/11/ical1.jpg" alt="" height="200" />”Vi dimana lokasi <em>fixed</em> GMC2009? Gue mau ikut risetnya kalau ada”<br />
”Kasih tau apa yang harus disiapin, gue mau bawa <em>full gear</em>.”</p>
<p>Itulah selintas kata-kata yang ia ungkapkan dalam salah satu <em>chatting</em> kami. Ical yang selalu semangat untuk kembali beraktifitas di astronomi. Sekali waktu dia bahkan berkata. ”Lo kudu ikut ke Lampunglah.. masa gue ikut gerhana disana sendiri?” ”Kalau <a href="http://langitselatan.com" target="_blank">langitselatan</a> mau kesana diriku boleh nebeng nama nggak?”</p>
<p>Saat itu terbersit, ah cal… ”elo yang udah lama nggak di astro masih semangat buat ikut riset bukan buat sekedar having fun di gerhana. Lah yang lagi kuliah aja mungkin cuma ingin senang-senang”.</p>
<p>Tapi itulah Ical. Berulang kali dia menanyakan kesempatan untuk S2, mulai dari beasiswa yang bisa didapat sampai semua kuliahnya dan yang paling utama, Ical masih ingin meneruskan TA-nya dulu. Buat Ical yang dibutuhkan bukan banyak bicara, tapi perencanaan yang matang dan lakukanlah rencana itu. Itu pesannya yang selalu ia katakan setiap kami ngobrol tentang langitselatan. Semangat yang tak pernah pudar.. keyakinan yang selalu terjaga.. idealisme yang tak pernah terkikis. Itulah kawan seangkatanku di astronomi 97, <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=502380457&amp;ref=mf" target="_blank">Faizal Riza</a> yang juga alumni SMANSA Makassar.</p>
<p><img class="alignleft" style="float: left; margin: 10px;" src="http://farm2.static.flickr.com/1267/913544960_155fc8d392.jpg?v=0" alt="http://www.flickr.com/photos/simplyvie/913544960/in/set-72157601034011969/" width="250" />Kami bertemu pertama kali di SABUGA saat akan mengikuti acara untuk mahasiswa baru angkatan 1997 dalam balutan baju putih-putih. Sama seperti <a href="http://mmlubis.multiply.com/" target="_blank">Umar</a>, waktu itu saya merasa kok cowo-cowo astro nggak ok yah? Kok manis yah ga seperti bayangan saya. (bayangin apa coba?). Seiring waktu angkatan ini jadi kompak dengan caranya sendiri. Hobinya saja aneh.. suka ledek-ledekan.. tapi kita sama-sama tau kok kalau itu bentuk perhatian. Saat awal masuk, Ical-lah salah satu yang membuat saya merasa tak asing di tengah perantauan ini, mungkin karena kami sama-sama dari area Indonesia tengah dan timur dan sama-sama personel PMR. Selain itu kalau saya sakit atau pingsan (seperti saat interaksi 97), Ical akan selalu jadi penolong dan kawan yang mendampingi untuk memberi pertolongan pertama.</p>
<p>Semenjak awal masuk kuliah Ical sudah tertarik dengan segala sesuatu tentang lubang hitam dan perjalanan waktu ruang angkasa. Namun bukan Ical namanya kalau dia hanya diam dan kuliah. Tahun 1998, saat krisis moneter melanda negeri ini, tak segan ia turun langsung di lapangan melibatkan diri dalam arus pergolakan reformasi. Saat itu seluruh AS’97 selalu bolos kuliah demi demonstrasi. Buat Ical, perubahan bukan berarti harus berdiam, ia membawa dirinya masuk dalam arus pergolakan dan berada di front depan bersama rekan-rekan lainnya. Dari permintaan mengisi acara musik di musik sore, lahirlah sebuah band akustikan AS’97 yang terdiri dari <a href="http://lelakisenja.blogspot.com/" target="_blank">Ical</a>-<a href="http://teeyal.multiply.com/" target="_blank">Tia</a>-<a href="http://mmlubis.multiply.com/journal/item/172/Si_Ical_Si_Betty_Saudara_Sepemuhriman?replies_read=34" target="_blank">Umar</a>-<a href="http://iyam103.multiply.com/" target="_blank">Iyam</a>. Dari merekalah lahir <a href="http://simplyvie.com/2008/11/07/reformasi-atau-revolusi/" target="_blank">lagu reformasi</a> dan lagu kampus yang menjadi <a href="http://simplyvie.com/2008/11/07/demi-tuhan-bangsa-dan-almamater/" target="_blank">Hymne KM-ITB</a> dan terus membahana hingga hari ini.</p>
