Hari terakhir setelah the 10th APRIM berakhir, peserta diajak untuk jalan-jalan ke dua tempat. Yang satu adalah sebuah desa budaya, yang satu lagi ke Stone Forest (Shilin). Saya bersama teman-teman dari Indonesia memilih untuk pergi ke Stone Forest yang sudah dikenal semenjak jaman Dinasti Ming (1366 – 1644) sebagai ‘First Wonder of the World.’ Luas hutan batu ini sekitar 400 km persegi. Dipercaya batu-batu tersebut berasal dari era Paleozoic. Read More
Baru 3 hari tiba di Indonesia, saya sudah harus melakukan perjalanan kembali. Kali ini saya menuju Kunming, China untuk menghadiri the 10th Asian Pacific Regional IAU Meeting. Jumat pagi, atau tepatnya tanggal 1 Agustus saya pun berangkat menuju Kunming menggunakan Cathay Pacific sampai di Hong Kong, kemudian nginep semalam di Hong Kong sebelum melanjutkan perjalanan ke Kunming dengan Dragon Air. Read More
Hari ketiga di paris (26 Juli 2008), saya memutuskan untuk berkunjung ke museum Louvre (Musée du Louvre), salah satu museum terkenal di Paris yang sekaligus juga menjadi simbol nasional kota tersebut. Sebelum menyambangi museum Louvre, saya dan Cherrie menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah pasar antik. Setelah berputar-putar sesaat, akhirnya kami menemukan jajaran toko yang menjual barang-barang tua yang menarik. Toko mainan di area tersebut pun sangat menarik. Ah seandainya saya sanggup membawa banyak barang tentu sudah saya borong semuanya, karena harga yang ditawarkan pun sangat wajar. Read More
Seperti mimpi tahun ini saya berkesempatan berkunjung ke Eropa dan menyempatkan diri berlibur di Paris selama 3 hari. Berkat Tuhan yang luar biasa. Setelah tiba di Paris tanggal 24 July malam, dan berhasil bertemu Cherrie, kami pun menuju hostel Le Regent Montmartre untuk beristirahat. Namanya juga hostel, anda tidak akan menemukan kenyamanan seperti di hotel berbintang. Suara kesibukan di sekitar hostel terdengar nyaring, namun justru membuat kita merasa berada dalam siklus kehidupan kota Paris yang dinamis. Well satu hal yang menarik, kamar hostelnya sih kecil ( seperti kamar kost kata Cherrie) tapi kamar mandinya bo…. luas banget..(terbalik kali yah?).
Paginya, kami pun memutuskan untuk berkunjung ke Musée de Cluny. Dalam perjalanan kami menyempatkan diri untuk berkunjung sejenak ke Notre Dame de Paris dan menikmati sibuknya kota Paris di pagi hari. Read More
Pulang dari Lisbon, sebelum bertolak ke Indonesia, saya menyempatkan diri bermain-main di Paris ditemani Cherrie (AS’96). Siang itu dari Lisbon saya menuju Paris menggunakan pesawat easyJet. Nyampe bandara sih belum terlambat. Satu hal yang kurang enak di Portugal adalah masalah bahasa. Masih banyak yang tak bisa berbahasa Inggris, karena memang bukan bahasa ibu bagi mereka. Namun yang menarik walau mereka tak memahami bahasa Inggris mereka akan berusaha mencari jalan untuk memahami maksut si penanya. Akhirnya walau terbata-bata seorang petugas membantu saya untuk menemukan jalan menuju gate… (hehehe dasar sableng.. saya juga salah liat petunjuk.. jadinya salah arah). Read More
Setelah perjalanan panjang dari Jakarta saya akhirnya tiba di Lisbon. Wuih… ga nyangka bisa jalan-jalan mpe Portugal. It really a blessing for me. Thanks God. Saya kesini diundang untuk mengikuti workshop dan meeting yang diselenggarakan oleh Global Hands on Universe. Saya ditempatkan di hotel Olissippo Oriente di daerah Parque das Nações, tak jauh dari bandara. Area ini baru dibangun dan kesan modern sangat terasa.
Workshop GHOU 2008 diadakan selama 3 hari di British Council .. hmm gedungnya classic (foto gedung british counncil yang warnanya pinky), khas gedung tua di eropa dan makanannya enak banget hahaha. I love the food. Di acara workshop ini saya banyak belajar dan kembali mengingat semua materi observsi yang pernah diberi Pak Hakim, bedanya ini untuk keperluan publik bukan advance level buat riset. Tapi bukan berarti tidak bisa digunakan untuk riset kecil-kecilan. Read More
When it starts…..
Beberapa bulan lalu, saya masih tak pernah membayangkan akan melakukan perjalanan jauh tahun ini. Masih segar di ingatan saat akhir tahun lalu, saya memutuskan untuk membatalkan formulir pendaftaran mengikuti ISYA, dengan alasan sederhana, saya ingin santai dan menata kembali hubungan dengan Tuhan yang naik turun laksana ombak. Demikian juga ketika nana menawarkan summer school di Italia. Semua kutanggapi hanya dengan keinginan untuk ikut namun tak pernah merasa benar-benar tertarik dan berusaha memaksakan diri untuk mendaftar dan lainnya. Semuanya karena saya ingin menjauh sesaat dari astronomi. Menjauh dari penelitian, menjauh dari belajar astronomi, menjauh dari banyak hal, hanya untuk menata kembali keping-keping perjalanan yang sudah retak selama beberapa tahun terakhir ini.
Saya bersyukur ada orang-orang yang terus mendukung dalam doa dan menjaga dalam roh sehingga saya bisa melangkah terus dan berada pada titik ini. Tanpa itu saya tak pernah tahu sudah ada di titik mana sekarang. Read More