<p><img class="alignright" style="float: right; margin: 10px;" src="http://farm2.static.flickr.com/1069/912691843_8d08942982.jpg?v=0" alt="http://www.flickr.com/photos/simplyvie/912691843/in/set-72157601034011969/" width="250" />Ical tak hanya pandai memetik gitar di depan banyak orang, tangannya tak pernah berhenti terulur untuk mereka yang membutuhkan. Untuk kawannya, untuk orang yang ia temui dan orang yang mendapat empatinya.</p>
<p>Dari pergerakan tahun 1998, Ical kembali ke HIMASTRON, membangun keluarga kecil terkasih yang senantiasa setia dengan alam semesta. Ia kemudian menjadi ketua HIMASTRON sambil terus berkiprah di PSIK dan juga berkiprah di tengah kuliah-kuliah yang harus dijalani di Fisika. Kalau semenjak di ITB saya tak lagi mengikuti kegiatan PMI, Ical justru menjadi salah satu yang aktif saat KSR hadir di ITB.</p>
<p>Bagi kami angkatan 97 yang dominan cewe-cewenya, para cowo selalu jadi tumbal keisengan kami. Imagenya di luaran yang gagah, macho, sangar, jantan harus terpatahkan karena berhadapan dengan kami. Ya iyalah.. Ical itu cowo yang cantik… manis, berambut lurus ala model sunsilk. Dan yang menyebalkan rambutnya lebih bagus dari rambut saya. Huh.</p>
<p>Ah… bagian kecantikannya ini masih jadi bahan godaan waktu <em>chatting</em> beberapa bulan lalu. Sampai dia meminta,” Vi lihat deh foto-foto gue di <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=502380457&amp;ref=mf" target="_blank">facebook</a>. Di banding yang di flickr lo.. jauhhhhhhhhhhh.” terus enteng aja saya jawab..”iyah lo lebih manis dan culun di <a href="http://www.flickr.com/photos/simplyvie/" target="_blank">flickr</a> gue ”.</p>
<p>Ical bahkan pernah dilecehkan oleh Neflia yang pura-pura mau mencolek dagunya sambil tersenyum manis ala Lia. Atau pernah dibisiki lirih <em>“I love you “</em> oleh Ketut atas perintah kami. Yang langsung disambut oleh makian Ical di seberang sana. Atau Ical yang kami juluki betty di malam hari dan sering kami ledek sebagai pacarnya <a href="http://blog.menin1eastwing.com/" target="_blank">Erik</a> (FI’97).</p>
<p>Setelah berjuang melalui pintu maut ITB alias hampir DO karena kasus di kuliah Matematika dan Ruang Vektor, serta melalui perjuangan bersama rekan tercinta Ina, Ical pun menjadi sarjana Astronomi.</p>
<p><img class="alignleft" style="float: left; margin: 10px;" src="http://farm2.static.flickr.com/1398/912687493_6369086f0c.jpg?v=0" alt="http://www.flickr.com/photos/simplyvie/912687493/in/set-72157601032426648/" height="200" />Setelah lulus, Ical sempat menghilang dari peredaran dan kemudian bekerja di RAPI film, dan sering kami ledek sebagai perusak moral generasi muda. Mungkin karena memang bukan itu yang jadi idealismenya, Ical pun keluar. Dan saat terjadi Tsunami Aceh, Ical tidak hanya berdiam. Ia pergi menjadi sukarelawan dalam tim pertama yang diberangkatkan ke Aceh dari ITB. Di sana ia bahkan sempat membuat sebuah film dokumenter. Tak hanya Aceh. Saat gempa di bantul, Ical juga turun langsung mengulurkan tangannya membantu disana. Ia, sosok yang begitu dekat dengan rakyat yang ia sayangi dan ia bela. Ia tak pernah berhenti menghidupi idealisme di dalam dirinya, di saat orang-orang lain mungkin tengah sibuk mencari cara untuk mendapatkan uang dan kedudukan. Ical sosok yang memetik dawai gitar kehidupannya sendiri dalam lantunan yang indah dan penuh empati.</p>
<p>Ical kemudian bekerja di IMTV yang kemudian menjadi satu grup dengan MNC. Dan idealisme dan cita-citanya tak pernah pupus, ia masih terus bermimpi untuk memajukan bangsa lewat pendidikan dan astronomi lewat media tv. Sayang, waktu yang sering berbenturan dengan berbagai kegiatan membuat realisasi diskusi di dunia nyata tak pernah kami wujudkan. Di tengah kesibukannya, Ical masih mau mengajar kosmologi pada seorang anggota milis astronomi Indonesia.</p>
<p>Bulan puasa 2008, AS’97 seperti biasa kembali reuni. Ah kami selalu reuni kok tanpa bergantung waktu dan event. Hari itu kami berbagi cerita dan Ical menyatakan ketertarikannya untuk ikut dalam kegiatan <a href="http://astronomy2009.org/" target="_blank">International Year of Astronomy 2009</a>. Ah.. kawan kamu memang tak pernah berhenti berkarya. Lebaran hari kedua, saya, <a href="http://pengembaramalam.wordpress.com/" target="_blank">Dino</a> dan Ical berkumpul di rumah Umar.. ngobrol selama 7 jam dan ikut menikmati hidangan lebaran makan siang dan malam. Pulangnya sempat nyasar di Sarijadi dan menerobos jalan satu arah. Saat tiba di rumah saya, Ical meminta agar saya mengembalikan 2 dari 11 buku kosmologi yang pernah ia pinjamkan untuk saya saat meneruskan S2. Katanya, ”gue mo baca dan belajar lagi terus mau nulis tentang kaitan relativitas umum dengan GMC.”</p>
<p>Ah.. kawan…. andai ada banyak mahasiswa astronomi seperti dirimu….</p>
<p><img class="alignright" style="float: right; margin: 10px;" src="http://farm2.static.flickr.com/1135/912700555_59800e892a.jpg?v=0" alt="http://www.flickr.com/photos/simplyvie/912700555/in/set-72157601032426546/" height="200" />17 Oktober 2008, atas ajakan saya dengan sedikit rayuan maut, walau agak malu (katanya sih begitu), Ical datang menghadiri pertemuan IA Astronomi ITB. Di pertemuan ini ia dilibatkan dalam rencana pengadaan kongres alumni tahun 2009. Katanya, “vi gue malu udah lama ga ketemu dosen-dosen. Wah ga nyangka tadi ada bu Nana, gue ga berani nyapa.. ”(katanya sih malu dan segan karena lama tak bertemu).</p>
<p>Pulang pertemuan, akhirnya kami bersantai sambil makan di warung Pasta. Ical masih tetap sama, sosok yang cukup bawel tentang kopinya.. juga tentang sambal yang akan saya makan. Hari itu ia bersemangat sekali merencanakan ekspedisi Gerhana Matahari Cincin 2009, bahkan ia ingin pergi menikmati Gerhana Matahari Total 2009. Baginya, ia adalah bagian dari langitselatan. Langitselatan itu adalah kami dan kita bukan kamu dan kalian.</p>
<p>Hari itu setelah sempat menggodanya bahwa pertemuan itu adalah kencan saat menelpon Umar, kami pun berpisah diiringi tatapan kekesalannya saat saya meneriakinya,” Cal besok gue gosipin di milis yah kalau kita kencan.”</p>
<p>Minggu malam, sms terakhirnya berkata ,”vi, seperti dugaan gue ada yang ngambil berita u kita di spaceweek.” (tgl 18 Okt, langitselatan ikut acara spaceweek LAPAN). Yang kemudian saya balas ,”hah? Ada org MNC ngambil acara kencan kita??” dan dia jawab lagi, ”berita spaceweek oon.. hehehe”</p>
<p>Ah…. tak kusangka itulah ledekan dan keisengan terakhir padanya.</p>
<p>Hari jumat Umar mengirimkan sms. Ical sakit di RSHS … sabtu kita jenguk.</p>
<p>Sabtu siang ketemu <a href="http://sawung.blogspot.com/" target="_blank">Sawung</a> di <a href="http://www.plurk.com" target="_blank">plurk</a> dan YM, katanya Ical sudah dibawa ke Makassar. Kaget.. Makassar ngapain? Istirahat? Tak ada petunjuk apapun dari Sawung. Kalau istirahat baguslah. Tapi kalau pengobatan kenapa bukan Jakarta.</p>
<p>Kesibukan di ICMNS membuat saya lalai tidak mencari tahu, namun Jumat 31 Oktober jam 9.30 pagi berturut-turut sms dan telfon masuk mengabarkan Ical sudah meninggal dunia di Makassar. Kembali pulang dalam pelukan Sang Khalik.</p>
<p>Ah…. kawan dan saudara saya di AS’97 yang penuh idealisme itu telah kembali pada pertiwi.. membawa semua cita-cita dan idealismenya. Kawan yang sampai akhir tak pernah berubah jalan perjuangannya. Ia tetap Ical yang sama, saudara yang sama yang saya kenal saat masuk ITB, 11 tahun yang lalu. Ical yang dulu manis dan culun.. namun sekarang kaya oleh wawasan dan pengalaman, telah pergi dalam keheningan menuju keabadian.  Tapi satu yang juga tak berubah..ketulusannya, suaranya yang tegas dan lantang, keyakinannya dan… rambutnya yang panjang, lurus bak model sunsilk.</p>
<p style="text-align: center;"><img src="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2008/11/warung-pasta-2.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Selamat jalan saudaraku.. selamat jalan kawanku…. perjuanganmu sudah selesai tapi idealisme dan cita-citamu akan terus hidup mengakar dan diwariskan pada generasi-generasi mendatang.</p>
<p>Untuk mengakhiri tulisan ini saya ingin mengutip kata-katanya, <strong>”astronomi itu ilmu sepanjang hidup..dari langit kita bisa membayangkan masa lalu dan masa depan.”</strong></p>
<p>***</p>
<p>Dari dunia blogosphere :<br />
<em><a href="http://mmlubid.blog.friendster.com/2008/11/634/" target="_blank">Si Ical, si Betty, Saudara Sepemuhriman</a><br />
<a href="http://esteenaut.wordpress.com/2008/10/31/lagu-untuk-ical-no-one-but-you-only-the-good-die-young-by-queen/" target="_blank">Lagu Untuk Ical: No One But You (Only The Good Die Young), By Queen</a><br />
<a href="http://tribas.wordpress.com/2008/11/02/remembering-ical/" target="_blank">Remembering Ical…</a><br />
<a href="http://blog.menin1eastwing.com/2008/11/06/selamat-jalan-saudaraku/" target="_blank">Selamat jalan saudaraku</a><br />
<a href="http://alamlau.blog.friendster.com/2008/11/sahabat-in-memoriam-rest-in-peace-bro/" target="_blank">Sahabat… In Memoriam… Rest In Peace Bro…</a><br />
<a href="http://daengrusle.com/2008/11/03/faisal-riza-seorang-kawan-yang-pergi-meninggalkan-senyum-di-pekarangan-hati-saya/" target="_blank">Faisal Riza &#8211; Seorang Kawan Yang Pergi Meninggalkan Senyum</a><br />
<a href="http://serbukmimpi.blogspot.com/2008/11/selamat-jalan-ical.html" target="_blank">Selamat Jalan Ical</a><br />
<a href="http://sawung.blogspot.com/2008/11/in-memoriam-faisal-riza-ical-psik-97.html" target="_blank">In-Memoriam Faisal Riza (Ical)</a><br />
<a href="http://pidonesta.multiply.com/journal/item/32/32" target="_blank">Friend</a><br />
<a href="http://lapitayu.blogspot.com/2008/11/selamat-jalan-septerra.html" target="_blank">Selamat Jalan Septerra</a><br />
<a href="http://restiadi.blogspot.com/2008/11/selamat-jalan-pejuang-in-memoriam-ical.html" target="_blank">Selamat Jalan Pejuang &#8211; In Memoriam Ical</a><br />
<a href="http://melangkahdiatasawanmelawanwaktu.blogspot.com/2008/10/in-memoriam-seorang-pejuang.html" target="_blank">In Memoriam Seorang Pejuang</a><br />
<a href="http://ayoe19.multiply.com/tag/in%20memorian" target="_blank">In Memoriam Faisal Riza &#8211; Ical</a><br />
<a href="http://haniefadrian.blog.friendster.com/2008/11/sumpah-pemuda-mati-muda/" target="_blank">Sumpah Pemuda, Mati Muda</a><br />
<a href="http://anzarra.multiply.com/journal/item/1050/Faisal_Riza_1979_-_2008" target="_blank">Faisal Riza (1979 &#8211; 2008)</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simplyvie.com/2008/11/07/selamat-jalan-kawan%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reformasi atau Revolusi</title>
		<link>http://simplyvie.com/2008/11/07/reformasi-atau-revolusi/</link>
		<comments>http://simplyvie.com/2008/11/07/reformasi-atau-revolusi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 00:14:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simplyvie.com/?p=240</guid>
		<description><![CDATA[Tumpukan buku di atas mejaku
Nyala komputer di sampingku
Buku-buku juga cinta melulu
Bosan bosan bosan
Kunyalakan tivi di hadapanku
Kudengar pidato menteriku
Perbaikan ekonomi untuk negeriku
Bohong bohong bohong
Terdesak kita terdesak
Tertindas di negeri sendiri
Dua pilihan harus kita hadapi
Reformasi atau Revolusi
Lirik dan syair oleh Astronomi 97 [Iyam, Umar,Ichal] dibuat tahun 1998
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tumpukan buku di atas mejaku<br />
Nyala komputer di sampingku<br />
Buku-buku juga cinta melulu<br />
Bosan bosan bosan</p>
<p>Kunyalakan tivi di hadapanku<br />
Kudengar pidato menteriku<br />
Perbaikan ekonomi untuk negeriku<br />
Bohong bohong bohong</p>
<p>Terdesak kita terdesak<br />
Tertindas di negeri sendiri<br />
Dua pilihan harus kita hadapi<br />
Reformasi atau Revolusi</p>
<p>Lirik dan syair oleh Astronomi 97 [Iyam, Umar,Ichal] dibuat tahun 1998</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simplyvie.com/2008/11/07/reformasi-atau-revolusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komunikasi Lewat Poster Paper</title>
		<link>http://simplyvie.com/2008/10/28/komunikasi-lewat-poster-paper/</link>
		<comments>http://simplyvie.com/2008/10/28/komunikasi-lewat-poster-paper/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 19:45:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ivie</dc:creator>
				<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[icmns]]></category>
		<category><![CDATA[iwork]]></category>
		<category><![CDATA[numbers]]></category>
		<category><![CDATA[pages]]></category>
		<category><![CDATA[poster paper]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://simplyvie.com/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2005 untuk pertama kalinya saya menampilkan poster paper di dalam konferensi. Saat itu saya dan beberapa rekan membuat poster paper tentang majalah Centaurus yang sedang kami rencanakan saat itu. Walau hanya 2 hari menampilkan poster tersebut di APRIM 2005, saya cukup terkesan dengan desain yang dibuat Agung. Menarik dan terstruktur.
Tahun 2006 saat mengikuti ICMNS,untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://farm1.static.flickr.com/109/308209314_0ca0ffdd3e.jpg?v=0" target="_blank"><img class="alignleft" style="margin: 10px;" src="http://farm1.static.flickr.com/109/308209314_0ca0ffdd3e.jpg?v=0" alt="" width="155" height="221" /></a>Tahun 2005 untuk pertama kalinya saya menampilkan poster paper di dalam konferensi. Saat itu saya dan beberapa rekan membuat poster paper tentang majalah Centaurus yang sedang kami rencanakan saat itu. Walau hanya 2 hari menampilkan poster tersebut di APRIM 2005, saya cukup terkesan dengan desain yang dibuat Agung. Menarik dan terstruktur.</p>
<p>Tahun 2006 saat mengikuti ICMNS,untuk pertama kalinya saya harus membuat sendiri desain poster saya. Yang terpikir tentu harus menarik. Nyari di internet yang didapat hanya template standar yang kaku dan memang sangat ilmiah untuk sebuah ajang ilmiah yang diperuntukan untuk dibuat di Microsoft power point. Menarik memang, namun entah kenapa saya tidak nyaman melihat bentuk yang lebih mirip paper yang diperbesar dalam ukuran A0 itu. <span id="more-238"></span></p>
<p>Akhirnya saya putuskan untuk bereksperimen sendiri untuk membuat poster tersebut.  Dengan mempertimbangkan kualitas cetak dan layar yang berbeda maka saya memutuskan menggunakan corel. Hasilnya memang masih banyak kekurangan namun saya menikmati saat membuat poster tersebut.Sejak itu poster paper yang saya kerjakan sepertinya keluar dari pakemnya yang terkesan serius dan sangat ilmiah. Apakah saya jadi tidak ilmiah? Entahlah saya juga tak bisa menjawabnya.</p>
<p>Bagi saya poster paper yang saya tampilkan harus saya nikmati dulu ketika saya buat dan baca. Kalau dari awal diset kaku, saya juga jadi malas membacanya. Selain itu poster paper merupakan salah satu cara untuk mengkomunikasikan riset dan pekerjaan kita yang dituang dalam tulisan dan gambar yang diharapkan dapat bercerita kepada pembaca.</p>
<p>Nah, tahun ini saya juga ambil bagian dalam ICMNS 2008 yang diselenggarakan oleh FMIPA ITB. Karena kealpaan saya baru sadar tanggal acara udah semakin dekat sementara paper belum siap karena program belum saya jalankan untuk mendapatkan <a href="http://simplyvie.com/2008/10/28/mencari-sabuk-kuiper-dalam-sistem-keplanetan/" target="_blank">sistem</a> yang saya butuhkan untuk dianalisis. Alhasil sejak sabtu (25 Okt) saya memaksa PC saya bekerja non stop untuk menghasilkan sistem yang saya butuhkan untuk melengkapi sistem yang sudah saya dapatkan sebelumnya. Akibatnya lagi saya tidak bisa memaksa PC saya untuk membuat desain poster maka saya putuskan untuk membuat poster dengan menggunakan <a href="http://www.apple.com/iwork/pages/" target="_blank">Pages’08 </a>dari <a href="http://www.apple.com/iwork/" target="_blank">iwork</a>‘08 pada macbook.</p>
<p><a href="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2008/10/icmns2008.jpg" target="_blank"><img class="alignright" style="margin: 10px;" title="icmns2008" src="http://simplyvie.com/wp-content/uploads/2008/10/icmns2008.jpg" alt="" width="180" height="255" /></a>Awalnya sempat bingung juga bagaimana membuat poster ukuran A0 untuk diprint dengan iwork. Ini disebabkan saya harus mencetak poster tersebut pada “digital printing”. Sampai saat ini saya belum menemukan digital printing yang melayani pencetakan dengan mac. Solusinya tentu dengan meng<em>export</em> file yang dibuat ke pdf. Namun masalahnya, beberapa kali saya pernah menyimpan file kerja di Pages sebagai pdf dan harus kehilangan foto yang sudah diberi efek. Ternyata kekawatiran saya tidak terjadi. Hasil <em>convert</em> dari Pages’08 ketika di cetak tetap sama seperti saat saya buat dan saya lihat di layar.</p>
<p>Pages’08 berubah menjadi kanvas uji coba saya dalam membuat poster kali ini dan pada akhirnya saya puas dengan hasil dan kualitas cetak yang diberikan. Pages bisa dikatakan seperti mini potoshop yang punya berbagai fitur menarik untuk digunakan dalam pembuatan poster. Memang ia tidak menyediakan segudang keperluan desain seperti pada corel dan adobe namun fitur yang ada sudah lebih dari cukup untuk membuat poster paper yang <em>eye catching</em> dengan desain yang tidak kaku..</p>
<p>Berbagai eksperimen bisa dilakukan untuk medapatkan hasil yang kita inginkan. Kendalanya adalah tidak ada equation editor yang menjadi kebutuhan dalam kajian ilmiah. Masalah yang satu ini bisa diselesaikan dengan menggunakan TeX namun tetap saja agak merepotkan.</p>
<p>Masalah lain adalah grafik. <a href="http://www.apple.com/iwork/numbers/" target="_blank">Numbers’08</a> dari iwork juga menyediakan tampilan 3D yang menarik untuk tampilan grafik. Sayangnya Numbers’08 tidak mendukung kemampuan ekstrapolasi data.  Fitur <em>trendlines</em> atau fitur yang biasa digunakan untuk membuat garis regresi tidak ada pada Numbers. Padahal sebagai seorang saintis yang bekerja dengan data kemampuan ekstrapolasi data sangat dibutuhkan apalagi saat ini saya bekerja untuk menganalisis data statistik dari hasil simulasi. <em>Well</em> yang pasti untuk poster saya masih bisa mentolerir masalah ini tapi untuk membuat hasil akhir di paper sepertinya saya masih harus berkutat dengan Microsoft Excel.</p>
<p>Yang membuat saya kaget justru jadwal poster dari panitia yang hanya ditampilkan selama 1 hari karena harus digilir ruangannya untuk poster dari bidang ilmu lainnya dalam konferensi ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://simplyvie.com/2008/10/28/komunikasi-lewat-poster-paper/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
